Hamasah di Jalan Da'wah
Perjalanan dakwah masih panjang. Salah satu faktor yang membuat kita dapat bertahan dan terus eksis di jalan dakwah adalah adanya hamasah (semangat) dan iradah (kehendak) kuat yang tertanam dalam jiwa kita.
Jama'ah Penuh Berkah
Tidak ada dakwah tanpa kepemimpinan. Kadar tsiqah antara qiyadah dan jundiyah menjadi penentu bagi sejauh mana kekuatan sistem jamaah, kemantapan langkah-langkahnya, keberhasilan dalam mewujudkan tujuan-tujuannya, dan kemampuannya dalam mengatasi berbagai tantangan dan kesulitan.
Bekerja Untuk Indonesia
Dan Katakanlah: "Bekerjalah kamu, Maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) yang mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan. (9:105)
Inilah Jalan Kami
Katakanlah: "Inilah jalanku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha suci Allah, dan aku tiada Termasuk orang-orang yang musyrik". (12:108)
Biduk Kebersamaan
Biduk kebersamaan kita terus berjalan. Dia telah menembus belukar, menaiki tebing, membelah laut. Adakah di antara kita yang tersayat atau terluka ? Sayatan luka, rasa sakit, air mata adalah bagian dari tabiat jalan yang sedang kita lalui. Dan kita tak pernah berhenti menyusurinya, mengikuti arus waktu yang juga tak pernah berhenti.
Senin, 09 Januari 2012
Apa Makna Jama’ah?
Sabtu, 31 Desember 2011
Cinta Dunia Takkan Selaras dengan Cinta Akhirat
Imam Ibnu Al-Jauziy*Saya melihat keresahan manusia dikarenakan mereka berpaling dari Allah dan selalu terjerumus dalam cinta dunia yang kelewat batas. Setiap kali ia kehilangan dunia, ia merasa gelisah luar biasa.
Adapun orang yang dikaruniai makrifat kepada Allah akan selalu tenang menghadapi hidup, karena hidupnya penuh dengan keridhaan menerima ketentuan Allah. Apa pun yang telah ditakdirkan baginya akan selalu diterima dengan penuh kerelaan. Jika berdoa namun tidak diterima, tak terlintas dalam kalbunya kecaman kepada Sang Khaliq, karera ia sadar bahwa dirinya hanyalah hamba yang diatur oleh "Tuan"nya. Yang penting baginya adalah mengabdi sebaik-baiknya kepada Sang Khaliq.
Dari situ akan muncul sifat tidak tamak dalam mengumpulkan dunia dan tidak berpura-pura untuk mendapat simpati manusia serta tidak larut dalam gelombang hawa nafsu. Dalam dirinya telah tertanam satu keinginan untuk mencapai yang kekal dengan mengorbankan yang fana.
Orang yang memiliki makrifat akan tidak disibukkan dengan segala kepentingan-kepentingan yang ada; kesibukannya terkuras untuk melayani Sang Pemilik hal-hal itu. Anda bisa melihat ia sangat santun tatkala berduaan dengan-Nya dalam khalwat dan munajat namun sangat asing ketika bergaul dengan manusia-manusia makhluk-Nya, ridha dengan takdir yang digariskan padanya.
Adapun orang yang tidak dikaruniai itu semua akan berada di dalam kubangan lumpur kotor kehidupan. Bayangannya untuk mendapatkan dunia yang ia inginkan tak mungkin akan terwujud semua. Jadilah ia dikepung oleh keinginannya sendiri dan merana melihat nasibnya. Oleh karena keburukan tingkah lakunya di dunia, ia pun merana di akhirat karena tidak mempersiapkan untuk akhiratnya.
Semoga Allah memperbaiki ihwal kita sehingga kita bisa menempuh jalan-Nya.
*)dikutip dari Kitab "Shaidul Khathir"
Selasa, 27 Desember 2011
Diskusi Hangat bersama DPC dan DPRa se-Jakarta Pusat
Bekerja Untuk Indonesia...
Jakarta (13/11). Diakhir masa reses, Anggota DPR RI Sohibul Iman, terus menjambangi konstituennya. Hari minggu malam (13/11), setelah nonton bareng Sepakbola SEA GAMES Indonesia vs Thailand di Gedung DPW PKS DKI Jakarta, Kang Iman (begitu dia disapa) menyempatkan diskusi bersama Ketua-ketua DPC dan DPRa PKS se-Jakarta Pusat.
Meskipun berlangsung dimalam hari, namun diskusi tersebut berlangsung hangat. Tak kurang 12 pertanyaan terlontar, termasuk komentar berupa saran dan gagasan. “Memang kalau kita bicara tentang masalah kesejahteraan rakyat tidak ada habis-habisnya,” ujarnya.
Acara yang berlangsung lebih dari dua jam itu, juga menyentil masalah seputar anggota DPR yang sulit dijumpai/ditemui dan hidup bermewah-mewahan ditengah penderitaan rakyat.
Kang Iman mengungkapkan, “Sebagai pejabat publik, semakin ia menyembunyikan banyak hal dari pantauan publik, maka akan semakin sulit berbicara lugas, tegas, dan tuntas. Bahkan tidak mustahil dia akan semakin banyak menghina akal sehat manusia.”
Minggu, 25 Desember 2011
Korwe Ujung Tombak Pemenangan Pemilukada
DPC PKS Setia Budi mengadakan Pelatihan Korwe November 2011 di Masjid Taufik Jakarta Selatan, Ahad (18/12). 23 Korwe dari 45 Korwe tampak hadir pada acara ini.
Ketua DPC PKS Setia Budi Panca Hariawan, ST dalam sambutannya mengatakan bahwa tidak ada pembelaan dari Allah jika manusia jauh dari-Nya. Maka, ketika berada dalam barisan PKS, amalan harian harus diperhatikan. “Sholat harus berjama’ah di masjid, baca Al Qur’an dan kita harus senantiasa ikut ta’lim,” jelas Panca.
Fasilisator Pemenangan Pemilukada (FPP) Setia Budi, Sugeng Sukarni mengingatkan, bahwa Korwe adalah ujung tombak kemenangan Bang Sani di Pemilukada 2012, yang nantinya akan bekerjasama dengan Korte dalam mensosialisasikan Bang Sani. [oman]Selamat Nurdin : Sistem Kerja Struktur Jangan Tumpang Tindih
PKS Jakarta - PKS harus memiliki sistem kerja yang efektif dari tingkat wilayah hingga tingkat ranting, sehingga tidak terjadi dualisme kerja di dalam setiap level kepengurusan. Demikian disampaikan Ketua DPW PKS DKI Jakarta Selamat Nurdin dihadapan para peserta Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) DPW PKS DKI Jakarta yang digelar di Lembang Jawa Barat, Sabtu-Ahad (10-11/12).
“Pastikan sistem kerja manajemen harus efektif dari tingkat DPW sampai DPRa, sehingga tidak terjadi tumpang tindih. DPW bertugas melakukan hal-hal yang strategis dan pilot project, DPD memastikan sistem delivery kegiatan berjalan dengan bagus, DPC-DPRa memastikan bahwa implementasi kegiatan berjalan dengan sistematis,” ungkap pria yang akrab disapa Didin ini.
Dalam kesempatan tersebut, Didin juga mengatakan bahwa setiap kegiatan yang dilakukan oleh stuktur PKS harus memiliki nilai jual yang tinggi, sehingga layak untuk dikonsumsi oleh masyarakat.
“Setiap kegiatan harus memiliki media impact, oleh karena itu, menjadi tantangan setiap bidang agar berfikir kreatif, untuk menelurkan program-program yang menarik dan layak dijual ke masyarakat,” tegas pria yang berlatar pendidikan ilmu sosial dan politik ini. (adine)
04.03
Unknown


