Tampilkan postingan dengan label Kiprah Aleg. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kiprah Aleg. Tampilkan semua postingan

Kamis, 12 Januari 2012

Bang Sani : Transjakarta Harus Perhatikan Kebutuhan Warga Jakarta

Jakarta – Menanggapi maraknya keluhan warga Jakarta terkait dengan kualitas layanan TransJakarta yang menurun belakangan ini disikapi serius oleh Politisi Partai Keadilan Sejahtera Triwisaksana.
Triwisaksana saat naik Transjakarta (foto : istimewa)
“Keberadaan Transjakarta harus memperhatikan kebutuhan Warga Jakarta, yaitu memastikan pengelolaan TransJakarta sudah sesuai dengan Standar Pelayanan Minimum (SPM), menjaga agar tarif layanan Sistem Bus Rapid Transit (BRT) tetap terjangkau oleh daya beli masyarakat” tegas Triwisaksana Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, disela-sela Rapat Paripurna DPRD DKI Jakarta yang membahas Pengelolaan Sistem Bus Rapid Transit. Rabu (11/01/2012).
Menurut Triwisaksana kebutuhan warga Jakarta akan hadirnya transportasi publik yang aman, nyaman, dan terjangkau ini memang tidak bisa ditunda-tunda. Kemacetan yang kita alami sehari-hari hanya dapat terurai ketika pembangunan transportasi publik dapat segera kita realisasikan.
“Dalam rangka pembangunan Pola Transportasi Makro, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memerlukan pengembangan jaringan angkutan umum yang saling terintegrasi dengan moda angkutan lain, memiliki kualitas layanan yang baik serta tarif yang terjangkau. Untuk itu keberadaan TransJakarta harus memperhatikan kebutuhan warga Jakarta” Jelas pria yang akrab disapa Bang Sani.

Rabu, 04 Januari 2012

PKS Optimis Rebut Kursi Gubernur DKI Jakarta


"PKS sudah konsolidasi internal," kata Sani yang digadang-gadang menjadi cagub dari PKS.

VIVAnews – Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2012 masih satu semester lagi. Namun sejumlah tokoh yang digadang-gadang partai politik untuk menjadi calon Gubernur DKI Jakarta, sudah mulai mengambil ancang-ancang untuk maju bersaing dalam Pilgub DKI.

Salah satunya adalah calon kuat dari Partai Keadilan Sejahtera, Triwisaksana. Saat ini, Triwisaksana menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta. Politisi PKS ini optimis dapat memenangi Pilgub DKI 2012. “PKS sudah konsolidasi internal. Saya optimis dukungan PKS bisa seratus persen masuk ke saya,” ujarnya di Pesanggrahan, Jakarta, Sabtu 31 Desember 2011.

“Sekarang tinggal menyatukan aspirasi guna mempersiapkan pendaftaran Cagub DKI bulan Maret,” ujar Triwisaksana usai peresmian kantor baru DPC PKS Pesanggrahan. Soal tokoh yang diincarnya sebagai pasangan calon wakil gubernur, ia mengaku tidak memasang kriteria khusus, termasuk harus berasal dari kalangan militer.

Selama ini, pasangan Gubernur-Wakil Gubernur DKI Jakarta umumnya berasal dari satu kalangan sipil dan satu mantan petinggi militer, seperti Fauzi Bowo dan Prijanto yang saat ini menjabat. Prijanto yang belum lama ini mengumumkan pengunduran dirinya dari kursi wagub, merupakan Purnawirawan TNI.

Triwisaksana yang akrab dipanggil Bang Sani ini mengatakan, dirinya sebetulnya tidak terlalu tertarik dengan pendamping militer. Lebih lanjut, dirinya berpendapat bahwa dikotomi antara sipil dan militer sudah tidak relevan lagi. “Yang penting bisa menyelesaikan masalah Jakarta. Ketegasan bukan hanya dari militer, dan kepedulian bisa berasal dari militer maupun sipil,” tegasnya.

Bang Sani berharap, Pilgub DKI 2012 akan berjalan jujur dan transparan, dimulai dari seleksi pendaftaran. Ia pun tak menyepelekan munculnya calon dari kalangan independen. “Sekarang belum bisa diukur peta politiknya. Kalau sudah pendaftaran Maret 2012, baru bisa," dia menambahkan.

Jumat, 30 Desember 2011

Bang Sani Buka Peluang Duet dengan Foke


Jakarta - Kandidat Gubernur DKI Jakarta dari PKS, Triwisaksana, mengaku tidak menutup kemungkinan untuk berpasangan dengan siapa pun calon gubernur pada pemilukada 2012, termasuk Fauzi Bowo (Foke) yang hingga kini menjabat sebagai Gubernur DKI.

"PKS membuka semua kemungkinan untuk berkoalisi. Kita jalin komunikasi politik dengan semua pihak, dengan semua partai. Jadi kemungkinan berkoalisi dengan siapa pun sangat terbuka," kata Bang Sani, panggilan akrab Triwisaksana di Jakarta, Sabtu (24/12/2011).

Ketua Majelis Pertimbangan Wilayah Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DKI Jakarta ini mengaku partai-partai besar juga telah melakukan komunikasi dengan PKS. "Hampir semua, Demokrat, PDIP," ucap Bang Sani.

Saat ditanya apakah ada partai yang berkomunikasi intens dengan PKS, Bang Sani mengaku belum ada. "Sampai saat ini belum. Kemungkinan diprediksikan bulan Februari sebelum pendaftaran kandidat baru mulai akan kelihatan lebih lanjut. Nanti DPP yang akan memutuskan," paparnya.

Namun, ia menyatakan siap menjadi calon Gubernur DKI Jakarta 2012. Sederet nama calon pendamping Bang Sani pun digodok PKS, diantara nama yang santer dibicarakan untuk diduetkan dengan Sani adalah, Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo.

Berdasarkan hasil survei, Foke masih lebih unggul dari Bang Sani. Sedang kemungkinan Bang Sani menjadi orang nomor dua dalam Pilgub DKI Jakarta mendampingi Foke, masih belum diketahui. Ia pun berpikir ulang duet bersama Foke.

Meski demikian, komunikasi dengan sejumlah partai politik dan rencana untuk berkoaliasi pun mulai dipersiapkan PKS, partai yang sudah diajak bicara adalah PDI Perjuangan dan Demokrat. "Itu nanti lah, diprediksi pada awal tahun atau sebulan sebelum pendaftaran calon ke KPUD baru bisa kita ambil keputusan," papar Bang Sani.

Ia menambahkan, PKS masih wait and see dalam menentukan siapa orang yang cocok mendampinginya. "Kita masih membuka kemungkinan untuk berkoalisi dengan partai lain. Kita siap menjalin komunikasi dengan segala pihak," tegas Bang Sani.

Sekretaris Bidang Humas DPP PKS, Dedi Supriadi menambahkan, PKS tidak mau terlalu gegabah menentukan Calon Gubernur (Cagub) beserta wakilnya. "Kita last minute lah, melihat gimana konstelasi politik di Jakarta ke depannya," terangnya.

Secara terbuka, Dedi mengatakan PKS masih membuka peluang untuk menggandeng partai lain dalam Pilgub DKI Jakarta. Jika dalam perkembangannya tidak ada kecocokan dan kesepakatan dalam membangun koalisi, Dedi mengaku PKS maju sendiri dalam Pilkada DKI. "Kita lihat saja nanti" tegasnya.

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo mengaku belum memikirkan rencana maju di Pilgub DKI, meski namanya sering disebut-sebut akan mencalonkan diri kembali. "Saya kerja saja, enggak mau mikirin Pemilukada," jelasnya. (sindo/inc/ari)

Rabu, 28 Desember 2011

Jakarta Butuh Politisi Yang Berjiwa Da’i

PKS Jakarta - silaturahimPemerintah wajib menyediakan prasyarat yang menjamin warga masyarakat untuk bebas beribadah. Prasyarat tersebut menurut Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Triwisaksana, ialah rasa aman, keadilan dan kenyamanan atau kesejahteraan. Namun demikian tiga hal tadi juga harus didukung oleh sebuah semangat lain, yakni amar ma’ruf nahi munkar. Hal tersebut disampaikan Triwisaksana dalam acara Silaturahim Alim Ulama se-Jakarta di Grand Cempaka, Ahad lalu.
Menurut pria yang disapa Bang Sani ini, Jakarta memerlukan kehadiran ulama untuk menyeimbangkan gerak laju pembangunan fisik dengan pembangunan moral di ibukota. Pada prinsipnya, sebagai kota besar yang berpenduduk lebih dari 10 juta jiwa, Jakarta harus menghadapi kenyataan dengan menjadi sekuler yang berarti semakin bebas nilai. Selain itu lanjut Bang Sani, indikator pertumbuhan warga yang hanya dinilai lewat materi dan kebendaan, akan menjadikan kota-kota besar menjadi semakin materialitis. Disamping tentu saja munculnya ancaman demoralisasi terhadap jutaan warganya.
Untuk itu, Ketua Balegda DPRD DKI Jakarta ini sangat mengharapkan sekali kontribusi alim ulama di Jakarta dalam memperbaiki moral masyarakat. Koreksi dan nasehat ulama pada pemerintah sejatinya memang harus menjadi hal yang rutin dilakukan. Dirinya pun berharap fungsi control ulama terhadap pemerintah (umaro’) jangan sampai hilang.
Dalam kesempatan silaturahim yang digagas oleh Dewan Syariah Wilayah PKS DKI Jakarta, hadir pula Sekjen Dewan Da’wah Islamiyah KH Amlir Syaifa Yasin yang memberikan nasehat kepada sekitar 120-an ulama se-Jakarta yang hadir. Amlir menekankan pentingnya orang-orang yang mengambil jalan untuk menekuni agama (tafaqu fiddiin) untuk berperan sebagai pengingat para pengambil kebijakan seandainya ada aturan yang diterapkan melanggar nilai-nilai agama. “Ulama lah yang harus mengambil peran sebagai pengingat, agar jalan yang ditempuh umaro atau pemerintah tidak melenceng dari tujuan menyejahterakan ummat”, ujar Amlir. Dirinya pun menegaskan pentingnya sinergi yang baik antara umaro dan ulama demi harmoni kehidupan di masyarakat.
Sementara itu, KH Hamdan Rasyid MA dari Majelis Ulama Indonesia DKI Jakarta mengingatkan hadirin tentang bahaya laten yang disebarkan oleh musuh Islam. “Diantaranya memunculkan keragu-raguan di tengah ummat”, ujar Hamdan. Keragu-raguan tersebut adalah terhadap ulama, terhadap hadits dan juga keragu-raguan terhadap Al Qur’an. Hamdan mengakui saat ini, mudah sekali memunculkan keragu-raguan tersebut ditengah masyarakat yang sangat majemuk seperti Jakarta. Untuk itu, justru Hamdan memandang pentingnya ulama ikut ambil bagian di pemerintahan, asalkan untuk Izzul Islam Wal Muslimin. Hal tersebut juga diaminkan oleh Amlir Syaifa Yasin yang menyatakan, “tak mengapa seorang da’I terjun menjadi politisi. Asalkan keda’ian-nya yang menuntun langkah kepolitisiannya!”

Hilmi Aminuddin : Bang Sani Memimpin, Jakarta Kembali Fitrah


PKS Jakarta : Jakarta akan sejahtera bila Jakarta kembali kepada fitrahnya, dan Jakarta akan kembali kepada fitrahnya, bila Triwisaksana memimpin Jakarta.

Demikian disampaikan Ketua Majelis Syuro PKS Hilmi Aminuddin padaacara Family Expo PKS di Kota Tua, Ahad (24/12). Oleh karena itu, Hilmi meminta warga Jakarta untuk mendukung Triwisaksana pada pilkada 2012 mendatang, agar Jakarta kembali kepada fitrahnya.

Pada kesempatan itu, Hilmi juga menyatakan bahwa kunci kunci kesejahteraan dan keberhasilan hidup manusia adalah bila tiap-tiap anggota keluarga kembali pada fitrahnya.

“Pangkal kerusakan sebuah rumah tangga karena suami dan isteri lupa akan fitrahnya. Bila ingin keluarga hidup normal, kembalikan seluruh peran hidup kepada fitrahnya,” tegas Hilmi.

Pada kesempatan yang sama, Triwisaksana atau yang biasa dengan sebutan Bang Sani ini, mengatakan bahwa PKS akan memikirkan kepentingan para ibu dan kaum perempuan melalui pemberian anggaran pemberdayaan perempuan dengan porsi lebih besar. “Bila PKS masuk dalam pemerintahan, Insya Allah anggaran bagi pemberdayaan perempuan akan tiga kali lipat lebih besar,” tegas Sani. (adine)

PKS : Popularitas Bang Sani Tembus Angka 50%


Popularitas Triwisaksana atau yang kerap kali dipanggil dengan Bang Sani terus mengalami kenaikan, hasil terakhir tembus ke angka 50%. Berbekal inilah membuat Optimisme Partai Keadilan Sejahtera (PKS) makin tinggi untuk mengusung kadernya Triwisaksana sebagai bakal calon Gubernur DKI Jakarta. PKS menyebut Triwisaksana atau Bang Sani sudah populer di Jakarta.

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Pusat (DPW) PKS DKI Jakarta, Slamet Nurdin mengatakan, partainya saat ini terus memperkenalkan sosok Bang Sani ke warga Jakarta. Selain itu, PKS juga sudah menyiapkan rencana kerja untuk memenangkan Pemilukada bulan Juli 2012.

Sebagaimana yang disampaikan langsung ke media online okezone Senin (26/12) Selamat Nurdin mengatakan “Daripada menunggu koalisi parpol, kita bergerak lebih dulu dengan mempopulerkan Bang Sani. Tingkat pengenalan Bang Sani sudah mencapai 50 persen di Jakarta, artinya sudah cukup populer,” .

Menurutnya, figur Bang Sani akan diterima publik Jakarta yang memiliki latar belakang beragam. Dia memastikan Bang Sani adalah tokoh plural yang mengayomi semua kalangan. “Kita ingin pastikan ke warga Jakarta, Bang Sani tokoh plural, menggarap basis segala lapisan dan tidak akan bekerja demi kelompok tertentu,” ujarnya.

Hingga saat ini, PKS sambung dia terus melakukan komunikasi dengan sejumlah parpol termasuk kandidat calon gubernur yang ada seperti Fauzi Bowo, Nachrowi Ramli dan Tantowi Yahya. Namun, PKS akan memutuskan berkoalisi bila tercapai kesepakatan.

“Harus ada kesamaan tentang konsep pembenahan Jakarta, karena kota sebesar ini harus dikelola secara bersama-sama. Bila hasil musyawarah ditemukan kesepakatan, PKS bersedia menaruh Bang Sani di posisi Wakil Gubernur,” sebut Nurdin.

Dia juga membantah kabar miring yang menyebut PKS mematok harga tertentu sebagai syarat untuk mencalonkan seseorang yang meminta dukungan PKS.

“PKS tidak pernah meminta uang ke calon, kita bekerja bersahaja, uang bukan alat utama perjuangan. Kita enggak prioritaskan pinangan uang, itu terlalu pragmatis karena PKS berorientasi kinerja bukan uang,” pungkasnya.

Selasa, 27 Desember 2011

Diskusi Hangat bersama DPC dan DPRa se-Jakarta Pusat


Bekerja Untuk Indonesia...

Jakarta (13/11). Diakhir masa reses, Anggota DPR RI Sohibul Iman, terus menjambangi konstituennya. Hari minggu malam (13/11), setelah nonton bareng Sepakbola SEA GAMES Indonesia vs Thailand di Gedung DPW PKS DKI Jakarta, Kang Iman (begitu dia disapa) menyempatkan diskusi bersama Ketua-ketua DPC dan DPRa PKS se-Jakarta Pusat.

Meskipun berlangsung dimalam hari, namun diskusi tersebut berlangsung hangat. Tak kurang 12 pertanyaan terlontar, termasuk komentar berupa saran dan gagasan. “Memang kalau kita bicara tentang masalah kesejahteraan rakyat tidak ada habis-habisnya,” ujarnya.

Acara yang berlangsung lebih dari dua jam itu, juga menyentil masalah seputar anggota DPR yang sulit dijumpai/ditemui dan hidup bermewah-mewahan ditengah penderitaan rakyat.


Kang Iman mengungkapkan, “Sebagai pejabat publik, semakin ia menyembunyikan banyak hal dari pantauan publik, maka akan semakin sulit berbicara lugas, tegas, dan tuntas. Bahkan tidak mustahil dia akan semakin banyak menghina akal sehat manusia.”


Mengenang Yoyoh Yusroh, Membaca Jejak Cinta Politisi Perempuan PKS untuk Indonesia

Tidak banyak perempuan Indonesia yang paham dan sadar bahwa dunia politik adalah dunia milik laki-laki dan perempuan, bukan sekedar monopoli laki-laki.

Politik memang dianggap sebagai dunia keras, dan penuh intrik. Politik juga dinilai sebagai bagian dari perebutan kekuasaan, yang menjadi domain kaum pria. Padahal perempuan juga memiliki kepentingan-kepentingan tertentu yang belum tentu dapat diwakili oleh laki-laki.

Persepsi negatif tentang politik itu telah ditepis oleh almarhumah Yoyoh Yusroh, politisi perempuan dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang wafat karena kecelakaan pada 27 April lalu. Kiprah Yoyoh di parlemen, menunjukkan kepada publik bahwa perempuan juga mampu menjalankan amanah politik dengan baik. Menurut Yoyoh, memisahkan perempuan dari politik sama dengan memisahkan masyarakat dari lingkungannya.

Langkah politik Umi Umar, begitu Yoyoh biasa disapa di kalangan kader PKS, mendapat apresiasi banyak pihak, baik rekan maupun lawan politik.Yoyoh termasuk legislator yang gigih memperjuangkan RUU Pornografi hingga disahkan.

Hari ini (Rabu, 13/7), bertempat di gedung Nusantara IV DPR, Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) me-launching buku Yoyoh yang berjudul Langkah Cinta Untuk Indonesia.

Dalam pengantar buku tersebut, Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq memberikan kesaksian. Kata Luthfi, banyak orang yang terkagum-kagum dengan sosok Umi Umar, padahal baru mendengar profilnya dan tidak pernah bertemu.

“Saya tidak tahu apakah ke depan PKS akan dikaruniai lagi oleh Allah SWT seorang kader seperti beliau?Apakah PKS mampu mencetak kembali kader baru yang kapasitas dan kualitasnya sekaliber Yoyoh Yusroh?” tanya Luthfi.

Selain di bidang politik, Yoyoh juga aktif dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan dan dakwah. Kiprahnya di dunia dakwah diapresiasi oleh Departemen Agama dengan memberinya penghargaan sebagai Mubaligh Nasional pada tahun 2001. Tidak hanya di tingkat nasional, Yoyoh juga turut menjadi anggota Internasional Muslim Women Union (IMWU) sebagai salah satu wadah perjuangan bagi muslimah se-dunia.

“Semua peran itu (rumah tangga dan politisi) bisa dilakukan dengan baik oleh beliau Apalagi, Ibu Yoyoh juga sangat aktif dalam peran-peran pemberdayaan perempuan di masyarakat,” demikian testimoni Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Linda Gumelar, dalam Buku Langkah Cinta Untuk Indonesia.

PKS Kutuk Pola Penanganan Represif Aparat

JAKARTA - Partai Keadilan Sejahtera (PKS), prihatin atas korban meninggal dan banyaknya yang mengalami luka terkena tembakan di kerusuhan di Pelabuhan Sape, Bima, Nusa Tenggara Barat, Sabtu (24/12).

"PKS mengutuk segala bentuk tindakan kekerasan, termasuk pola penanganan represif yang dilakukan oleh aparat keamanan," tegas Ketua DPP PKS, Aboebakar Alhabsy, Senin (26/12).

Seperti diketahui, tiga pengunjuk rasa dari Front Rakyat Anti Tambang (FRAT) yang tewas di Sape, Bima, Nusa Tenggara Barat, Sabtu (24/12). Mereka adalah Arief Rahman (19), Syaiful (17), dan Ansyari (20) yang tewas akibat tembakan peluru yang diduga dari aparat keamanan. Informasi yang dihimpun,

Ketiga korban bersama para pengunjuk rasa lainnya, menutup jalur lalu lintas ke Pelabuhan Sape sejak 20 Desember 2011. Mereka menuntut pencabutan SK Bupati Bima Nomor 188 Tahun 2010 tentang izin pertambangan PT Sumber Mineral Nusantara (SMN) dan pembebasan seseorang berinisial AS, tersangka pembakaran kantor Camat Lumbu yang terjadi pada 10 Maret 2011 dan telah diserahkan ke kejaksaan.

PKS menghormati proses hukum yang sedang dilakukan oleh Polri dengan menetapkan 47 orang demonstran sebagai tersangka dalam kasus ini. "Namun kami juga mengingatkan agar pihak kepolisian bertindak secara profesional," tegasnya.
Anggota Komisi III DPR, itu mengingatkan semua ada procces of law yang harus dijalankan sesuai dengan ketentuan. Dan, harus dilakukan dengan imparsial dan jangan sampai berat sebelah.

Oleh karenanya, lanjut Aboe, pengenaan pemidanaan tidak sepatutnya hanya dialamatkan kepada para demonstran. Tapi, tegasny, para oknum yang melakukan penembakan seharusnya juga mendapatkan perlakuan serupa. "Karena mereka telah menghilangkan nyawa orang lain," ujar Aboe.

Ia menambahkan, jangan sampai ada upaya perlindungan dengan hanya sekedar memberikan sanksi disiplin tanpa mengenal persoalan pidana. "Tentunya kita semua harus menjunjung tinggi prinsip equality before the law," katanya.

Di sisi lain, Aboe meminta institusi polri sebagai sebuah lembaga harus segera berbenah. Menurut dia, perlu benar-benar dilakukan intropeksi dan reformasi internal. "Utamanya berkaitan dengan persoalan penanganan massa dan huru hara," katanya.

Lebih jauh dia mengatakan, tewasnya tiga orang serta banyaknya pengunjuk rasa yang terkena luka tembak pada insiden Bima menunjukkan kegagalan polisi dalam mengelola keamanan aksi unjuk rasa.

Kegagalan ini menambah daftar hitam penanganan masa oleh Polri. "Sebagaimana kita ketahui pengamanan yang dilakukan polri di Sumsel, Lampung maupun Papua juga memakan korban," ujarnya.

Minggu, 25 Desember 2011

Ahmad Zaerofi : Bekerjalah, Niscaya Akan Menuai Hasil


Cepat atau lambat Allah akan memberikan hasil atas segala jerih payah manusia yang telah diusahakannya. Demikian disampaikan anggota FPKS DPR RI Ahmad Zaerofi saat melaksanakan reses di Kelurahan Kebon Melati Tanah Abang beberapa waktu lalu.

"Yang namanya orang bekerja, cepat atau lambat hasilnya akan diberikan oleh Allah Swt. Percayalah," tegasnya meyakinkan.

Peryataan tersebut disampaikan Zaerofi saat menanggapi pertanyaan Toni warga Kebon Melati yang mengeluhkan pemberitaan negatif seputar PKS akhir-akhir ini. Selain itu Zaerofi juga menyoroti tentang peran media TV yang cenderung memberitakan informasi negatif dan keburukan orang lain, dibandingkan tayangan yang mendidik.

"Aset dan Potensi kebaikan yang ada di tengah masyarakat jumlahnya sangat banyak, namun jarang diliput oleh media TV, tapi sebaliknya jika terjadi musibah atau berita buruk barulah media ramai-ramai memberitakan," sesal pria berusia 39 tahun asal Ponorogo ini.

Zaerofi juga berpesan kepada kader-kader PKS, agar menambah waktu silaturahim, mengokohkan peran di masyarakat, terlibat aktif dalam partisipasi warga, serta mensyukuri aset-aset kebaikan yang ada di masyarakat. Jika itu dilakukan maka perjuangan selanjutnya melalui jalur eksekutif akan lebih mudah terwujud.

"Setelah beberapa tahun ini kita berjuang melalui jalur legislatif, kita menyadari bahwa jalur legislatif kekuatannya sangat terbatas. Jadi patut dipertimbangkan untuk kita berjuang melalui jalur eksekutif, hal ini penting kita lakukan agar perjuangan kita lebih efektif," paparaleg asal daerah pemilihan Jakarta Pusat ini. [ard]

Semarak Hari Ibu, PKS DKI Jakarta Gelar Family Expo


PKS Jakarta - Dalam rangka menyemarakan peringatan Hari Ibu pada 22 Desember nanti, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jakarta menggelar acara Family Expo tingkat DPD se DKI Jakarta, Minggu (18/12).

Untuk DPD PKS Jakarta Selatan akan menggelar Festival Perempuan se-DPD dengan rangkaian acara seperti Qosidah, Bazaar, dan lima perlombaan lainnya. Setiap DPC PKS yang ada di Jakarta Selatan harus menampilkan produk Pos Wanita Keadilan (Pos WK). Adapun tempat pelaksanaannya terletak di Kampung Kandang Jagakarsa. Peresmian untuk Family Expo akan dibuka langsung oleh Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Triwisaksana pada pukul 7.30. Acara ini akan berlangsung hingga pukul 12.00 WIB.

Usai pembukaan di DPD PKS Jakarta Selatan, Bang Sani sapaan akrab wakil DPRD DKI Jakarta tersebut giliran membuka acara berikutnya di DPD PKS Jakarta Barat pada pukul 9.00 WIB. Usai pembukaan, pelbagai jenis perlombaan pun telah menanti semangat warga Jakarta barat.

Berbagai acara telah disiapkan dalam Family Expo Jakarta Barat seperti lomba menulis surat cinta dari suami kepada isterinya. Hal ini bertujuan untuk menambah keharmonisan dalam sebuah keluarga. Pasalnya, pasca menikah seorang suami kini tak lagi membuat surat cinta untuk sang isteri. Dengan demikian, surat cinta ini menjadi momen nostalgia sang suami kepada isteri.

Berikutnya adalah lomba memasak nasi goreng yang diikuti oleh seluruh Badan Pengurus Harian DPD dan DPC Jakarta Barat. Memasak memang sudah biasa, tapi akan lebih menarik jika para pengurus PKS dan masyarakat akan beradu kreatifitas dalam mengolah rasa untuk sebuah nasi goreng.

Sebuah acara keluarga belum lengkap jika tidak melibatkan seorang anak. Dalam acara ini telah disiapkan lomba mewarnai untuk anak. Alhasil, anak para kader dan simpatisan ini akan beradu kreatifitas dalam mewarnai sebuah gambar.

Tak kalah menarik, untuk membangkitkan semangat perempuan acara Family Expo yang digelar oleh DPD PKS Jakarta Barat ini menyediakan lomba produk Pos Wanita Keadilan (Pos WK), lomba antar Rumah Keluarga Indonesia (RKI).

Kemudian DPD PKS Jakarta Timur dan Jakarta Pusat menyusul dengan agenda yang sama di daerah masing-masing.

DPD PKS Jakarta Utara menyelenggarakan acara Family Expo ini pada Sabtu (24/12) di Taman Fatahilah, Kota. Dengan tema yang sama dan akan di buka secara resmi pula oleh Bang Sani. (pks.or.id)

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons | Re-Design by PKS Piyungan