Tampilkan postingan dengan label dpw. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dpw. Tampilkan semua postingan

Selasa, 09 April 2013

PKS DKI Tetap Semangat Sebagai Partai Pemilu






Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKS DKI Jakarta mengaku tidak terganggu dengan kasus yang menimpa mantan presidennya, Luthfi Hasan Ishaaq. Hal ini justru menambah semangat kader PKS ibu kota untuk bekerja lebih keras.

"Karena untuk kita semakin besar tantangan maka kerja kita akan semakin baik. Sekarang yang penting the show must go on," ujar Ketua DPW PKS DKI Jakarta, Selamat Nurdin saat dihubungi, Jumat (1/2).

Ia juga menegaskan, PKS DKI tetap solid dan akan menghormati proses hukum yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Menurut Selamat, para anggota PKS DKI menilai kasus yang menimpa Luthfi sebagai resiko politik.

Namun, bukan berarti PKS DKI menerima begitu saja mantan presidennya dipidanakan. Mereka akan tetap mengawal kasus ini untuk menjamin bahwa proses hukum berjalan sesuai prosedur.

"Tapi kita tidak akan membela dengan lebay membabi buta, kita nggak akan turun ke jalan untuk demo, meskipun ini muatan politisnya sangat besar," tandas Selamat.

Seperti diberitakan, Luthfi telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait impor daging sapi di Kementerian Pertanian (Kementan). KPK menduga Luthfi sebagai penerima suap bersama dengan orang dekatnya, Ahmad Fathanah.

Keduanya, diduga menerima pemberian uang dari PT Indoguna Utama, perusahaan yang bergerak di bidang impor daging. Kini, Luthfi telah dijebloskan ke Rutan Guntur oleh KPK.(dil/jpnn)

http://www.pks-jakarta.or.id/index.php/berita/liputan-media/item/10388-luthfi-dijerat-pks-dki-tetap-semangat

http://pkssenen.blogspot.com/2013/02/pks-dki-tetap-semangat-sebagai-partai.html

Kamis, 12 Januari 2012

Bang Sani : Transjakarta Harus Perhatikan Kebutuhan Warga Jakarta

Jakarta – Menanggapi maraknya keluhan warga Jakarta terkait dengan kualitas layanan TransJakarta yang menurun belakangan ini disikapi serius oleh Politisi Partai Keadilan Sejahtera Triwisaksana.
Triwisaksana saat naik Transjakarta (foto : istimewa)
“Keberadaan Transjakarta harus memperhatikan kebutuhan Warga Jakarta, yaitu memastikan pengelolaan TransJakarta sudah sesuai dengan Standar Pelayanan Minimum (SPM), menjaga agar tarif layanan Sistem Bus Rapid Transit (BRT) tetap terjangkau oleh daya beli masyarakat” tegas Triwisaksana Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, disela-sela Rapat Paripurna DPRD DKI Jakarta yang membahas Pengelolaan Sistem Bus Rapid Transit. Rabu (11/01/2012).
Menurut Triwisaksana kebutuhan warga Jakarta akan hadirnya transportasi publik yang aman, nyaman, dan terjangkau ini memang tidak bisa ditunda-tunda. Kemacetan yang kita alami sehari-hari hanya dapat terurai ketika pembangunan transportasi publik dapat segera kita realisasikan.
“Dalam rangka pembangunan Pola Transportasi Makro, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memerlukan pengembangan jaringan angkutan umum yang saling terintegrasi dengan moda angkutan lain, memiliki kualitas layanan yang baik serta tarif yang terjangkau. Untuk itu keberadaan TransJakarta harus memperhatikan kebutuhan warga Jakarta” Jelas pria yang akrab disapa Bang Sani.

Senin, 09 Januari 2012

Apa Makna Jama’ah?

PKS Jakarta - Aku ingin menggambarkan makna jama’ah dengan sangat sederhana. Bukan dengan dalil-dalil, karena itu sudah sangat banyak dijelaskan para ulama dan para ustadz. Namun dengan hal-hal praktis yang kita lakukan dalam kehidupan keseharian. Hal-hal mudah yang bisa kita aplikasikan dalam kegiatan.
Dalam Skala Personal
Engkau adalah seorang kader dakwah, seorang aktivis. Dalam dirimu teramat banyak potensi yang Allah berikan, alhamdulillah. Dengan berbagai potensi itu engkau bisa melakukan banyak hal, teramat sangat banyak hal. Engkau bisa mengundang banyak orang untuk datang menghadiri kegiatanmu, engkau bisa mengumpulkan banyak khalayak untuk memenuhi undanganmu. Engkau bisa menggelar ribuan acara dengan nama dan potensimu. Engkau bisa mengatakan, “Sendiri saja, aku bisa melakukan semua ini”.
Memang bisa, dan sangat mudah bagimu.
Namun itu bukan jama’ah. Yang disebut jama’ah adalah ketika engkau tidak bekerja sendirian, kendati engkau sendiri mampu melakukan itu. Yang disebut jama’ah adalah ketika engkau tidak menjalankan semua agenda dakwah sendirian, kendati engkau sendiri yakin bisa melakukan itu; oleh karenanya engkau memerlukan kebersamaan untuk mengemban amanah dakwah.
Yang disebut jama’ah adalah ketika engkau menjadi satu bagian yang utuh dari sebuah kebersamaan, kendati engkau merasa lebih leluasa bekerja sendirian. Yang disebut jama’ah adalah ketika ada visi jama’i, ada manhaj, ada khuthuwat, ada baramij, yang kesemuanya merupakan produk kolektif, bukan produk individu, kendati engkau bisa membuat itu semua sendirian.
Pada Struktur Ranting
Pada struktur lembaga dakwah di tingkat ranting, aku sangat yakin bahwa para aktivis yang berada dalamnya memiliki potensi yang luar biasa hebat. Mereka bisa melakukan sangat banyak aktivitas dakwah di tingkat ranting. Mereka melakukan koordinasi, konsolidasi juga ekspansi. Mereka menggelar program dan kegiatan setiap hari. Mereka melakukan berbagai inovasi dakwah tiada henti.
Mereka menyelenggarakan berbagai kegiatan besar dan mampu menghimpun sangat banyak kalangan. Pada titik ini, struktur dakwah tingkat ranting bisa mengatakan, “Kami bisa berjalan sendiri, tanpa perlu struktur dakwah di tingkat cabang. Toh nyatanya selama ini kami memang telah berjalan sendiri tanpa didampingi struktur cabang”.
Memang bisa, dan sangat mudah bagimu.
Namun itu bukan jama’ah. Yang disebut jama’ah adalah ketika struktur ranting selalu berkoordinasi dengan cabang, kendati mereka merasa mampu melakukan semua kegiatan itu secara mandiri. Yang disebut jama’ah adalah ketika struktur ranting tidak menjalankan semua agenda dakwah sendirian, dan merasa tidak memerlukan struktur cabang, kendati memang mampu menjalankan semuanya sendirian.
Yang disebut jama’ah adalah ketika struktur ranting menjadi bagian yang utuh dari struktur cabang, kendati mereka merasa lebih leluasa bekerja mandiri, tanpa intervensi apapun dari cabang. Yang disebut jama’ah adalah ketika ada arahan, supervisi, koordinasi, dan konsolidasi struktur cabang dengan struktur ranting. Ketika ada kebersamaan yang harmonis antara struktur cabang dengan ranting. Karena sesungguhnya tidak artinya cabang ketika tidak ada ranting, dan begitu pula sebaliknya. Inilah yang disebut jama’ah.
Pada Struktur Cabang
Pada struktur lembaga dakwah di tingkat cabang, aku sangat yakin bahwa para aktivis yang berada dalamnya memiliki potensi yang luar biasa hebat. Mereka bisa melakukan sangat banyak aktivitas dakwah di tingkat cabang. Mereka melakukan koordinasi, konsolidasi juga ekspansi. Mereka menggelar program dan kegiatan setiap hari. Mereka melakukan berbagai inovasi dakwah tiada henti.
Mereka menyelenggarakan berbagai kegiatan besar dan mampu menghimpun sangat banyak kalangan. Pada titik ini, struktur dakwah tingkat cabang bisa mengatakan, “Kami bisa berjalan sendiri, tanpa perlu struktur dakwah di tingkat daerah. Toh nyatanya selama ini kami memang telah berjalan sendiri tanpa didampingi struktur daerah”.
Memang bisa, dan sangat mudah bagimu.
Namun itu bukan jama’ah. Yang disebut jama’ah adalah ketika struktur cabang selalu berkoordinasi dengan pengurus daerah, kendati mereka merasa mampu melakukan semua kegiatan itu secara mandiri. Yang disebut jama’ah adalah ketika struktur cabang tidak menjalankan semua agenda dakwah sendirian, dan merasa tidak memerlukan struktur daerah, kendati memang mampu menjalankan semuanya sendirian.
Yang disebut jama’ah adalah ketika struktur cabang menjadi bagian yang utuh dari struktur daerah, kendati mereka merasa lebih leluasa bekerja mandiri, tanpa intervensi apapun dari pengurus daerah. Yang disebut jama’ah adalah ketika ada arahan, supervisi, koordinasi, dan konsolidasi struktur daerah dengan struktur cabang. Ketika ada kebersamaan yang harmonis antara struktur daerah dengan cabang. Karena sesungguhnya tidak artinya daerah ketika tidak ada cabang, dan begitu pula sebaliknya. Inilah yang disebut jama’ah.
Pada Struktur Daerah
Aku juga sangat yakin, pada struktur lembaga dakwah di tingkat daerah, para aktivis yang berada dalamnya memiliki potensi yang luar biasa hebat. Mereka bisa melakukan sangat banyak aktivitas dakwah di tingkat daerah. Mereka melakukan koordinasi, konsolidasi juga ekspansi. Mereka menggelar program dan kegiatan setiap hari. Mereka melakukan berbagai inovasi dakwah tiada henti.
Mereka menyelenggarakan berbagai kegiatan besar dan mampu menghimpun sangat banyak kalangan. Pada titik ini, struktur dakwah tingkat daerah bisa mengatakan, “Kami bisa berjalan sendiri, tanpa perlu struktur dakwah di tingkat wilayah. Toh nyatanya selama ini kami memang telah berjalan sendiri tanpa didampingi struktur wilayah”.
Memang bisa, dan sangat mudah bagimu.
Namun itu bukan jama’ah. Yang disebut jama’ah adalah ketika struktur daerah selalu berkoordinasi dengan pengurus wilayah, kendati mereka merasa mampu melakukan semua kegiatan itu secara mandiri. Yang disebut jama’ah adalah ketika struktur daerah tidak menjalankan semua agenda dakwah sendirian, dan merasa tidak memerlukan struktur wilayah, kendati memang mampu menjalankan semuanya sendirian.
Yang disebut jama’ah adalah ketika struktur daerah menjadi bagian yang utuh dari struktur wilayah, kendati mereka merasa lebih leluasa bekerja mandiri, tanpa intervensi apapun dari pengurus wilayah. Yang disebut jama’ah adalah ketika ada arahan, supervisi, koordinasi, dan konsolidasi struktur wilayah dengan struktur daerah. Ketika ada kebersamaan yang harmonis antara struktur wilayah dengan daerah. Karena sesungguhnya tidak artinya wilayah ketika tidak ada daerah, dan begitu pula sebaliknya. Inilah yang disebut jama’ah.
Pada Struktur Wilayah
Aku sangat yakin, pada struktur lembaga dakwah di tingkat wilayah, para aktivis yang berada dalamnya memiliki potensi yang luar biasa hebat. Mereka bisa melakukan sangat banyak aktivitas dakwah di tingkat wilayah. Mereka melakukan koordinasi, konsolidasi juga ekspansi. Mereka menggelar program dan kegiatan setiap hari. Mereka melakukan berbagai inovasi dakwah tiada henti.
Mereka menyelenggarakan berbagai kegiatan besar dan mampu menghimpun sangat banyak kalangan. Pada titik ini, struktur dakwah tingkat wilayah bisa mengatakan, “Kami bisa berjalan sendiri, tanpa perlu struktur dakwah di tingkat pusat. Toh nyatanya selama ini kami memang telah berjalan sendiri tanpa didampingi struktur pusat”.
Memang bisa, dan sangat mudah bagimu.
Namun itu bukan jama’ah. Yang disebut jama’ah adalah ketika struktur wilayah selalu berkoordinasi dengan pengurus pusat, kendati mereka merasa mampu melakukan semua kegiatan itu secara mandiri. Yang disebut jama’ah adalah ketika struktur wilayah tidak menjalankan semua agenda dakwah sendirian, dan merasa tidak memerlukan struktur pusat, kendati memang mampu menjalankan semuanya sendirian.
Yang disebut jama’ah adalah ketika struktur wilayah menjadi bagian yang utuh dari struktur pusat, kendati mereka merasa lebih leluasa bekerja mandiri, tanpa intervensi apapun dari pengurus pusat. Yang disebut jama’ah adalah ketika ada arahan, supervisi, koordinasi, dan konsolidasi struktur pusat dengan struktur wilayah. Ketika ada kebersamaan yang harmonis antara struktur pusat dengan wilayah. Karena sesungguhnya tidak artinya pusat  ketika tidak ada wilayah, dan begitu pula sebaliknya. Inilah yang disebut jama’ah.
Inilah Jama’ah
Ya, inilah bangunan jama’ah itu. Ketika semua bagian saling terkait, saling menyatu, saling menjadi bagian utuh dengan bagian lainnya. Setiap bagian sama pentingnya, seperti kita memahami bagian manakah yang penting dari mobil. Roda sama pentingnya dengan kemudi, rem sama pentingnya dengan gas, oli sama pentingnya dengan bahan bakar. Semua bagian menjadi pembentuk bangunan utuh dari jama’ah. Jika berkurang satu bagian, akan berdampak secara sistemik bagi kegiatan dan kehidupan jama’ah.
“Perumpamaan orang-orang mukmin dalam berkasih sayang bagaikan satu tubuh, apabila satu anggota badan merintih kesakitan maka sekujur badan akan merasakan panas dan demam” (HR. Muslim).
Semua dari kita memiliki potensi dan kemampuan yang hebat, alhamdulillah. Namun sehebat apapun potensi itu, menjadi kurang bermakna ketika tidak diwadahi jama’ah. Engkau mungkin kurang sabar dalam mengikuti ritme hidup berjama’ah, karena ada aturan, ada panduan, ada pedoman, ada keputusan yang harus dilakukan. Engkau mungkin merasa bosan dengan berbagai agenda hidup berjama’ah yang tampak lamban, padahal engkau bisa melakukan berbagai hal lebih cepat.
Memang bisa, dan sangat mudah bagimu.
Namun itu bukan jama’ah. Karena jama’ah artinya keterpaduan, kesatuan, keharmonisan, kebersamaan, kesediaan, kerelaan, empati, dan keteraturan. Karena jama’ah artinya perencanaan. koordinasi, konsolidasi, pengaturan, manajemen, komando, pengawasan serta evaluasi. Karena jama’ah artinya penyatuan hati, perasaan, pikiran, dan kegiatan. Karena jama’ah artinya kasih sayang, kelembutan, ketegasan, kedisiplinan dan keserasian.
Karena jama’ah artinya cinta.

nDalem Mertosanan, 6 Januari 2012
Sumber : http://cahyadi-takariawan.web.id/?p=2053

Minggu, 08 Januari 2012

PKS: Pembangunan Infrastruktur di DKI Telah Maksimal


Upaya Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo dalam mengatasi kemacetan dengan membenahi infrastruktur di ibu kota dinilai Partai Keadilan Sejahtera (PKS) telah maksimal. Kehadiran bus Transjakarta yang kini telah memiliki 10 koridor dan pembangunan proyek mass rapid transit (MRT) merupakan bentuk keseriusan Fauzi Bowo di empat tahun kepemimpinannya dalam menata persoalan transportasi di ibu kota menjadi lebih modern dan terintegrasi.

Ketua DPW PKS DKI Jakarta, Selamat Nurdin, menilai penanganan insfrastruktur di ibu kota cukup baik. Bahkan, saat ini proyek MRT dijadwalkan bisa beroperasi pada 2016 mendatang, telah masuk dalam tahap pra kualifikasi.

“Perbaikan transportasi untuk mengurai kemacetan juga sudah dapat dilihat hasilnya. Di antaranya dengan telah beroperasinya 10 koridor bus Transjakarta. Termasuk feeder busway yang baru diresmikan kemarin,” katanya, Senin (3/10).

Selamat menilai, langkah pembatasan angkutan berat di ruas tol dalam kota, juga merupakan salah satu terobosan baik yang dilakukan Pemprov DKI. Sehingga kemacetan di tol dalam kota bisa terurai serta menambah kecepatan rata-rata kendaraan.

Selain itu, rencana pembangunan bendungan raksasa di Teluk Jakarta yang digagas Fauzi Bowo, juga mendapat perhatian. Mengingat dengan adanya bendungan raksasa tersebut diharapkan dapat menyelamatkan Jakarta dari ancaman banjir besar dan abrasi dari kawasan Pesisir Jakarta. Selain itu, difungsikannya Kanal Banjir Timur (KBT) pada akhir 2009 lalu, terbukti dapat mengurangi titik banjir di ibu kota. Dari semula 78 titik menjadi 62 titik rawan banjir.

"DKI juga telah memiliki RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah) hingga 2030 mendatang. Sehingga Pemprov sudah memiliki rencana yang jelas untuk ibu kota ke depan," jelasnya.

Terkait masih ada pelayanan yang belum maksimal, ia menilai tidak sepenuhnya kesalahan dibebankan kepada Pemprov DKI atas sesuatu yang belum berhasil dilakukan. Karena di beberapa peraturan ada campur tangan dari pemerintah pusat. "Seperti masalah transportasi ada wewenang dari pemerintah pusat untuk memberikan kebijakan. Tapi semuanya sudah bagus dan menuju perbaikan," jelasnya.

Ia menyarankan agar Pemprov DKI Jakarta menjalankan koordinasi yang baik dengan pemerintah pusat. Selain itu, pembagian tugas dengan wilayah penunjang di sekitar Jakarta juga perlu mendapat perhatian

http://www.beritajakarta.com/2008/id/berita_detail.asp?nNewsId=46550

Rabu, 04 Januari 2012

PKS Optimis Rebut Kursi Gubernur DKI Jakarta


"PKS sudah konsolidasi internal," kata Sani yang digadang-gadang menjadi cagub dari PKS.

VIVAnews – Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2012 masih satu semester lagi. Namun sejumlah tokoh yang digadang-gadang partai politik untuk menjadi calon Gubernur DKI Jakarta, sudah mulai mengambil ancang-ancang untuk maju bersaing dalam Pilgub DKI.

Salah satunya adalah calon kuat dari Partai Keadilan Sejahtera, Triwisaksana. Saat ini, Triwisaksana menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta. Politisi PKS ini optimis dapat memenangi Pilgub DKI 2012. “PKS sudah konsolidasi internal. Saya optimis dukungan PKS bisa seratus persen masuk ke saya,” ujarnya di Pesanggrahan, Jakarta, Sabtu 31 Desember 2011.

“Sekarang tinggal menyatukan aspirasi guna mempersiapkan pendaftaran Cagub DKI bulan Maret,” ujar Triwisaksana usai peresmian kantor baru DPC PKS Pesanggrahan. Soal tokoh yang diincarnya sebagai pasangan calon wakil gubernur, ia mengaku tidak memasang kriteria khusus, termasuk harus berasal dari kalangan militer.

Selama ini, pasangan Gubernur-Wakil Gubernur DKI Jakarta umumnya berasal dari satu kalangan sipil dan satu mantan petinggi militer, seperti Fauzi Bowo dan Prijanto yang saat ini menjabat. Prijanto yang belum lama ini mengumumkan pengunduran dirinya dari kursi wagub, merupakan Purnawirawan TNI.

Triwisaksana yang akrab dipanggil Bang Sani ini mengatakan, dirinya sebetulnya tidak terlalu tertarik dengan pendamping militer. Lebih lanjut, dirinya berpendapat bahwa dikotomi antara sipil dan militer sudah tidak relevan lagi. “Yang penting bisa menyelesaikan masalah Jakarta. Ketegasan bukan hanya dari militer, dan kepedulian bisa berasal dari militer maupun sipil,” tegasnya.

Bang Sani berharap, Pilgub DKI 2012 akan berjalan jujur dan transparan, dimulai dari seleksi pendaftaran. Ia pun tak menyepelekan munculnya calon dari kalangan independen. “Sekarang belum bisa diukur peta politiknya. Kalau sudah pendaftaran Maret 2012, baru bisa," dia menambahkan.

Jumat, 30 Desember 2011

Bang Sani Buka Peluang Duet dengan Foke


Jakarta - Kandidat Gubernur DKI Jakarta dari PKS, Triwisaksana, mengaku tidak menutup kemungkinan untuk berpasangan dengan siapa pun calon gubernur pada pemilukada 2012, termasuk Fauzi Bowo (Foke) yang hingga kini menjabat sebagai Gubernur DKI.

"PKS membuka semua kemungkinan untuk berkoalisi. Kita jalin komunikasi politik dengan semua pihak, dengan semua partai. Jadi kemungkinan berkoalisi dengan siapa pun sangat terbuka," kata Bang Sani, panggilan akrab Triwisaksana di Jakarta, Sabtu (24/12/2011).

Ketua Majelis Pertimbangan Wilayah Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DKI Jakarta ini mengaku partai-partai besar juga telah melakukan komunikasi dengan PKS. "Hampir semua, Demokrat, PDIP," ucap Bang Sani.

Saat ditanya apakah ada partai yang berkomunikasi intens dengan PKS, Bang Sani mengaku belum ada. "Sampai saat ini belum. Kemungkinan diprediksikan bulan Februari sebelum pendaftaran kandidat baru mulai akan kelihatan lebih lanjut. Nanti DPP yang akan memutuskan," paparnya.

Namun, ia menyatakan siap menjadi calon Gubernur DKI Jakarta 2012. Sederet nama calon pendamping Bang Sani pun digodok PKS, diantara nama yang santer dibicarakan untuk diduetkan dengan Sani adalah, Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo.

Berdasarkan hasil survei, Foke masih lebih unggul dari Bang Sani. Sedang kemungkinan Bang Sani menjadi orang nomor dua dalam Pilgub DKI Jakarta mendampingi Foke, masih belum diketahui. Ia pun berpikir ulang duet bersama Foke.

Meski demikian, komunikasi dengan sejumlah partai politik dan rencana untuk berkoaliasi pun mulai dipersiapkan PKS, partai yang sudah diajak bicara adalah PDI Perjuangan dan Demokrat. "Itu nanti lah, diprediksi pada awal tahun atau sebulan sebelum pendaftaran calon ke KPUD baru bisa kita ambil keputusan," papar Bang Sani.

Ia menambahkan, PKS masih wait and see dalam menentukan siapa orang yang cocok mendampinginya. "Kita masih membuka kemungkinan untuk berkoalisi dengan partai lain. Kita siap menjalin komunikasi dengan segala pihak," tegas Bang Sani.

Sekretaris Bidang Humas DPP PKS, Dedi Supriadi menambahkan, PKS tidak mau terlalu gegabah menentukan Calon Gubernur (Cagub) beserta wakilnya. "Kita last minute lah, melihat gimana konstelasi politik di Jakarta ke depannya," terangnya.

Secara terbuka, Dedi mengatakan PKS masih membuka peluang untuk menggandeng partai lain dalam Pilgub DKI Jakarta. Jika dalam perkembangannya tidak ada kecocokan dan kesepakatan dalam membangun koalisi, Dedi mengaku PKS maju sendiri dalam Pilkada DKI. "Kita lihat saja nanti" tegasnya.

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo mengaku belum memikirkan rencana maju di Pilgub DKI, meski namanya sering disebut-sebut akan mencalonkan diri kembali. "Saya kerja saja, enggak mau mikirin Pemilukada," jelasnya. (sindo/inc/ari)

Kamis, 29 Desember 2011

PKS Gelar Jambore Penghafal Quran


JAKARTA - Sebagai partai dakwah berbasis kader, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) terus melakukan  pembinaan terhadap anggotanya. Berbagai bentuk pembinaan untuk peningkatan kapasitas kepribadian (capacity building) anggota terus dilakukan, salah satunya melalui Jambore Al-Qur'an (Mukhayyam Al-Qur'an).

Fungsionaris Departemen Manhaj dan Al-Qur'an, Bidang Kaderisasi DPP PKS, Abdul Aziz Abdul Rouf mengatakan, program Jambore Al-Qur'an ini bertujuan untuk membentuk kader sehingga memiliki kepribadian paripurna (robbani).

"PKS sangat peduli untuk membina kadernya dari segala aspek agar memiliki kepribadian robbani. Salah satunya melalui program ini. Program ini berkelanjutan yang dilaksanakan dua kali dalam setiap," kata Aziz di Jakarta, Kamis (1/12/2011).

Program ini bertempat di Graha Insan Cita, Depok, Jawa Barat, dan berlangsung sejak 25 November 2011 hingga 4 Desember 2011.  Program ini, kata Aziz, diikuti oleh sekitar 140 orang peserta yang terdiri dari 27 perempuan dan 113 laki-laki.





"Setiap peserta wajib menyetorkan hafalan Al Quran paling sedikit 4 juz. Karena itu kami menciptakan iklim dalam jambore ini betul-betul bernuansa qur'ani. Ada kajiian Al-Qur'an, khatam 30 juz dalam sholat malam selama 9 hari jambore, dan mendengarkan bacaan (tasmi')," jelasnya yang juga sebagai ketua pelaksana program.

Para peserta, sambung Aziz, merupakan anggota inti perwakilan dari setiap provinsi dan perwakilan PKS di luar negeri. Dia menjelaskan, setiap 500 anggota inti di setiap provinsi diwakilkan satu orang. "Jadi kalau di DPW tersebut ada 2 ribu anggota inti, diwakili 4 orang," imbuhnya.

Presiden PKS, Luthfi Hasan Ishaaq menyatakan, agenda jambore seyogyanya dilaksanakan di seluruh Indonesia.

“Mukhayam Al Qur’an seperti ini nantinya harus dilaksanakan di seluruh DPW,” ujarnya.

Luthfi juga mengatakan, biaya pelaksanaan program ini sepenuhnya ditanggung DPP.

Jambore Al-Qur'an kali ini merupakan yang kedua kali diselenggarakan. Jambore Al-Qur'an pertama dilakukan pada Maret 2011 lalu bertempat di lokasi yang sama.

Salah seorang peserta dalam Jambore Al-Qur'an pertama adalah Mutammimul Ula, mantan anggota komisi I DPR RI. Seperti diketahui, sepuluh anak Mas Tamim, panggilan akrab politisi PKS itu merupakan penghafal Al-Qur'an (Hafidzul Qur'an). Salah seorang anaknya, Faris Jihady Hanifa memperoleh ijazah tertinggi dalam hafalan Al-Qur'an, yakni Sanad Syathibyah dalam bacaan Hafsh dari Ashim hingga ke Nabi Muhammad. Faris mendapat sanad pada urutan ke 31 dari Nabi Muhammad.




Dengarkan Suara Rakyat Palestina


Gelombang demokratisasi yang saat ini berlangsung di Timur Tengah berdampak baik bagi perkembangan perjuangan rakyat Palestina untuk meraih kemerdekaan. Rakyat Palestina harus menyambut angin reformasi yang sedang berhembus di Timur Tengah dengan semangat persatuan dan menghindari perselisihan  diantara faksi-faksi perjuangan Palestina.

Gelombang demokratisasi di Timur Tengah atau sering disebut Arab Spring mempunyai kesamaan karakter antara negara yang satu dengan lainnya, yaitu kejatuhan rezim oleh gelombang ketidakpuasan rakyatnya.

Demikian dikatakan Wakil Ketua DPP PKS Bidang Kebijakan Publik, Almuzammil Yusuf dalam deklarasi masyarakat Asia Pasifik untuk Kemerdekaan Palestina (Asia Pacific Community for Palestine) di Marocco House, jalan Tasikmalaya Menteng, Jakarta, Selasa (29/11/2011).

Hadir dalam deklarasi tersebut Suripto dari Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP), koordinator AsPac Community for Palestine Bachtiar Nasir, pakar hukum Bambang Widjojanto, Dubes Palestina Fariz Mehdawi, Ketua Harian Komite Nasional UNESCO untuk Indonesia Arif Rahman, perwakilan Walubi, Persatuan Pemuda Katolik, dan sejumlah ormas lainnya.

"Gerakan demokratisasi atau Arab Spring berangkat dari kesamaan, yakni tuntutan agar rezim yang berkuasa harus mendengar suara hati publik. Karena itu faksi-faksi di Palestina, Hamas dan Fatah harus menghilangkan perbedaan. Pemerintah Palestina harus mendengar suara hati rakyatnya, bukan suara Amerika," cetus Almuzammil.

Lebih lanjut Almuzammil mengatakan, Arab Spring menggambarkan suara hari rakyat Arab yang menginginkan keadilan dan kebebasan, serta memberikan kesempatan kepada gerakan-gerakan Islam untuk tampil. Menurutnya, apa yang terjadi di Timur Tengah sangat besar karena ada rekayasa Allah SWT dan memberikan harapan baru bagi perjuangan di Palestina.

"Apa yang terjadi di sana saat ini diluar analisa pakar-pakar politik internasional. Ini sesuatu yang besar karena ada intervensi Allah. Di Mesir, kelompok Islam menang. Di Tunisia, kelompok Islam menang. Di Maroko juga demikian. Kemungkinan di Suriah pun demikian. Karena itu kita harus terus memberikan dukungan perjuangan kepada mereka dan tetap bekerja," jelas anggota komisi I DPR RI ini.

Diluar jazirah Arab, kata Almuzammil, rakyat Palestina bergantung pada dua kekuatan Islam yang besar, yakni di Asia Tengah (Turki) dan Asia Tenggara (Indonesia). Gelombang dukungan dari Turki dan Indonesia akan melengkapi gelombang yang muncul di Timur Tengah untuk menekan Israel. Karena bangkitnya kekuatan Islam di sejumlah negara Arab, lanjutnya, akan memberi tekanan yang semakin kuat terhadap Israel.

"Karena itu kondisi ini harus dimanfaatkan rakyat Palestina untuk memperkokoh persatuan, dan pemerintah Palestina harus mendengarkan suara hati rakyatnya," pungkas Almuzammil.

Rabu, 28 Desember 2011

Hilmi Aminuddin : Bang Sani Memimpin, Jakarta Kembali Fitrah


PKS Jakarta : Jakarta akan sejahtera bila Jakarta kembali kepada fitrahnya, dan Jakarta akan kembali kepada fitrahnya, bila Triwisaksana memimpin Jakarta.

Demikian disampaikan Ketua Majelis Syuro PKS Hilmi Aminuddin padaacara Family Expo PKS di Kota Tua, Ahad (24/12). Oleh karena itu, Hilmi meminta warga Jakarta untuk mendukung Triwisaksana pada pilkada 2012 mendatang, agar Jakarta kembali kepada fitrahnya.

Pada kesempatan itu, Hilmi juga menyatakan bahwa kunci kunci kesejahteraan dan keberhasilan hidup manusia adalah bila tiap-tiap anggota keluarga kembali pada fitrahnya.

“Pangkal kerusakan sebuah rumah tangga karena suami dan isteri lupa akan fitrahnya. Bila ingin keluarga hidup normal, kembalikan seluruh peran hidup kepada fitrahnya,” tegas Hilmi.

Pada kesempatan yang sama, Triwisaksana atau yang biasa dengan sebutan Bang Sani ini, mengatakan bahwa PKS akan memikirkan kepentingan para ibu dan kaum perempuan melalui pemberian anggaran pemberdayaan perempuan dengan porsi lebih besar. “Bila PKS masuk dalam pemerintahan, Insya Allah anggaran bagi pemberdayaan perempuan akan tiga kali lipat lebih besar,” tegas Sani. (adine)

PKS : Popularitas Bang Sani Tembus Angka 50%


Popularitas Triwisaksana atau yang kerap kali dipanggil dengan Bang Sani terus mengalami kenaikan, hasil terakhir tembus ke angka 50%. Berbekal inilah membuat Optimisme Partai Keadilan Sejahtera (PKS) makin tinggi untuk mengusung kadernya Triwisaksana sebagai bakal calon Gubernur DKI Jakarta. PKS menyebut Triwisaksana atau Bang Sani sudah populer di Jakarta.

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Pusat (DPW) PKS DKI Jakarta, Slamet Nurdin mengatakan, partainya saat ini terus memperkenalkan sosok Bang Sani ke warga Jakarta. Selain itu, PKS juga sudah menyiapkan rencana kerja untuk memenangkan Pemilukada bulan Juli 2012.

Sebagaimana yang disampaikan langsung ke media online okezone Senin (26/12) Selamat Nurdin mengatakan “Daripada menunggu koalisi parpol, kita bergerak lebih dulu dengan mempopulerkan Bang Sani. Tingkat pengenalan Bang Sani sudah mencapai 50 persen di Jakarta, artinya sudah cukup populer,” .

Menurutnya, figur Bang Sani akan diterima publik Jakarta yang memiliki latar belakang beragam. Dia memastikan Bang Sani adalah tokoh plural yang mengayomi semua kalangan. “Kita ingin pastikan ke warga Jakarta, Bang Sani tokoh plural, menggarap basis segala lapisan dan tidak akan bekerja demi kelompok tertentu,” ujarnya.

Hingga saat ini, PKS sambung dia terus melakukan komunikasi dengan sejumlah parpol termasuk kandidat calon gubernur yang ada seperti Fauzi Bowo, Nachrowi Ramli dan Tantowi Yahya. Namun, PKS akan memutuskan berkoalisi bila tercapai kesepakatan.

“Harus ada kesamaan tentang konsep pembenahan Jakarta, karena kota sebesar ini harus dikelola secara bersama-sama. Bila hasil musyawarah ditemukan kesepakatan, PKS bersedia menaruh Bang Sani di posisi Wakil Gubernur,” sebut Nurdin.

Dia juga membantah kabar miring yang menyebut PKS mematok harga tertentu sebagai syarat untuk mencalonkan seseorang yang meminta dukungan PKS.

“PKS tidak pernah meminta uang ke calon, kita bekerja bersahaja, uang bukan alat utama perjuangan. Kita enggak prioritaskan pinangan uang, itu terlalu pragmatis karena PKS berorientasi kinerja bukan uang,” pungkasnya.

Minggu, 25 Desember 2011

PKS Siap Terjunkan Relawan Perempuan


PKS Jakarta-Partai Keadilan sejahtera melatih 350 relawan perempuan yang akan terjun langsung ke masyarakat guna menyerap aspirasi. Relawan yang dipilih dari seluruh kelurahan dan kecamatan di DKI Jakarta ini, dibekali teknik berkomunikasi, public speaking dan materi kepartaian. Diharapkan dari pelatihan ini, para relawan perempuan akan menjadi juru bicara partai yang mampu menjyampaikan prestasi-prestasi PKS selama ini. Hal itu disampaikan oleh Ketua DPW PKS DKI Jakarta, Selamat Nurdin, di hadapan 350 relawan perempuan yang sedang menerima pelatihan sehari penuh (27/11).
Menurut Selamat, PKS merasa perlu untuk kembali terjun ke masyarakat. Selain memarketingkan partai dengan data berupa prestasi PKS selama ini, para relawan juga menjadi telinga partai guna menerima aspirasi masyarakat. Selamat juga memberi arahan pada relawan untuk tetap bersikap dinamis di masyarakat. "Relawan harus mampu menjadi perekat antara partai dan masyarakat", ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, hadir pula Ketua MPW PKS DKI Jakarta, Ir Triwisaksana Msc. Pria yang diakrabi dengan sebutan Bang Sani ini menyatakan pentingnya peran relawan perempuan dalam menyerap aspirasi masyarakat. “Perempuan adalah salah satu segmen masyarakat yang besar, dan memiliki peran signifikan dalam membangun bangsa”, ujarnya. Dengan menghadirkan relawan perempuan ke tengah masyarakat, diyakini juga akan merangsang munculnya kreativitas kaum perempuan untuk menyelesaikan permasalahan di tengah masyarakat.
Untuk itu, Bang Sani yang juga Wakil Ketua DPRD ini sangat mengapresiasi keberadaan Relawan Perempuan PKS. “Harus diakui, banyak sekali agenda partai ini yang sukses karena dikawal oleh kader dan simpatisan perempuan PKS”, tuturnya. Saatnya, tambah Sani, PKS memberikan kontribusi lebih besar bagi masyarakat dengan kehadiran relawan perempuan. (Ir@)

Selamat Nurdin : Sistem Kerja Struktur Jangan Tumpang Tindih


PKS Jakarta - PKS harus memiliki sistem kerja yang efektif dari tingkat wilayah hingga tingkat ranting, sehingga tidak terjadi dualisme kerja di dalam setiap level kepengurusan. Demikian disampaikan Ketua DPW PKS DKI Jakarta Selamat Nurdin dihadapan para peserta Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) DPW PKS DKI Jakarta yang digelar di Lembang Jawa Barat, Sabtu-Ahad (10-11/12).

“Pastikan sistem kerja manajemen harus efektif dari tingkat DPW sampai DPRa, sehingga tidak terjadi tumpang tindih. DPW bertugas melakukan hal-hal yang strategis dan pilot project, DPD memastikan sistem delivery kegiatan berjalan dengan bagus, DPC-DPRa memastikan bahwa implementasi kegiatan berjalan dengan sistematis,” ungkap pria yang akrab disapa Didin ini.

Dalam kesempatan tersebut, Didin juga mengatakan bahwa setiap kegiatan yang dilakukan oleh stuktur PKS harus memiliki nilai jual yang tinggi, sehingga layak untuk dikonsumsi oleh masyarakat.

“Setiap kegiatan harus memiliki media impact, oleh karena itu, menjadi tantangan setiap bidang agar berfikir kreatif, untuk menelurkan program-program yang menarik dan layak dijual ke masyarakat,” tegas pria yang berlatar pendidikan ilmu sosial dan politik ini. (adine)

Semarak Hari Ibu, PKS DKI Jakarta Gelar Family Expo


PKS Jakarta - Dalam rangka menyemarakan peringatan Hari Ibu pada 22 Desember nanti, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jakarta menggelar acara Family Expo tingkat DPD se DKI Jakarta, Minggu (18/12).

Untuk DPD PKS Jakarta Selatan akan menggelar Festival Perempuan se-DPD dengan rangkaian acara seperti Qosidah, Bazaar, dan lima perlombaan lainnya. Setiap DPC PKS yang ada di Jakarta Selatan harus menampilkan produk Pos Wanita Keadilan (Pos WK). Adapun tempat pelaksanaannya terletak di Kampung Kandang Jagakarsa. Peresmian untuk Family Expo akan dibuka langsung oleh Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Triwisaksana pada pukul 7.30. Acara ini akan berlangsung hingga pukul 12.00 WIB.

Usai pembukaan di DPD PKS Jakarta Selatan, Bang Sani sapaan akrab wakil DPRD DKI Jakarta tersebut giliran membuka acara berikutnya di DPD PKS Jakarta Barat pada pukul 9.00 WIB. Usai pembukaan, pelbagai jenis perlombaan pun telah menanti semangat warga Jakarta barat.

Berbagai acara telah disiapkan dalam Family Expo Jakarta Barat seperti lomba menulis surat cinta dari suami kepada isterinya. Hal ini bertujuan untuk menambah keharmonisan dalam sebuah keluarga. Pasalnya, pasca menikah seorang suami kini tak lagi membuat surat cinta untuk sang isteri. Dengan demikian, surat cinta ini menjadi momen nostalgia sang suami kepada isteri.

Berikutnya adalah lomba memasak nasi goreng yang diikuti oleh seluruh Badan Pengurus Harian DPD dan DPC Jakarta Barat. Memasak memang sudah biasa, tapi akan lebih menarik jika para pengurus PKS dan masyarakat akan beradu kreatifitas dalam mengolah rasa untuk sebuah nasi goreng.

Sebuah acara keluarga belum lengkap jika tidak melibatkan seorang anak. Dalam acara ini telah disiapkan lomba mewarnai untuk anak. Alhasil, anak para kader dan simpatisan ini akan beradu kreatifitas dalam mewarnai sebuah gambar.

Tak kalah menarik, untuk membangkitkan semangat perempuan acara Family Expo yang digelar oleh DPD PKS Jakarta Barat ini menyediakan lomba produk Pos Wanita Keadilan (Pos WK), lomba antar Rumah Keluarga Indonesia (RKI).

Kemudian DPD PKS Jakarta Timur dan Jakarta Pusat menyusul dengan agenda yang sama di daerah masing-masing.

DPD PKS Jakarta Utara menyelenggarakan acara Family Expo ini pada Sabtu (24/12) di Taman Fatahilah, Kota. Dengan tema yang sama dan akan di buka secara resmi pula oleh Bang Sani. (pks.or.id)

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons | Re-Design by PKS Piyungan