Hamasah di Jalan Da'wah
Perjalanan dakwah masih panjang. Salah satu faktor yang membuat kita dapat bertahan dan terus eksis di jalan dakwah adalah adanya hamasah (semangat) dan iradah (kehendak) kuat yang tertanam dalam jiwa kita.
Jama'ah Penuh Berkah
Tidak ada dakwah tanpa kepemimpinan. Kadar tsiqah antara qiyadah dan jundiyah menjadi penentu bagi sejauh mana kekuatan sistem jamaah, kemantapan langkah-langkahnya, keberhasilan dalam mewujudkan tujuan-tujuannya, dan kemampuannya dalam mengatasi berbagai tantangan dan kesulitan.
Bekerja Untuk Indonesia
Dan Katakanlah: "Bekerjalah kamu, Maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) yang mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan. (9:105)
Inilah Jalan Kami
Katakanlah: "Inilah jalanku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha suci Allah, dan aku tiada Termasuk orang-orang yang musyrik". (12:108)
Biduk Kebersamaan
Biduk kebersamaan kita terus berjalan. Dia telah menembus belukar, menaiki tebing, membelah laut. Adakah di antara kita yang tersayat atau terluka ? Sayatan luka, rasa sakit, air mata adalah bagian dari tabiat jalan yang sedang kita lalui. Dan kita tak pernah berhenti menyusurinya, mengikuti arus waktu yang juga tak pernah berhenti.
Senin, 09 Januari 2012
Apa Makna Jama’ah?
Rabu, 04 Januari 2012
Gallery 2010
Gallery 2011
Peta
Selasa, 03 Januari 2012
Tanggul Jebol, Warga Kwitang Cemas
JAKARTA, BK
Puncak musim hujan yang kian dekat membuat ribuan warga yang bermukim di pinggiran kali Jl Inspeksi Kali Ciliwung, Kwitang. Senen, Jakarta Pusat semakin waswas. Mereka mengkhawatirkan banjir bakal merendam kawasan itu, karena beberapa bagian tanggul kali yang jebol hingga kini belum diperbaiki.
"Bagaimana tidak cemas, empat bagian tanggul di sekitar rumah kita yang jebol tak kunjung diperbaiki. Kalau hujan deras kami khawatir air langsung masuk ke pemukiman warga, karena tak ada yang menahan," ujar Junaedi, warga RW 06 Kwitang.Kecemasan serupa menghantui Usup, warga RW 03. "Pemukiman kami termasuk kawasan rawan banjir, tahun lalu tanggul dalam keadaan bagus pun kebanjiran semeter. Gimana dengan tanggul yang jebol saat ini?" ungkapnya. Sekadar diketahui, pada banjir siklus lima tahunan pada 2002 dan 2007 kawasan kebanjiran mencapai 2-3 meter.
Pantauan Berita Kota, dua titik tanggul yang jebol selebar 3-4 meter di RT 11/03. Jarak juga berdekatan, tepatnya di belakang Kantor Kelurahan Kwitang. Di RT 13/06 satu titik dan RT 04/02 satu titik.Lurah Kwitang Muchlis mengakui bahwa warganya sedang dilanda kecemasan belakangan ini. Mereka bahkan sudah berulangkali bertanya seputar perbaikan tanggul dimaksud. Kalau tak secepatnya, warga khawatir lingkungan mereka bakal terendam banjir pada puncak musim penghujan yang diperkirakan terjadi Januari hingga Februari 2010. "Kami telah melaporkan kondisi ini ketingkat kota agar segera mendapat penanganan," ucapnya.
Dikatakan, ada dua masalah yang membuat tanggul tersebut jebol. Yaitu, dimakan usia dan karena ditinggal pemborong yang melakukan pengerukan Kali Ciliwung beberapa waktu lalu. Satu titik yang jebol tahun ini karena termakan usia, dua titik ditinggal pemborong, dan satu titik lagi masih dikerjakan.
Dijelaskan, pada Oktober lalu pemborong melakukan pengerukan Kali Ciliwung di kawasan itu. Untuk memasukkan alat berat ke dalam kali pemborong terpaksa menjebol tanggul. Toto, pemborong dimaksud sebenarnya berjanji akan memperbaikinya setelah pekerjaan rampung. Tapi janji itu tak ditepati. "Kita telah telepon dia, tapi teleponnya tak aktif lagi," katanya.Sedangkan satu tanggul lagi dijebol untuk pembangunan jembatan. Hingga kini proyek tersebut masih berlangsung dan kemungkinan pembangunan masih dilanjutkan tahun depan.
Selasa, 27 Desember 2011
Diskusi Hangat bersama DPC dan DPRa se-Jakarta Pusat
Bekerja Untuk Indonesia...
Jakarta (13/11). Diakhir masa reses, Anggota DPR RI Sohibul Iman, terus menjambangi konstituennya. Hari minggu malam (13/11), setelah nonton bareng Sepakbola SEA GAMES Indonesia vs Thailand di Gedung DPW PKS DKI Jakarta, Kang Iman (begitu dia disapa) menyempatkan diskusi bersama Ketua-ketua DPC dan DPRa PKS se-Jakarta Pusat.
Meskipun berlangsung dimalam hari, namun diskusi tersebut berlangsung hangat. Tak kurang 12 pertanyaan terlontar, termasuk komentar berupa saran dan gagasan. “Memang kalau kita bicara tentang masalah kesejahteraan rakyat tidak ada habis-habisnya,” ujarnya.
Acara yang berlangsung lebih dari dua jam itu, juga menyentil masalah seputar anggota DPR yang sulit dijumpai/ditemui dan hidup bermewah-mewahan ditengah penderitaan rakyat.
Kang Iman mengungkapkan, “Sebagai pejabat publik, semakin ia menyembunyikan banyak hal dari pantauan publik, maka akan semakin sulit berbicara lugas, tegas, dan tuntas. Bahkan tidak mustahil dia akan semakin banyak menghina akal sehat manusia.”
Minggu, 25 Desember 2011
Korwe Ujung Tombak Pemenangan Pemilukada
DPC PKS Setia Budi mengadakan Pelatihan Korwe November 2011 di Masjid Taufik Jakarta Selatan, Ahad (18/12). 23 Korwe dari 45 Korwe tampak hadir pada acara ini.
Ketua DPC PKS Setia Budi Panca Hariawan, ST dalam sambutannya mengatakan bahwa tidak ada pembelaan dari Allah jika manusia jauh dari-Nya. Maka, ketika berada dalam barisan PKS, amalan harian harus diperhatikan. “Sholat harus berjama’ah di masjid, baca Al Qur’an dan kita harus senantiasa ikut ta’lim,” jelas Panca.
Fasilisator Pemenangan Pemilukada (FPP) Setia Budi, Sugeng Sukarni mengingatkan, bahwa Korwe adalah ujung tombak kemenangan Bang Sani di Pemilukada 2012, yang nantinya akan bekerjasama dengan Korte dalam mensosialisasikan Bang Sani. [oman]Selamat Nurdin : Sistem Kerja Struktur Jangan Tumpang Tindih
PKS Jakarta - PKS harus memiliki sistem kerja yang efektif dari tingkat wilayah hingga tingkat ranting, sehingga tidak terjadi dualisme kerja di dalam setiap level kepengurusan. Demikian disampaikan Ketua DPW PKS DKI Jakarta Selamat Nurdin dihadapan para peserta Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) DPW PKS DKI Jakarta yang digelar di Lembang Jawa Barat, Sabtu-Ahad (10-11/12).
“Pastikan sistem kerja manajemen harus efektif dari tingkat DPW sampai DPRa, sehingga tidak terjadi tumpang tindih. DPW bertugas melakukan hal-hal yang strategis dan pilot project, DPD memastikan sistem delivery kegiatan berjalan dengan bagus, DPC-DPRa memastikan bahwa implementasi kegiatan berjalan dengan sistematis,” ungkap pria yang akrab disapa Didin ini.
Dalam kesempatan tersebut, Didin juga mengatakan bahwa setiap kegiatan yang dilakukan oleh stuktur PKS harus memiliki nilai jual yang tinggi, sehingga layak untuk dikonsumsi oleh masyarakat.
“Setiap kegiatan harus memiliki media impact, oleh karena itu, menjadi tantangan setiap bidang agar berfikir kreatif, untuk menelurkan program-program yang menarik dan layak dijual ke masyarakat,” tegas pria yang berlatar pendidikan ilmu sosial dan politik ini. (adine)
04.03
Unknown



