Tampilkan postingan dengan label dprd. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dprd. Tampilkan semua postingan

Minggu, 08 Januari 2012

PKS Nilai Positif Revisi Perda Perpasaran


Revisi Perda No 2 tahun 2002 tentang Perpasaran Swasta yang kini di tangan pihak legislatif, dinilai Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) DPRD DKI sebagai suatu hal yang positif. Sebab, secara substansial dalam revisi itu juga diatur tentang pembangunan dan pendirian pasar modern yang harus mengacu pada Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR).

"Pembahasan revisi perda ini diharapkan menjadi momentum untuk menata kembali keberadaan pusat perbelanjaan dan minimarket, serta kebangkitan pasar dan pedagang tradisional," jelas Nurjanah Hulwani, anggota FPKS DPRD DKI, Senin (6/6).



Nurjanah menambahkan, pengaturan perlu dilakukan untuk mengurangi dampak negatif dari keberadaan pusat perbelanjaan yang selama ini terjadi.
 Menurutnya, pengembangan pasar tradisional ke depan juga perlu diikuti dengan pembinaan bagi pedagang pasar tradisional. Khususnya dalam bidang kualitas barang dan pelayanan kepada konsumen sehingga bisa lebih bersaing dengan pasar modern.

"Pemprov DKI harus berupaya menciptakan dan memberikan intensif bagi terbentuknya brand image pasar yang khas," tandasnya.

Terkait penghapusan pasal 10 tentang luas dan jarak tempat penyelenggaraan usaha, anggota Faksi Partai Amanat Nasional (FPAN), Wanda Hamidah, mengatakan pasal yang dihapus justru membahas secara rinci mengenai zonasi pasar swasta. Menurutnya, zonasi masih sangat diperlukan untuk melindungi keberadaan pasar tradisional.

"Karena tanpa ada regulasi yang mengatur masalah zonasi pasar swasta akan membuat pasar tradisional semakin terpuruk," katanya.

Pasal yang juga dihapus dalam revisi perda ini yakni pasal 12 yang menyoroti masalah kewajiban pasar swasta, di antaranya kemitraan dengan usaha kecil dan koperasi, pelarangan judi, serta pencantuman label halal bagi barang-barang yang diperdagangkan. Namun hal-hal tersebut tidak lagi dibicarakan pada ajuan revisi Perda No 2 tahun 2002.



Menurut Wanda yang tidak kalah penting juga dihapusnya pasal 13 dan pasal 14 yang membicarakan masalah kewajiban pasar swasta untuk menyediakan ruang usaha bagi pedagang kecil atau pedagang kaki lima seluas 10 persen hingga 20 persen dari luas bangunan dan tidak dapat diganti dalam bentuk lain. "Kami berpendapat usaha pendamping seperti ini sangat membantu dan penting bagi rakyat kecil dalam mendorong kemajuan usahanya," imbuhnya.

Jumat, 30 Desember 2011

Bang Sani Buka Peluang Duet dengan Foke


Jakarta - Kandidat Gubernur DKI Jakarta dari PKS, Triwisaksana, mengaku tidak menutup kemungkinan untuk berpasangan dengan siapa pun calon gubernur pada pemilukada 2012, termasuk Fauzi Bowo (Foke) yang hingga kini menjabat sebagai Gubernur DKI.

"PKS membuka semua kemungkinan untuk berkoalisi. Kita jalin komunikasi politik dengan semua pihak, dengan semua partai. Jadi kemungkinan berkoalisi dengan siapa pun sangat terbuka," kata Bang Sani, panggilan akrab Triwisaksana di Jakarta, Sabtu (24/12/2011).

Ketua Majelis Pertimbangan Wilayah Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DKI Jakarta ini mengaku partai-partai besar juga telah melakukan komunikasi dengan PKS. "Hampir semua, Demokrat, PDIP," ucap Bang Sani.

Saat ditanya apakah ada partai yang berkomunikasi intens dengan PKS, Bang Sani mengaku belum ada. "Sampai saat ini belum. Kemungkinan diprediksikan bulan Februari sebelum pendaftaran kandidat baru mulai akan kelihatan lebih lanjut. Nanti DPP yang akan memutuskan," paparnya.

Namun, ia menyatakan siap menjadi calon Gubernur DKI Jakarta 2012. Sederet nama calon pendamping Bang Sani pun digodok PKS, diantara nama yang santer dibicarakan untuk diduetkan dengan Sani adalah, Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo.

Berdasarkan hasil survei, Foke masih lebih unggul dari Bang Sani. Sedang kemungkinan Bang Sani menjadi orang nomor dua dalam Pilgub DKI Jakarta mendampingi Foke, masih belum diketahui. Ia pun berpikir ulang duet bersama Foke.

Meski demikian, komunikasi dengan sejumlah partai politik dan rencana untuk berkoaliasi pun mulai dipersiapkan PKS, partai yang sudah diajak bicara adalah PDI Perjuangan dan Demokrat. "Itu nanti lah, diprediksi pada awal tahun atau sebulan sebelum pendaftaran calon ke KPUD baru bisa kita ambil keputusan," papar Bang Sani.

Ia menambahkan, PKS masih wait and see dalam menentukan siapa orang yang cocok mendampinginya. "Kita masih membuka kemungkinan untuk berkoalisi dengan partai lain. Kita siap menjalin komunikasi dengan segala pihak," tegas Bang Sani.

Sekretaris Bidang Humas DPP PKS, Dedi Supriadi menambahkan, PKS tidak mau terlalu gegabah menentukan Calon Gubernur (Cagub) beserta wakilnya. "Kita last minute lah, melihat gimana konstelasi politik di Jakarta ke depannya," terangnya.

Secara terbuka, Dedi mengatakan PKS masih membuka peluang untuk menggandeng partai lain dalam Pilgub DKI Jakarta. Jika dalam perkembangannya tidak ada kecocokan dan kesepakatan dalam membangun koalisi, Dedi mengaku PKS maju sendiri dalam Pilkada DKI. "Kita lihat saja nanti" tegasnya.

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo mengaku belum memikirkan rencana maju di Pilgub DKI, meski namanya sering disebut-sebut akan mencalonkan diri kembali. "Saya kerja saja, enggak mau mikirin Pemilukada," jelasnya. (sindo/inc/ari)

Ini Dia Jurus Triwisaksana Atasi Golput


JAKARTA - Pemilukada untuk memperebutkan kursi Gubernur DKI Jakarta tinggal menyisakan beberapa bulan lagi. Untuk meraih suara maksimal, berbagai strategi telah disiapkan bakal calon yang akan maju.

Golongan putih (golput) adalah salah satu yang harus disiasati agar suara tidak terbuang sia-sia. Bakal calon Gubernur DKI Jakarta yang diusung Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Triwisaksana mengaku punya jurus jitu untuk melumpuhkan golput.

"Pertama niat yang lurus, ikhlas, menjalankan amanat, dan kerja keras. Menggunakan struktur dan kader PKS, insya allah sudah cukup," kata dia di sela acara puncak peringatan hari ibu PKS di pelataran Kota Tua, Jakarta Barat, Sabtu (24/12/2011).

Pria yang akrab disapa sani juga mengapresiasi tindakan Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) DKI Jakarta yang meminta agar seluruh aktivitas warga DKI Jakarta diliburkan pada saat pencoblosan.

"Itu salah satu cara mereka meningkatkan partisipan dalam pemilukada. Karena warga DKI Jakarta ini kan kalau tidak ada cara kreatif, mereka enggan datang ke TPS. Kalau ada cara kreatif mungkin akan mendorong mereka datang," ungkapnya.

KPUD DKI Jakarta telah menetapkan pemungutan suara Pemilu Kepala Daerah DKI pada Rabu 11 Juli 2012, keputusan hari dan tanggal pemungutan suara Pemilu Gubernur dan Wagub DKI Jakarta berdasarkan keputusan KPUD DKI Jakarta Nomor 01/Kpts/KPU-Prov-010/2011. (tri) (amr)

Sumber: Okezone, Minggu, 25 Desember 2011

Minggu, 25 Desember 2011

PKS Siap Terjunkan Relawan Perempuan


PKS Jakarta-Partai Keadilan sejahtera melatih 350 relawan perempuan yang akan terjun langsung ke masyarakat guna menyerap aspirasi. Relawan yang dipilih dari seluruh kelurahan dan kecamatan di DKI Jakarta ini, dibekali teknik berkomunikasi, public speaking dan materi kepartaian. Diharapkan dari pelatihan ini, para relawan perempuan akan menjadi juru bicara partai yang mampu menjyampaikan prestasi-prestasi PKS selama ini. Hal itu disampaikan oleh Ketua DPW PKS DKI Jakarta, Selamat Nurdin, di hadapan 350 relawan perempuan yang sedang menerima pelatihan sehari penuh (27/11).
Menurut Selamat, PKS merasa perlu untuk kembali terjun ke masyarakat. Selain memarketingkan partai dengan data berupa prestasi PKS selama ini, para relawan juga menjadi telinga partai guna menerima aspirasi masyarakat. Selamat juga memberi arahan pada relawan untuk tetap bersikap dinamis di masyarakat. "Relawan harus mampu menjadi perekat antara partai dan masyarakat", ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, hadir pula Ketua MPW PKS DKI Jakarta, Ir Triwisaksana Msc. Pria yang diakrabi dengan sebutan Bang Sani ini menyatakan pentingnya peran relawan perempuan dalam menyerap aspirasi masyarakat. “Perempuan adalah salah satu segmen masyarakat yang besar, dan memiliki peran signifikan dalam membangun bangsa”, ujarnya. Dengan menghadirkan relawan perempuan ke tengah masyarakat, diyakini juga akan merangsang munculnya kreativitas kaum perempuan untuk menyelesaikan permasalahan di tengah masyarakat.
Untuk itu, Bang Sani yang juga Wakil Ketua DPRD ini sangat mengapresiasi keberadaan Relawan Perempuan PKS. “Harus diakui, banyak sekali agenda partai ini yang sukses karena dikawal oleh kader dan simpatisan perempuan PKS”, tuturnya. Saatnya, tambah Sani, PKS memberikan kontribusi lebih besar bagi masyarakat dengan kehadiran relawan perempuan. (Ir@)

Ahmad Zaerofi : Bekerjalah, Niscaya Akan Menuai Hasil


Cepat atau lambat Allah akan memberikan hasil atas segala jerih payah manusia yang telah diusahakannya. Demikian disampaikan anggota FPKS DPR RI Ahmad Zaerofi saat melaksanakan reses di Kelurahan Kebon Melati Tanah Abang beberapa waktu lalu.

"Yang namanya orang bekerja, cepat atau lambat hasilnya akan diberikan oleh Allah Swt. Percayalah," tegasnya meyakinkan.

Peryataan tersebut disampaikan Zaerofi saat menanggapi pertanyaan Toni warga Kebon Melati yang mengeluhkan pemberitaan negatif seputar PKS akhir-akhir ini. Selain itu Zaerofi juga menyoroti tentang peran media TV yang cenderung memberitakan informasi negatif dan keburukan orang lain, dibandingkan tayangan yang mendidik.

"Aset dan Potensi kebaikan yang ada di tengah masyarakat jumlahnya sangat banyak, namun jarang diliput oleh media TV, tapi sebaliknya jika terjadi musibah atau berita buruk barulah media ramai-ramai memberitakan," sesal pria berusia 39 tahun asal Ponorogo ini.

Zaerofi juga berpesan kepada kader-kader PKS, agar menambah waktu silaturahim, mengokohkan peran di masyarakat, terlibat aktif dalam partisipasi warga, serta mensyukuri aset-aset kebaikan yang ada di masyarakat. Jika itu dilakukan maka perjuangan selanjutnya melalui jalur eksekutif akan lebih mudah terwujud.

"Setelah beberapa tahun ini kita berjuang melalui jalur legislatif, kita menyadari bahwa jalur legislatif kekuatannya sangat terbatas. Jadi patut dipertimbangkan untuk kita berjuang melalui jalur eksekutif, hal ini penting kita lakukan agar perjuangan kita lebih efektif," paparaleg asal daerah pemilihan Jakarta Pusat ini. [ard]

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons | Re-Design by PKS Piyungan