Tampilkan postingan dengan label gubernur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label gubernur. Tampilkan semua postingan

Minggu, 08 Januari 2012

PKS: Pembangunan Infrastruktur di DKI Telah Maksimal


Upaya Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo dalam mengatasi kemacetan dengan membenahi infrastruktur di ibu kota dinilai Partai Keadilan Sejahtera (PKS) telah maksimal. Kehadiran bus Transjakarta yang kini telah memiliki 10 koridor dan pembangunan proyek mass rapid transit (MRT) merupakan bentuk keseriusan Fauzi Bowo di empat tahun kepemimpinannya dalam menata persoalan transportasi di ibu kota menjadi lebih modern dan terintegrasi.

Ketua DPW PKS DKI Jakarta, Selamat Nurdin, menilai penanganan insfrastruktur di ibu kota cukup baik. Bahkan, saat ini proyek MRT dijadwalkan bisa beroperasi pada 2016 mendatang, telah masuk dalam tahap pra kualifikasi.

“Perbaikan transportasi untuk mengurai kemacetan juga sudah dapat dilihat hasilnya. Di antaranya dengan telah beroperasinya 10 koridor bus Transjakarta. Termasuk feeder busway yang baru diresmikan kemarin,” katanya, Senin (3/10).

Selamat menilai, langkah pembatasan angkutan berat di ruas tol dalam kota, juga merupakan salah satu terobosan baik yang dilakukan Pemprov DKI. Sehingga kemacetan di tol dalam kota bisa terurai serta menambah kecepatan rata-rata kendaraan.

Selain itu, rencana pembangunan bendungan raksasa di Teluk Jakarta yang digagas Fauzi Bowo, juga mendapat perhatian. Mengingat dengan adanya bendungan raksasa tersebut diharapkan dapat menyelamatkan Jakarta dari ancaman banjir besar dan abrasi dari kawasan Pesisir Jakarta. Selain itu, difungsikannya Kanal Banjir Timur (KBT) pada akhir 2009 lalu, terbukti dapat mengurangi titik banjir di ibu kota. Dari semula 78 titik menjadi 62 titik rawan banjir.

"DKI juga telah memiliki RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah) hingga 2030 mendatang. Sehingga Pemprov sudah memiliki rencana yang jelas untuk ibu kota ke depan," jelasnya.

Terkait masih ada pelayanan yang belum maksimal, ia menilai tidak sepenuhnya kesalahan dibebankan kepada Pemprov DKI atas sesuatu yang belum berhasil dilakukan. Karena di beberapa peraturan ada campur tangan dari pemerintah pusat. "Seperti masalah transportasi ada wewenang dari pemerintah pusat untuk memberikan kebijakan. Tapi semuanya sudah bagus dan menuju perbaikan," jelasnya.

Ia menyarankan agar Pemprov DKI Jakarta menjalankan koordinasi yang baik dengan pemerintah pusat. Selain itu, pembagian tugas dengan wilayah penunjang di sekitar Jakarta juga perlu mendapat perhatian

http://www.beritajakarta.com/2008/id/berita_detail.asp?nNewsId=46550

Jumat, 06 Januari 2012

Ini Dia Jadwal dan Tahapan Pemilukada DKI 2012

Jakarta - Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta telah memutuskan jadwal dan tahapan resmi penyelenggaraan untuk Pemilukada DKI 2012. Keputusan tersebut telah dituangkan dalam Surat Keputusan KPU Provinsi DKI Jakarta Nomor 01/Kpts/KPU-Prov-010/2011 tentang Hari dan Tanggal Pemungutan Suara Pemilihan Umum Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Tahun 2012.

Menurut Ketua KPU Provinsi DKI Jakarta, Juri Ardiantoro, tidak ada perubahan jadwal pemungutan suara dari hasil rapat di awal.

"Pemungutan suara pada Rabu, 11 Juli 2012. Jadwal ini dianggap paling tepat," kata Juri kepada detikcom, Rabu (14/12/2011).

Untuk proses pendaftaran pasangan calon gubernur dan wakil gubernur baik dari parpol maupun independen dilakukan mulai tanggal 13-19 Maret 2012. Hanya saja, untuk calon gubernur yang berasal dari perseorangan atau independen harus sudah menyerahkan dokumen dukungan berupa KTP warga DKI pada tanggal 8 sampai 12 Februari 2012.

"Sekurang-kurangnya menyerahkan 407.340 dukungan atau 4 persen dari penduduk Jakarta 10.183.498 jiwa," katanya.

Lebih jauh ia menjelaskan, untuk calon gubernur dan wakil gubernur yang diusung oleh parpol atau gabungan parpol ada dua mekanisme yang bisa dipilih saat akan mengajukan calonnya.
Partai politik (parpol) atau gabungan parpol harus memiliki suara sah paling rendah 15 persen atau 539.986 suara sah dari total jumlah suara sah pada Pemilu DPRD DKI Jakarta 2009 lalu sebesar 3.599.906 suara. Dengan demikian, parpol atau gabungan parpol tersebut dapat mengajukan pasangan apabila memiliki kursi paling rendah 15 kursi dari jumlah kursi yang ada di DPRD Provinsi DKI Jakarta periode 2009-2014 sebanyak 94 kursi.

Untuk jadwal kampanye sendiri, rencananya dimulai sejak 24 Juni sampai 7 Juli 2012. Lalu diberikan waktu masa tenang sebelum pemungutan sejak tanggal 8 Juli hingga 10 Juli 2012.

"Untuk rekap hasil pemungutan suara terakhir seluruhnya di provinsi dijadwalkan 19-20 Juli. Sedangkan Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Janji Gubernur dan Wakil Gubernur pada 7 Oktober 2012 bertepatan dengan masa habis periode ini," papar Juri

Terkait Daftar Pemilih Tetap (DPT) untuk tahun ini diperkirakan menjadi 7,5 juta. Data itu berdasarkan sumber dari Data Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4).

"Tapi itu belum pasti. Kita masih menunggu DP4 resminya dari Dinas Kependudukan paling lama 12 Februari 2012. Agar pada tanggal 13 April bisa diumukan Daftar Pemilih Sementara (DPS) dilakukan pada 13 April. Dan jika pun ada perbaikan, pada 20 sampai 22 Mei Daftar Pemilih Tetap (DPT) bisa diumumkan dan disahkan," jelasnya.

Rabu, 04 Januari 2012

PKS Optimis Rebut Kursi Gubernur DKI Jakarta


"PKS sudah konsolidasi internal," kata Sani yang digadang-gadang menjadi cagub dari PKS.

VIVAnews – Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2012 masih satu semester lagi. Namun sejumlah tokoh yang digadang-gadang partai politik untuk menjadi calon Gubernur DKI Jakarta, sudah mulai mengambil ancang-ancang untuk maju bersaing dalam Pilgub DKI.

Salah satunya adalah calon kuat dari Partai Keadilan Sejahtera, Triwisaksana. Saat ini, Triwisaksana menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta. Politisi PKS ini optimis dapat memenangi Pilgub DKI 2012. “PKS sudah konsolidasi internal. Saya optimis dukungan PKS bisa seratus persen masuk ke saya,” ujarnya di Pesanggrahan, Jakarta, Sabtu 31 Desember 2011.

“Sekarang tinggal menyatukan aspirasi guna mempersiapkan pendaftaran Cagub DKI bulan Maret,” ujar Triwisaksana usai peresmian kantor baru DPC PKS Pesanggrahan. Soal tokoh yang diincarnya sebagai pasangan calon wakil gubernur, ia mengaku tidak memasang kriteria khusus, termasuk harus berasal dari kalangan militer.

Selama ini, pasangan Gubernur-Wakil Gubernur DKI Jakarta umumnya berasal dari satu kalangan sipil dan satu mantan petinggi militer, seperti Fauzi Bowo dan Prijanto yang saat ini menjabat. Prijanto yang belum lama ini mengumumkan pengunduran dirinya dari kursi wagub, merupakan Purnawirawan TNI.

Triwisaksana yang akrab dipanggil Bang Sani ini mengatakan, dirinya sebetulnya tidak terlalu tertarik dengan pendamping militer. Lebih lanjut, dirinya berpendapat bahwa dikotomi antara sipil dan militer sudah tidak relevan lagi. “Yang penting bisa menyelesaikan masalah Jakarta. Ketegasan bukan hanya dari militer, dan kepedulian bisa berasal dari militer maupun sipil,” tegasnya.

Bang Sani berharap, Pilgub DKI 2012 akan berjalan jujur dan transparan, dimulai dari seleksi pendaftaran. Ia pun tak menyepelekan munculnya calon dari kalangan independen. “Sekarang belum bisa diukur peta politiknya. Kalau sudah pendaftaran Maret 2012, baru bisa," dia menambahkan.

Selasa, 03 Januari 2012

SDN 02 Kwitang Ambruk


padahal blom lama dibangun yach.. :(

rencananya malahan kecamatan senen (dekat terminal stasiun) mau pindah
ke kwitang dekat sdn kwitang... :hmmm:

PERHATIAN besar diberikan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, terhadap
peristiwa robohnya atap SDN 02 Kwitang, Senen, Jakarta Pusat, kemarin
(24/5). Orang nomor satu di Pemprov DKI Jakarta itu langsung
mengunjungi lokasi atap sekolah yang roboh serta ketiga murid dan satu
penjaga kantin yang menderita luka-luka akibat tertimpa kayu dan
balok. Fauzi juga menginstruksikan Dinas Kesehatan DKI Jakarta untuk
menggratiskan biaya pengobatan bagi para korban, Setya Puji (7), Anggi
(7), Indri (7), serta Khumaeroh (45). ”Khusus untuk para siswa yang
jadi korban, saya minta kepala mereka harus di sinar-X (X-Ray).

Meski dari luar tidak kelihatan ada apa-apa, tapi ada baiknya
dilakukan pemeriksaan dalam,’’ ujar Fauzi Bowo, Gubernur DKI Jakarta
saat mengunjungi SDN 02, kemarin (25/5). Dari hasil tinjauannya, Fauzi
menduga, ada kesalahan dalam pelaksanaan konstruksi bangunan sekolah
tersebut. Untuk itu, ia meminta agar garis polisi yang terpasang di
lokasi kejadian tetap di pasang agar tidak dilalui para siswa serta
untuk mencegah kembali terjadinya korban reruntuhan kanopi.
”Kesimpulan sementara saya, kanopi yang roboh ini bukan kesalahan
bestek atau perencanaan konstruksi. Sebab, saya melihat gambar
desainnya sudah baik.

Hanya saja saya menduga pengerjaan konstruksinya tidak benar,’’ kata
Fauzi Bowo Untuk mengetahui secara pasti penyebab runtuhnya kanopi
itu, sambung Fauzi, pihaknya telah memerintahkan Dinas Perumahan dan
Gedung Pemerintahan serta Dinas Pendidikan melakukan penilaian
menyeluruh terhadap konstruksi bangunan gedung, termasuk kanopi.’
Bahkan, bila perlu, kedua dinas itu membongkar kanopi untuk melihat
konstruksi besi apakah sudah terpasang sesuai dengan bestek dan
standar yang telah ditetapkan. “Saya minta hasil penilaian menyeluruh
sudah dilaporkan pekan depan disertai saran apa yang harus dilakukan.
Jika terbukti kesalahan terletak pada konstruksi, maka saya tidak akan
segan-segan menuntut kontraktor yang membangun gedung sekolah ini,”
paparnya.

Dia mengaku, sangat prihatin dengan adanya peristiwa tersebut. Untuk
itu, ia mengimbau agar para kontraktor yang mendapatkan tender
membangun sekolah lebih memperhatikan perencanaan dan pelaksanaan
pembangunan agar tidak kembali terjadi peristiwa semacam ini. “Saya
juga lihat ada kanopi yang mulai bengkok. Saya minta kepala sekolah
untuk melarang muridnya beraktivitas di bagian gedung yang kanopinya
runtuh,” pintanya. Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Taufik Yudi
Mulyanto menegaskan, ketiga siswa dan satu penjaga kantin sekolah akan
menjalani pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan kondisi bagian
kepala mereka dalam keadaan baik. “Sesuai dengan petunjuk gubernur,
para korban akan menjalani pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan
kondisi mereka. Kami sudah koordinasikan dengan Dinas Kesehatan. Semua
biaya digratiskan,” kata Taufik yang juga ikut mengunjungi SDN 02
Kwitang.

Sebelumnya, tiga siswa dan satu penjaga kantin Sekolah Dasar Negeri 02
Kwitang, Jakarta Pusat, mengalami luka-luka setelah tertimpa atap
sekolah mereka yang runtuh, Selasa (24/5) kemarin. Atap kanopi sekolah
itu runtuh dari lantai 3 dan menimpa atap kantin. Seluruh korban
menderita luka pada bagian kepala. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul
15.30. Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta, Dwi Rio Sambodo, meminta
kasus robohnya atap gedung SD tersebut diusut tuntas. Agar diketahui
secara pasti penyebab robohnya atap gedung itu. “Saya berharap
peristiwa ini diusut tuntas,” harapnya. Anggota Komisi E lainya,
Ditian Corisa berencana melakukan kunjungan ke lokasi. Dia ingin
melihat langsung dan agar mengetahui duduk persoalanya. Menurutnya,
robohnya atap sekolah ini seharusnya tak perlu terjadi jika semua
pihak menjalankan fungsinya. “Utamanya pihak pengawas yang ada di
sekolah itu. Apabila mengetahui ada yang tidak wajar pada atap
seharusnya diperiksa dan diperbaiki,” tandasnya. (wok)

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons | Re-Design by PKS Piyungan