Tampilkan postingan dengan label dki. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dki. Tampilkan semua postingan

Kamis, 12 Januari 2012

Bang Sani : Transjakarta Harus Perhatikan Kebutuhan Warga Jakarta

Jakarta – Menanggapi maraknya keluhan warga Jakarta terkait dengan kualitas layanan TransJakarta yang menurun belakangan ini disikapi serius oleh Politisi Partai Keadilan Sejahtera Triwisaksana.
Triwisaksana saat naik Transjakarta (foto : istimewa)
“Keberadaan Transjakarta harus memperhatikan kebutuhan Warga Jakarta, yaitu memastikan pengelolaan TransJakarta sudah sesuai dengan Standar Pelayanan Minimum (SPM), menjaga agar tarif layanan Sistem Bus Rapid Transit (BRT) tetap terjangkau oleh daya beli masyarakat” tegas Triwisaksana Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, disela-sela Rapat Paripurna DPRD DKI Jakarta yang membahas Pengelolaan Sistem Bus Rapid Transit. Rabu (11/01/2012).
Menurut Triwisaksana kebutuhan warga Jakarta akan hadirnya transportasi publik yang aman, nyaman, dan terjangkau ini memang tidak bisa ditunda-tunda. Kemacetan yang kita alami sehari-hari hanya dapat terurai ketika pembangunan transportasi publik dapat segera kita realisasikan.
“Dalam rangka pembangunan Pola Transportasi Makro, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memerlukan pengembangan jaringan angkutan umum yang saling terintegrasi dengan moda angkutan lain, memiliki kualitas layanan yang baik serta tarif yang terjangkau. Untuk itu keberadaan TransJakarta harus memperhatikan kebutuhan warga Jakarta” Jelas pria yang akrab disapa Bang Sani.

Senin, 09 Januari 2012

LOKER PRAMUDI BUSWAY



P E N G U M U M A N

TENTANG PENERIMAAN LAMARAN PRAMUDI BUSWAY
UNTUK TRANSJAKARTA KORIDOR 2 DAN 3
TAHUN 2012

Dalam rangka persiapan Tender Pengoperasian Transjakarta Busway koridor 2 dan 3, Perum DAMRI menerima lamaran tenaga Pramudi dengan syarat  :


1.    Usia maksimal 45 tahun pada Desember 2012.
2.    Tinggi badan minimal 165 cm (pria) dan 160 cm (wanita).
3.    Pendidikan minimal SMP / sederajat.
4.    Memiliki SIM B 2 Umum.
5.    Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK).
6.    Surat Keterangan Sehat dari Dokter.
7.    Surat Bebas Narkoba dan Minuman Keras.

Surat lamaran lengkap ditujukan ke
Direksi Perum DAMRI
Jalan Matraman Raya Nomor 25
Jakarta Timur

dikirimkan dalam amplop tertutup paling lambat diterima tanggal 10 Januari 2012 (cap pos). Apabila Perum DAMRI dinyatakan menang dalam tender tersebut, maka bagi pendaftar yang memenuhi syarat akan dipanggil untuk mengikuti ujian tertulis dan psikotest.

http://www.poskerja.com/lowongan-pekerjaan-pramudi-di-transjakarta-januari-2012/

Apa Makna Jama’ah?

PKS Jakarta - Aku ingin menggambarkan makna jama’ah dengan sangat sederhana. Bukan dengan dalil-dalil, karena itu sudah sangat banyak dijelaskan para ulama dan para ustadz. Namun dengan hal-hal praktis yang kita lakukan dalam kehidupan keseharian. Hal-hal mudah yang bisa kita aplikasikan dalam kegiatan.
Dalam Skala Personal
Engkau adalah seorang kader dakwah, seorang aktivis. Dalam dirimu teramat banyak potensi yang Allah berikan, alhamdulillah. Dengan berbagai potensi itu engkau bisa melakukan banyak hal, teramat sangat banyak hal. Engkau bisa mengundang banyak orang untuk datang menghadiri kegiatanmu, engkau bisa mengumpulkan banyak khalayak untuk memenuhi undanganmu. Engkau bisa menggelar ribuan acara dengan nama dan potensimu. Engkau bisa mengatakan, “Sendiri saja, aku bisa melakukan semua ini”.
Memang bisa, dan sangat mudah bagimu.
Namun itu bukan jama’ah. Yang disebut jama’ah adalah ketika engkau tidak bekerja sendirian, kendati engkau sendiri mampu melakukan itu. Yang disebut jama’ah adalah ketika engkau tidak menjalankan semua agenda dakwah sendirian, kendati engkau sendiri yakin bisa melakukan itu; oleh karenanya engkau memerlukan kebersamaan untuk mengemban amanah dakwah.
Yang disebut jama’ah adalah ketika engkau menjadi satu bagian yang utuh dari sebuah kebersamaan, kendati engkau merasa lebih leluasa bekerja sendirian. Yang disebut jama’ah adalah ketika ada visi jama’i, ada manhaj, ada khuthuwat, ada baramij, yang kesemuanya merupakan produk kolektif, bukan produk individu, kendati engkau bisa membuat itu semua sendirian.
Pada Struktur Ranting
Pada struktur lembaga dakwah di tingkat ranting, aku sangat yakin bahwa para aktivis yang berada dalamnya memiliki potensi yang luar biasa hebat. Mereka bisa melakukan sangat banyak aktivitas dakwah di tingkat ranting. Mereka melakukan koordinasi, konsolidasi juga ekspansi. Mereka menggelar program dan kegiatan setiap hari. Mereka melakukan berbagai inovasi dakwah tiada henti.
Mereka menyelenggarakan berbagai kegiatan besar dan mampu menghimpun sangat banyak kalangan. Pada titik ini, struktur dakwah tingkat ranting bisa mengatakan, “Kami bisa berjalan sendiri, tanpa perlu struktur dakwah di tingkat cabang. Toh nyatanya selama ini kami memang telah berjalan sendiri tanpa didampingi struktur cabang”.
Memang bisa, dan sangat mudah bagimu.
Namun itu bukan jama’ah. Yang disebut jama’ah adalah ketika struktur ranting selalu berkoordinasi dengan cabang, kendati mereka merasa mampu melakukan semua kegiatan itu secara mandiri. Yang disebut jama’ah adalah ketika struktur ranting tidak menjalankan semua agenda dakwah sendirian, dan merasa tidak memerlukan struktur cabang, kendati memang mampu menjalankan semuanya sendirian.
Yang disebut jama’ah adalah ketika struktur ranting menjadi bagian yang utuh dari struktur cabang, kendati mereka merasa lebih leluasa bekerja mandiri, tanpa intervensi apapun dari cabang. Yang disebut jama’ah adalah ketika ada arahan, supervisi, koordinasi, dan konsolidasi struktur cabang dengan struktur ranting. Ketika ada kebersamaan yang harmonis antara struktur cabang dengan ranting. Karena sesungguhnya tidak artinya cabang ketika tidak ada ranting, dan begitu pula sebaliknya. Inilah yang disebut jama’ah.
Pada Struktur Cabang
Pada struktur lembaga dakwah di tingkat cabang, aku sangat yakin bahwa para aktivis yang berada dalamnya memiliki potensi yang luar biasa hebat. Mereka bisa melakukan sangat banyak aktivitas dakwah di tingkat cabang. Mereka melakukan koordinasi, konsolidasi juga ekspansi. Mereka menggelar program dan kegiatan setiap hari. Mereka melakukan berbagai inovasi dakwah tiada henti.
Mereka menyelenggarakan berbagai kegiatan besar dan mampu menghimpun sangat banyak kalangan. Pada titik ini, struktur dakwah tingkat cabang bisa mengatakan, “Kami bisa berjalan sendiri, tanpa perlu struktur dakwah di tingkat daerah. Toh nyatanya selama ini kami memang telah berjalan sendiri tanpa didampingi struktur daerah”.
Memang bisa, dan sangat mudah bagimu.
Namun itu bukan jama’ah. Yang disebut jama’ah adalah ketika struktur cabang selalu berkoordinasi dengan pengurus daerah, kendati mereka merasa mampu melakukan semua kegiatan itu secara mandiri. Yang disebut jama’ah adalah ketika struktur cabang tidak menjalankan semua agenda dakwah sendirian, dan merasa tidak memerlukan struktur daerah, kendati memang mampu menjalankan semuanya sendirian.
Yang disebut jama’ah adalah ketika struktur cabang menjadi bagian yang utuh dari struktur daerah, kendati mereka merasa lebih leluasa bekerja mandiri, tanpa intervensi apapun dari pengurus daerah. Yang disebut jama’ah adalah ketika ada arahan, supervisi, koordinasi, dan konsolidasi struktur daerah dengan struktur cabang. Ketika ada kebersamaan yang harmonis antara struktur daerah dengan cabang. Karena sesungguhnya tidak artinya daerah ketika tidak ada cabang, dan begitu pula sebaliknya. Inilah yang disebut jama’ah.
Pada Struktur Daerah
Aku juga sangat yakin, pada struktur lembaga dakwah di tingkat daerah, para aktivis yang berada dalamnya memiliki potensi yang luar biasa hebat. Mereka bisa melakukan sangat banyak aktivitas dakwah di tingkat daerah. Mereka melakukan koordinasi, konsolidasi juga ekspansi. Mereka menggelar program dan kegiatan setiap hari. Mereka melakukan berbagai inovasi dakwah tiada henti.
Mereka menyelenggarakan berbagai kegiatan besar dan mampu menghimpun sangat banyak kalangan. Pada titik ini, struktur dakwah tingkat daerah bisa mengatakan, “Kami bisa berjalan sendiri, tanpa perlu struktur dakwah di tingkat wilayah. Toh nyatanya selama ini kami memang telah berjalan sendiri tanpa didampingi struktur wilayah”.
Memang bisa, dan sangat mudah bagimu.
Namun itu bukan jama’ah. Yang disebut jama’ah adalah ketika struktur daerah selalu berkoordinasi dengan pengurus wilayah, kendati mereka merasa mampu melakukan semua kegiatan itu secara mandiri. Yang disebut jama’ah adalah ketika struktur daerah tidak menjalankan semua agenda dakwah sendirian, dan merasa tidak memerlukan struktur wilayah, kendati memang mampu menjalankan semuanya sendirian.
Yang disebut jama’ah adalah ketika struktur daerah menjadi bagian yang utuh dari struktur wilayah, kendati mereka merasa lebih leluasa bekerja mandiri, tanpa intervensi apapun dari pengurus wilayah. Yang disebut jama’ah adalah ketika ada arahan, supervisi, koordinasi, dan konsolidasi struktur wilayah dengan struktur daerah. Ketika ada kebersamaan yang harmonis antara struktur wilayah dengan daerah. Karena sesungguhnya tidak artinya wilayah ketika tidak ada daerah, dan begitu pula sebaliknya. Inilah yang disebut jama’ah.
Pada Struktur Wilayah
Aku sangat yakin, pada struktur lembaga dakwah di tingkat wilayah, para aktivis yang berada dalamnya memiliki potensi yang luar biasa hebat. Mereka bisa melakukan sangat banyak aktivitas dakwah di tingkat wilayah. Mereka melakukan koordinasi, konsolidasi juga ekspansi. Mereka menggelar program dan kegiatan setiap hari. Mereka melakukan berbagai inovasi dakwah tiada henti.
Mereka menyelenggarakan berbagai kegiatan besar dan mampu menghimpun sangat banyak kalangan. Pada titik ini, struktur dakwah tingkat wilayah bisa mengatakan, “Kami bisa berjalan sendiri, tanpa perlu struktur dakwah di tingkat pusat. Toh nyatanya selama ini kami memang telah berjalan sendiri tanpa didampingi struktur pusat”.
Memang bisa, dan sangat mudah bagimu.
Namun itu bukan jama’ah. Yang disebut jama’ah adalah ketika struktur wilayah selalu berkoordinasi dengan pengurus pusat, kendati mereka merasa mampu melakukan semua kegiatan itu secara mandiri. Yang disebut jama’ah adalah ketika struktur wilayah tidak menjalankan semua agenda dakwah sendirian, dan merasa tidak memerlukan struktur pusat, kendati memang mampu menjalankan semuanya sendirian.
Yang disebut jama’ah adalah ketika struktur wilayah menjadi bagian yang utuh dari struktur pusat, kendati mereka merasa lebih leluasa bekerja mandiri, tanpa intervensi apapun dari pengurus pusat. Yang disebut jama’ah adalah ketika ada arahan, supervisi, koordinasi, dan konsolidasi struktur pusat dengan struktur wilayah. Ketika ada kebersamaan yang harmonis antara struktur pusat dengan wilayah. Karena sesungguhnya tidak artinya pusat  ketika tidak ada wilayah, dan begitu pula sebaliknya. Inilah yang disebut jama’ah.
Inilah Jama’ah
Ya, inilah bangunan jama’ah itu. Ketika semua bagian saling terkait, saling menyatu, saling menjadi bagian utuh dengan bagian lainnya. Setiap bagian sama pentingnya, seperti kita memahami bagian manakah yang penting dari mobil. Roda sama pentingnya dengan kemudi, rem sama pentingnya dengan gas, oli sama pentingnya dengan bahan bakar. Semua bagian menjadi pembentuk bangunan utuh dari jama’ah. Jika berkurang satu bagian, akan berdampak secara sistemik bagi kegiatan dan kehidupan jama’ah.
Perumpamaan orang-orang mukmin dalam berkasih sayang bagaikan satu tubuh, apabila satu anggota badan merintih kesakitan maka sekujur badan akan merasakan panas dan demam” (HR. Muslim).
Semua dari kita memiliki potensi dan kemampuan yang hebat, alhamdulillah. Namun sehebat apapun potensi itu, menjadi kurang bermakna ketika tidak diwadahi jama’ah. Engkau mungkin kurang sabar dalam mengikuti ritme hidup berjama’ah, karena ada aturan, ada panduan, ada pedoman, ada keputusan yang harus dilakukan. Engkau mungkin merasa bosan dengan berbagai agenda hidup berjama’ah yang tampak lamban, padahal engkau bisa melakukan berbagai hal lebih cepat.
Memang bisa, dan sangat mudah bagimu.
Namun itu bukan jama’ah. Karena jama’ah artinya keterpaduan, kesatuan, keharmonisan, kebersamaan, kesediaan, kerelaan, empati, dan keteraturan. Karena jama’ah artinya perencanaan. koordinasi, konsolidasi, pengaturan, manajemen, komando, pengawasan serta evaluasi. Karena jama’ah artinya penyatuan hati, perasaan, pikiran, dan kegiatan. Karena jama’ah artinya kasih sayang, kelembutan, ketegasan, kedisiplinan dan keserasian.
Karena jama’ah artinya cinta.

nDalem Mertosanan, 6 Januari 2012
Sumber : http://cahyadi-takariawan.web.id/?p=2053

Minggu, 08 Januari 2012

PKS: Pembangunan Infrastruktur di DKI Telah Maksimal


Upaya Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo dalam mengatasi kemacetan dengan membenahi infrastruktur di ibu kota dinilai Partai Keadilan Sejahtera (PKS) telah maksimal. Kehadiran bus Transjakarta yang kini telah memiliki 10 koridor dan pembangunan proyek mass rapid transit (MRT) merupakan bentuk keseriusan Fauzi Bowo di empat tahun kepemimpinannya dalam menata persoalan transportasi di ibu kota menjadi lebih modern dan terintegrasi.

Ketua DPW PKS DKI Jakarta, Selamat Nurdin, menilai penanganan insfrastruktur di ibu kota cukup baik. Bahkan, saat ini proyek MRT dijadwalkan bisa beroperasi pada 2016 mendatang, telah masuk dalam tahap pra kualifikasi.

“Perbaikan transportasi untuk mengurai kemacetan juga sudah dapat dilihat hasilnya. Di antaranya dengan telah beroperasinya 10 koridor bus Transjakarta. Termasuk feeder busway yang baru diresmikan kemarin,” katanya, Senin (3/10).

Selamat menilai, langkah pembatasan angkutan berat di ruas tol dalam kota, juga merupakan salah satu terobosan baik yang dilakukan Pemprov DKI. Sehingga kemacetan di tol dalam kota bisa terurai serta menambah kecepatan rata-rata kendaraan.

Selain itu, rencana pembangunan bendungan raksasa di Teluk Jakarta yang digagas Fauzi Bowo, juga mendapat perhatian. Mengingat dengan adanya bendungan raksasa tersebut diharapkan dapat menyelamatkan Jakarta dari ancaman banjir besar dan abrasi dari kawasan Pesisir Jakarta. Selain itu, difungsikannya Kanal Banjir Timur (KBT) pada akhir 2009 lalu, terbukti dapat mengurangi titik banjir di ibu kota. Dari semula 78 titik menjadi 62 titik rawan banjir.

"DKI juga telah memiliki RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah) hingga 2030 mendatang. Sehingga Pemprov sudah memiliki rencana yang jelas untuk ibu kota ke depan," jelasnya.

Terkait masih ada pelayanan yang belum maksimal, ia menilai tidak sepenuhnya kesalahan dibebankan kepada Pemprov DKI atas sesuatu yang belum berhasil dilakukan. Karena di beberapa peraturan ada campur tangan dari pemerintah pusat. "Seperti masalah transportasi ada wewenang dari pemerintah pusat untuk memberikan kebijakan. Tapi semuanya sudah bagus dan menuju perbaikan," jelasnya.

Ia menyarankan agar Pemprov DKI Jakarta menjalankan koordinasi yang baik dengan pemerintah pusat. Selain itu, pembagian tugas dengan wilayah penunjang di sekitar Jakarta juga perlu mendapat perhatian

http://www.beritajakarta.com/2008/id/berita_detail.asp?nNewsId=46550

PKS Nilai Positif Revisi Perda Perpasaran


Revisi Perda No 2 tahun 2002 tentang Perpasaran Swasta yang kini di tangan pihak legislatif, dinilai Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) DPRD DKI sebagai suatu hal yang positif. Sebab, secara substansial dalam revisi itu juga diatur tentang pembangunan dan pendirian pasar modern yang harus mengacu pada Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR).

"Pembahasan revisi perda ini diharapkan menjadi momentum untuk menata kembali keberadaan pusat perbelanjaan dan minimarket, serta kebangkitan pasar dan pedagang tradisional," jelas Nurjanah Hulwani, anggota FPKS DPRD DKI, Senin (6/6).



Nurjanah menambahkan, pengaturan perlu dilakukan untuk mengurangi dampak negatif dari keberadaan pusat perbelanjaan yang selama ini terjadi.
 Menurutnya, pengembangan pasar tradisional ke depan juga perlu diikuti dengan pembinaan bagi pedagang pasar tradisional. Khususnya dalam bidang kualitas barang dan pelayanan kepada konsumen sehingga bisa lebih bersaing dengan pasar modern.

"Pemprov DKI harus berupaya menciptakan dan memberikan intensif bagi terbentuknya brand image pasar yang khas," tandasnya.

Terkait penghapusan pasal 10 tentang luas dan jarak tempat penyelenggaraan usaha, anggota Faksi Partai Amanat Nasional (FPAN), Wanda Hamidah, mengatakan pasal yang dihapus justru membahas secara rinci mengenai zonasi pasar swasta. Menurutnya, zonasi masih sangat diperlukan untuk melindungi keberadaan pasar tradisional.

"Karena tanpa ada regulasi yang mengatur masalah zonasi pasar swasta akan membuat pasar tradisional semakin terpuruk," katanya.

Pasal yang juga dihapus dalam revisi perda ini yakni pasal 12 yang menyoroti masalah kewajiban pasar swasta, di antaranya kemitraan dengan usaha kecil dan koperasi, pelarangan judi, serta pencantuman label halal bagi barang-barang yang diperdagangkan. Namun hal-hal tersebut tidak lagi dibicarakan pada ajuan revisi Perda No 2 tahun 2002.



Menurut Wanda yang tidak kalah penting juga dihapusnya pasal 13 dan pasal 14 yang membicarakan masalah kewajiban pasar swasta untuk menyediakan ruang usaha bagi pedagang kecil atau pedagang kaki lima seluas 10 persen hingga 20 persen dari luas bangunan dan tidak dapat diganti dalam bentuk lain. "Kami berpendapat usaha pendamping seperti ini sangat membantu dan penting bagi rakyat kecil dalam mendorong kemajuan usahanya," imbuhnya.

Jumat, 06 Januari 2012

Ini Dia Jadwal dan Tahapan Pemilukada DKI 2012

Jakarta - Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta telah memutuskan jadwal dan tahapan resmi penyelenggaraan untuk Pemilukada DKI 2012. Keputusan tersebut telah dituangkan dalam Surat Keputusan KPU Provinsi DKI Jakarta Nomor 01/Kpts/KPU-Prov-010/2011 tentang Hari dan Tanggal Pemungutan Suara Pemilihan Umum Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Tahun 2012.

Menurut Ketua KPU Provinsi DKI Jakarta, Juri Ardiantoro, tidak ada perubahan jadwal pemungutan suara dari hasil rapat di awal.

"Pemungutan suara pada Rabu, 11 Juli 2012. Jadwal ini dianggap paling tepat," kata Juri kepada detikcom, Rabu (14/12/2011).

Untuk proses pendaftaran pasangan calon gubernur dan wakil gubernur baik dari parpol maupun independen dilakukan mulai tanggal 13-19 Maret 2012. Hanya saja, untuk calon gubernur yang berasal dari perseorangan atau independen harus sudah menyerahkan dokumen dukungan berupa KTP warga DKI pada tanggal 8 sampai 12 Februari 2012.

"Sekurang-kurangnya menyerahkan 407.340 dukungan atau 4 persen dari penduduk Jakarta 10.183.498 jiwa," katanya.

Lebih jauh ia menjelaskan, untuk calon gubernur dan wakil gubernur yang diusung oleh parpol atau gabungan parpol ada dua mekanisme yang bisa dipilih saat akan mengajukan calonnya.
Partai politik (parpol) atau gabungan parpol harus memiliki suara sah paling rendah 15 persen atau 539.986 suara sah dari total jumlah suara sah pada Pemilu DPRD DKI Jakarta 2009 lalu sebesar 3.599.906 suara. Dengan demikian, parpol atau gabungan parpol tersebut dapat mengajukan pasangan apabila memiliki kursi paling rendah 15 kursi dari jumlah kursi yang ada di DPRD Provinsi DKI Jakarta periode 2009-2014 sebanyak 94 kursi.

Untuk jadwal kampanye sendiri, rencananya dimulai sejak 24 Juni sampai 7 Juli 2012. Lalu diberikan waktu masa tenang sebelum pemungutan sejak tanggal 8 Juli hingga 10 Juli 2012.

"Untuk rekap hasil pemungutan suara terakhir seluruhnya di provinsi dijadwalkan 19-20 Juli. Sedangkan Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Janji Gubernur dan Wakil Gubernur pada 7 Oktober 2012 bertepatan dengan masa habis periode ini," papar Juri

Terkait Daftar Pemilih Tetap (DPT) untuk tahun ini diperkirakan menjadi 7,5 juta. Data itu berdasarkan sumber dari Data Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4).

"Tapi itu belum pasti. Kita masih menunggu DP4 resminya dari Dinas Kependudukan paling lama 12 Februari 2012. Agar pada tanggal 13 April bisa diumukan Daftar Pemilih Sementara (DPS) dilakukan pada 13 April. Dan jika pun ada perbaikan, pada 20 sampai 22 Mei Daftar Pemilih Tetap (DPT) bisa diumumkan dan disahkan," jelasnya.

Rabu, 04 Januari 2012

PKS Tegas Dukung Penuntasan Skandal Century


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menyatakan tak akan bergeser sikapnya dalam penuntasan kasus skandal bailout Bank Century Rp 6.7 triliun. Bahkan, PKS akan menjadi partai yang akan ikut mengusung Hak Menyatakan Pendapat (HMP) menuntaskan kasus ini.

"Kita sepakat dari awal, mendukung Century dari awal, termasuk mendukung Hak Menyatakan Pendapat. PKS concern mengawal Century, dan tak akan bergeser sikapnya," kata Ketua DPP PKS Bidang BUMN, Perdagangan, Koperasi Kecil dan Menengah, Refrizal, Selasa (02/01/2011).

Hasil audit investigasi kedua yang dilakukan oleh BPK, kata Refrizal, juga menjadi acuan bagi PKS dalam penuntasan kasus ini. Penuntasan kasus ini, diharapkan terbuka dan terang menderang.

"Dan hasil audit terbaru BPK juga menjadi bahan bagi KPK untuk bekerja. DPR mengawasi semuanya. Kami ingin KPK jilid III ini dapat menuntaskan kasus korupsi yang besar-besar. Meski kasus korupsi yang kecil-kecil juga jangan dibiarkan," tandasnya.

KPK jangan sampai lari dari subtabsi, membersihkan semua praktik korupsi. Bagi kami, koruptor itu adalah terotis. Secara pelan-pelan membunuh. Kita sudah kehilangan KPK yang kemarin, sekarang harapannya ada di KPK sekarang ini, jangan sampai mengecewakan," demikian Refrizal.

Selasa, 03 Januari 2012

Tanggul Jebol, Warga Kwitang Cemas

dpra pks kwitang bersama warga dari rt.5 dan rt.3 rw.03, membangun posko bantuan keadilan, berupa makan siang, pada tahun 2007. dimana banjir pada tahun 2002 bisa sampai 2 meter, karena kwitang di kelilingi oleh kali ciliwung yang menuju mesjid istiqlal dan istana negara di monas. semoga 2012 tidak banjir karena sudah terdapat bkt dan bkb.


JAKARTA, BK

Puncak musim hujan yang kian dekat membuat ribuan warga yang bermukim di pinggiran kali Jl Inspeksi Kali Ciliwung, Kwitang. Senen, Jakarta Pusat semakin waswas. Mereka mengkhawatirkan banjir bakal merendam kawasan itu, karena beberapa bagian tanggul kali yang jebol hingga kini belum diperbaiki.

"Bagaimana tidak cemas, empat bagian tanggul di sekitar rumah kita yang jebol tak kunjung diperbaiki. Kalau hujan deras kami khawatir air langsung masuk ke pemukiman warga, karena tak ada yang menahan," ujar Junaedi, warga RW 06 Kwitang.Kecemasan serupa menghantui Usup, warga RW 03. "Pemukiman kami termasuk kawasan rawan banjir, tahun lalu tanggul dalam keadaan bagus pun kebanjiran semeter. Gimana dengan tanggul yang jebol saat ini?" ungkapnya. Sekadar diketahui, pada banjir siklus lima tahunan pada 2002 dan 2007 kawasan kebanjiran mencapai 2-3 meter.

Pantauan Berita Kota, dua titik tanggul yang jebol selebar 3-4 meter di RT 11/03. Jarak juga berdekatan, tepatnya di belakang Kantor Kelurahan Kwitang. Di RT 13/06 satu titik dan RT 04/02 satu titik.Lurah Kwitang Muchlis mengakui bahwa warganya sedang dilanda kecemasan belakangan ini. Mereka bahkan sudah berulangkali bertanya seputar perbaikan tanggul dimaksud. Kalau tak secepatnya, warga khawatir lingkungan mereka bakal terendam banjir pada puncak musim penghujan yang diperkirakan terjadi Januari hingga Februari 2010. "Kami telah melaporkan kondisi ini ketingkat kota agar segera mendapat penanganan," ucapnya.

Dikatakan, ada dua masalah yang membuat tanggul tersebut jebol. Yaitu, dimakan usia dan karena ditinggal pemborong yang melakukan pengerukan Kali Ciliwung beberapa waktu lalu. Satu titik yang jebol tahun ini karena termakan usia, dua titik ditinggal pemborong, dan satu titik lagi masih dikerjakan.
Dijelaskan, pada Oktober lalu pemborong melakukan pengerukan Kali Ciliwung di kawasan itu. Untuk memasukkan alat berat ke dalam kali pemborong terpaksa menjebol tanggul. Toto, pemborong dimaksud sebenarnya berjanji akan memperbaikinya setelah pekerjaan rampung. Tapi janji itu tak ditepati. "Kita telah telepon dia, tapi teleponnya tak aktif lagi," katanya.Sedangkan satu tanggul lagi dijebol untuk pembangunan jembatan. Hingga kini proyek tersebut masih berlangsung dan kemungkinan pembangunan masih dilanjutkan tahun depan.

Jago Merah Lalap 50-an Rumah di Kwitang

Warga mulai membersihkan dan berbenah pasca kebakaran yang melanda kawasan Kramat Kwitang RT 09 RW 09, Jakarta Pusat.

Jakarta - Jago merah mengamuk lagi. Tak kurang dari 50 rumah dan kios hangus akibat lalapan api. Warga Jl Kramat Kwitang III RT 9/ RW IX, Jakarta pun panik. Api mulai membumbung sekitar pukul 02.00 WIB, Kamis (24/8/2006). Penyebab kebakaran masih simpang siur. Diduga api berasal dari pembakaran dupa sesaji salah seorang warga. Lokasi kebakaran adalah di pemukiman padat penduduk yang terletak di dekat Pasar Dalam Kwitang. Sekitar 20 unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk menjinakkan api. Pukul 05.30 WIB, api sudah bisa dikuasai. Warga setempat masih berkerumun di lokasi kejadian. Petugas pemadam kebakaran juga mengambil air dari Sungai Ciliwung untuk memadamkan api. Sementara itu, situasi lalu lintas masih lancar, mengingat peristiwa terjadi pada dini hari. (nvt/)

Usai Kebakaran Kwitang, Pedagang Masih Semangat Gelar Dagangan
Ari Saputra - detikcom Jakarta - Bau hangus masih kuat tercium. Bahkan asap sisa kebakaran di Jl Kramat Kwitang III, Jakarta Pusat, masih mengepul. Namun para pedagang Pasar Dalam Kwitang masih bersemangat menggelar dagangannya.

Akibat kebakaran, banyak los pasar yang tidak bisa digunakan. Jalan sekitar pasar pun digunakan untuk tempat berdagang. Namun pedagang yang tidak kebagian tempat terpaksa masuk ke dalam pasar yang gelap.

Jumat, 30 Desember 2011

Mau Jadi Gubernur DKI, Gandeng PKS

Ini himbauan buat para calon gubernur (cagub) yang ingin berduel di Pilkada pada Juli 2012. Jika ingin menumbangkan calon incumbet, Fauzi Bowo sebaiknya Anda menggandeng PKS.

PARTAI berlebel dakwah ini adalah parpol yang mempunyai mesin solid di DKI Jakarta. Apalagi sejak dipimpin Selamat Nurdin, PKS kian gesit. “PKS mempunyai kekuatan yang handal. Saya rasa mesin PKS mampu mengimbangi Fauzi Bowo,” terang pengamat politik Universitas Trisakti Adilsyah Lubis.

Sayangnya PKS terang Adilsyah tidak mempunyai figur popularitasnya mampu menandingi Fauzi Bowo. “Jadi untuk melawan incumbent harus dengan kekuatan mesin,” tegasnya.

Belajar pada Pilkada 2007 lalu, PKS mampu mengimbangi 19 parpol pendukung duet Fauzi Bowo-Prijanto. Selain PKS ada PDIP, Golkar dan PPP. “Dan yang mampu menandingi PKS hanya PDIP. Jadi jika cagub sukses merebut PKS, PDIP, Golkar dan PPP maka Fauzi Bowo tidak ada apa-apanya,” terang Adilsyah.

Sedangkan Partai Demokrat terang Adilsyah belum terlihat mesinnya di ibukota. Kemenangan partai bintang mercy di 2009 karena figur Presiden SBY dan bukan pada loyalitas kadernya. “Secara kursi di DPRD DKI, Demokrat menang tapi kalau kekuatan mesin belum tentu,” tambahnya.


Kamis, 29 Desember 2011

Sule : Demi PKS Saya Membatalkan Undangan di tempat lain

Jakarta (17/4) : Kedatangan Sule "Prikitiw" langsung disambut heboh massa di GBK. Massa yang membludak langsung berdiri semangat menyambut Sule.
" Selamat Ulang Tahun yang ke 13 PKS," ucapnya.
Sule membuka perjumpaan dengan massa PKS dengan mengucapkan selamat milad ke-13. Kontan para kader dan simpatisan yang langsung menyambutnya dengan penuh kegembiraan.
Pelawak Opera Van Java ini selanjutnya mengajak massa untuk yang melaut ini untuk mebuat gelombang keadilan. Tanpa dikomando lagi massa langsung bersemangat menyambut seruan Sule.
" Demi PKS, saya membatlakan acara saya ke Semarang, " lanjutnya yang disambut tepuk tangan meriah oleh massa yang hadir.
Loh, memang ada acara di Semarang? " Lagian, ngapain juga saya ke Semarang, gak ada yang ngundang," spontan Sule menjawab pertanyaan MC. Massa menyambut dengan gelak tawa yang membahana.
" Saya datang kemari karena saya ingin mendukung upaya PKS dalam memajukan bangsa," lagi-lagi massa menyambut dengan tepuk tangan yang lebih meriah.
Terakhir Sule menyapa semua duta besar yang hadir dengan logat Inggris dan Arab yang dimain-mainkan. Sambutan heboh kembali terjadi saat Sule membacakan nama Dubes Palestina.
Awas ada Sule!!!! Prikitiwww!!!

Rabu, 28 Desember 2011

Hilmi Aminuddin : Bang Sani Memimpin, Jakarta Kembali Fitrah


PKS Jakarta : Jakarta akan sejahtera bila Jakarta kembali kepada fitrahnya, dan Jakarta akan kembali kepada fitrahnya, bila Triwisaksana memimpin Jakarta.

Demikian disampaikan Ketua Majelis Syuro PKS Hilmi Aminuddin padaacara Family Expo PKS di Kota Tua, Ahad (24/12). Oleh karena itu, Hilmi meminta warga Jakarta untuk mendukung Triwisaksana pada pilkada 2012 mendatang, agar Jakarta kembali kepada fitrahnya.

Pada kesempatan itu, Hilmi juga menyatakan bahwa kunci kunci kesejahteraan dan keberhasilan hidup manusia adalah bila tiap-tiap anggota keluarga kembali pada fitrahnya.

“Pangkal kerusakan sebuah rumah tangga karena suami dan isteri lupa akan fitrahnya. Bila ingin keluarga hidup normal, kembalikan seluruh peran hidup kepada fitrahnya,” tegas Hilmi.

Pada kesempatan yang sama, Triwisaksana atau yang biasa dengan sebutan Bang Sani ini, mengatakan bahwa PKS akan memikirkan kepentingan para ibu dan kaum perempuan melalui pemberian anggaran pemberdayaan perempuan dengan porsi lebih besar. “Bila PKS masuk dalam pemerintahan, Insya Allah anggaran bagi pemberdayaan perempuan akan tiga kali lipat lebih besar,” tegas Sani. (adine)

PKS : Popularitas Bang Sani Tembus Angka 50%


Popularitas Triwisaksana atau yang kerap kali dipanggil dengan Bang Sani terus mengalami kenaikan, hasil terakhir tembus ke angka 50%. Berbekal inilah membuat Optimisme Partai Keadilan Sejahtera (PKS) makin tinggi untuk mengusung kadernya Triwisaksana sebagai bakal calon Gubernur DKI Jakarta. PKS menyebut Triwisaksana atau Bang Sani sudah populer di Jakarta.

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Pusat (DPW) PKS DKI Jakarta, Slamet Nurdin mengatakan, partainya saat ini terus memperkenalkan sosok Bang Sani ke warga Jakarta. Selain itu, PKS juga sudah menyiapkan rencana kerja untuk memenangkan Pemilukada bulan Juli 2012.

Sebagaimana yang disampaikan langsung ke media online okezone Senin (26/12) Selamat Nurdin mengatakan “Daripada menunggu koalisi parpol, kita bergerak lebih dulu dengan mempopulerkan Bang Sani. Tingkat pengenalan Bang Sani sudah mencapai 50 persen di Jakarta, artinya sudah cukup populer,” .

Menurutnya, figur Bang Sani akan diterima publik Jakarta yang memiliki latar belakang beragam. Dia memastikan Bang Sani adalah tokoh plural yang mengayomi semua kalangan. “Kita ingin pastikan ke warga Jakarta, Bang Sani tokoh plural, menggarap basis segala lapisan dan tidak akan bekerja demi kelompok tertentu,” ujarnya.

Hingga saat ini, PKS sambung dia terus melakukan komunikasi dengan sejumlah parpol termasuk kandidat calon gubernur yang ada seperti Fauzi Bowo, Nachrowi Ramli dan Tantowi Yahya. Namun, PKS akan memutuskan berkoalisi bila tercapai kesepakatan.

“Harus ada kesamaan tentang konsep pembenahan Jakarta, karena kota sebesar ini harus dikelola secara bersama-sama. Bila hasil musyawarah ditemukan kesepakatan, PKS bersedia menaruh Bang Sani di posisi Wakil Gubernur,” sebut Nurdin.

Dia juga membantah kabar miring yang menyebut PKS mematok harga tertentu sebagai syarat untuk mencalonkan seseorang yang meminta dukungan PKS.

“PKS tidak pernah meminta uang ke calon, kita bekerja bersahaja, uang bukan alat utama perjuangan. Kita enggak prioritaskan pinangan uang, itu terlalu pragmatis karena PKS berorientasi kinerja bukan uang,” pungkasnya.

Minggu, 25 Desember 2011

Korwe Ujung Tombak Pemenangan Pemilukada


DPC PKS Setia Budi mengadakan Pelatihan Korwe November 2011 di Masjid Taufik Jakarta Selatan, Ahad (18/12). 23 Korwe dari 45 Korwe tampak hadir pada acara ini.

Ketua DPC PKS Setia Budi Panca Hariawan, ST dalam sambutannya mengatakan bahwa tidak ada pembelaan dari Allah jika manusia jauh dari-Nya. Maka, ketika berada dalam barisan PKS, amalan harian harus diperhatikan. “Sholat harus berjama’ah di masjid, baca Al Qur’an dan kita harus senantiasa ikut ta’lim,” jelas Panca.

Fasilisator Pemenangan Pemilukada (FPP) Setia Budi, Sugeng Sukarni mengingatkan, bahwa Korwe adalah ujung tombak kemenangan Bang Sani di Pemilukada 2012, yang nantinya akan bekerjasama dengan Korte dalam mensosialisasikan Bang Sani. [oman]

PKS Siap Terjunkan Relawan Perempuan


PKS Jakarta-Partai Keadilan sejahtera melatih 350 relawan perempuan yang akan terjun langsung ke masyarakat guna menyerap aspirasi. Relawan yang dipilih dari seluruh kelurahan dan kecamatan di DKI Jakarta ini, dibekali teknik berkomunikasi, public speaking dan materi kepartaian. Diharapkan dari pelatihan ini, para relawan perempuan akan menjadi juru bicara partai yang mampu menjyampaikan prestasi-prestasi PKS selama ini. Hal itu disampaikan oleh Ketua DPW PKS DKI Jakarta, Selamat Nurdin, di hadapan 350 relawan perempuan yang sedang menerima pelatihan sehari penuh (27/11).
Menurut Selamat, PKS merasa perlu untuk kembali terjun ke masyarakat. Selain memarketingkan partai dengan data berupa prestasi PKS selama ini, para relawan juga menjadi telinga partai guna menerima aspirasi masyarakat. Selamat juga memberi arahan pada relawan untuk tetap bersikap dinamis di masyarakat. "Relawan harus mampu menjadi perekat antara partai dan masyarakat", ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, hadir pula Ketua MPW PKS DKI Jakarta, Ir Triwisaksana Msc. Pria yang diakrabi dengan sebutan Bang Sani ini menyatakan pentingnya peran relawan perempuan dalam menyerap aspirasi masyarakat. “Perempuan adalah salah satu segmen masyarakat yang besar, dan memiliki peran signifikan dalam membangun bangsa”, ujarnya. Dengan menghadirkan relawan perempuan ke tengah masyarakat, diyakini juga akan merangsang munculnya kreativitas kaum perempuan untuk menyelesaikan permasalahan di tengah masyarakat.
Untuk itu, Bang Sani yang juga Wakil Ketua DPRD ini sangat mengapresiasi keberadaan Relawan Perempuan PKS. “Harus diakui, banyak sekali agenda partai ini yang sukses karena dikawal oleh kader dan simpatisan perempuan PKS”, tuturnya. Saatnya, tambah Sani, PKS memberikan kontribusi lebih besar bagi masyarakat dengan kehadiran relawan perempuan. (Ir@)

PKS DKI Jakarta Gelar Rakorwil


PKS Jakarta - Dewan Pimpinan Tingkat Wilayah (DPTW) PKS DKI Jakarta menggelar rapat kerja wilayah (Rakerwil) di Lembang Bandung Jawa Barat, Sabtu-Ahad (10-11).

Rakerwil di ikuti para pengsionaris Majelis Pertimbangan Wilayah (MPW), Dewan Syariah Wilayah (DSW) dan Dewan Pengurus Wilayah (DPW) beserta bidang-bidang di dalamnya. Acara juga diikuti oleh para pengurus dari Lima DPD di Jakarta, yaitu DPD Jakarta Pusat, Selatan, Utara, Timur dan Barat.

Acara dimulai dengan sambutan para Ketua DPTW, yaitu Ketua DPW Selamat Nurdin, Ketua DSW Abdulrahman Suhaimi dan Ketua MPW Triwisaksana. Acara kemudian dilanjutkan dengan pemaparan tiap-tiap bidang di DPW berupa laporan evaluasi kerja tahun 2011 dan program kerja tahun 2012.

Dalam sambutannya, Triwisaksana mengatakan bahwa konsolidasi struktur di PKS DKI Jakarta telah selesai lengkap dengan susunan poengurusnya dan berlanjut ke fase koordinasi. "Partai lain masih hiruk pikuk melakukan konsolidasi dan melengkapi kepengurusan, PKS lebih siap masuk ke dalam ranah pilkada, hal ini pertanda kemenangan kita," terang pria yang akrab disapa dengan Bang Sani ini penuh semangat. (adine)

Selamat Nurdin : Sistem Kerja Struktur Jangan Tumpang Tindih


PKS Jakarta - PKS harus memiliki sistem kerja yang efektif dari tingkat wilayah hingga tingkat ranting, sehingga tidak terjadi dualisme kerja di dalam setiap level kepengurusan. Demikian disampaikan Ketua DPW PKS DKI Jakarta Selamat Nurdin dihadapan para peserta Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) DPW PKS DKI Jakarta yang digelar di Lembang Jawa Barat, Sabtu-Ahad (10-11/12).

“Pastikan sistem kerja manajemen harus efektif dari tingkat DPW sampai DPRa, sehingga tidak terjadi tumpang tindih. DPW bertugas melakukan hal-hal yang strategis dan pilot project, DPD memastikan sistem delivery kegiatan berjalan dengan bagus, DPC-DPRa memastikan bahwa implementasi kegiatan berjalan dengan sistematis,” ungkap pria yang akrab disapa Didin ini.

Dalam kesempatan tersebut, Didin juga mengatakan bahwa setiap kegiatan yang dilakukan oleh stuktur PKS harus memiliki nilai jual yang tinggi, sehingga layak untuk dikonsumsi oleh masyarakat.

“Setiap kegiatan harus memiliki media impact, oleh karena itu, menjadi tantangan setiap bidang agar berfikir kreatif, untuk menelurkan program-program yang menarik dan layak dijual ke masyarakat,” tegas pria yang berlatar pendidikan ilmu sosial dan politik ini. (adine)

Ahmad Zaerofi : Bekerjalah, Niscaya Akan Menuai Hasil


Cepat atau lambat Allah akan memberikan hasil atas segala jerih payah manusia yang telah diusahakannya. Demikian disampaikan anggota FPKS DPR RI Ahmad Zaerofi saat melaksanakan reses di Kelurahan Kebon Melati Tanah Abang beberapa waktu lalu.

"Yang namanya orang bekerja, cepat atau lambat hasilnya akan diberikan oleh Allah Swt. Percayalah," tegasnya meyakinkan.

Peryataan tersebut disampaikan Zaerofi saat menanggapi pertanyaan Toni warga Kebon Melati yang mengeluhkan pemberitaan negatif seputar PKS akhir-akhir ini. Selain itu Zaerofi juga menyoroti tentang peran media TV yang cenderung memberitakan informasi negatif dan keburukan orang lain, dibandingkan tayangan yang mendidik.

"Aset dan Potensi kebaikan yang ada di tengah masyarakat jumlahnya sangat banyak, namun jarang diliput oleh media TV, tapi sebaliknya jika terjadi musibah atau berita buruk barulah media ramai-ramai memberitakan," sesal pria berusia 39 tahun asal Ponorogo ini.

Zaerofi juga berpesan kepada kader-kader PKS, agar menambah waktu silaturahim, mengokohkan peran di masyarakat, terlibat aktif dalam partisipasi warga, serta mensyukuri aset-aset kebaikan yang ada di masyarakat. Jika itu dilakukan maka perjuangan selanjutnya melalui jalur eksekutif akan lebih mudah terwujud.

"Setelah beberapa tahun ini kita berjuang melalui jalur legislatif, kita menyadari bahwa jalur legislatif kekuatannya sangat terbatas. Jadi patut dipertimbangkan untuk kita berjuang melalui jalur eksekutif, hal ini penting kita lakukan agar perjuangan kita lebih efektif," paparaleg asal daerah pemilihan Jakarta Pusat ini. [ard]

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons | Re-Design by PKS Piyungan