Tampilkan postingan dengan label indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label indonesia. Tampilkan semua postingan

Selasa, 09 April 2013

Hidayat: PKS Sudah Praktikkan Untuk Tak Rangkap Jabatan, Tak Sekadar Wacana

Jakarta - Mantan Ketua MPR RI periode 2004-2009, Hidayat Nur Wahid memberikan tanggapan tentang isu rangkap jabatan yang sedang marak diberitakan, baik melalui media cetak maupun online. Kepada Beningpost.com ia mengatakan bahwasanya PKS sudah lama mengkomunikasikan terkait rangkap jabatan, memang sebaiknya tidak melakukan rangkap jabatan.
Hidayat mengaku PKS sudah mempraktikkan bukan hanya mewacanakan. Begitu ketua partai terpilih menjadi pejabat publik, orang yang bersangkutan segera meninggalkan jabatan ketua partai. Atau sebaliknya ketika menjadi ketua partai, dia meninggalkan jabatan publiknya.
 
“Contohnya, ketika Nur Mahmudi menjadi menteri maka beliau meninggalkan jabatan sebagai presiden partai. Lalu, ketika Pak Tifatul dipilih menjadi menteri maka beliau meninggalkan jabatan presidennya digantikan Pak Luthfi, kemudian saat Pak Luthfi kena masalah, beliau segera diganti dan yang menggantikan Pak Anis Matta. Pak Anis Matta juga langsung meninggalkan jabatannya di wakil ketua DPR,” jelasnya kepada Beningpost.com saat dihubungi, Jumat (5/4).
 
Ia menegaskan bahwa PKS sudah dari dulu bukan hanya wacana, tapi sudah mempraktikkan tentang pentingnya untuk tidak rangkap jabatan, karena ia menilai bahwa jabatan-jabatan itu semuanya sangat penting dan semuanya memerlukan sepenuh waktu untuk mengurusi dan memerlukan tanggung jawab serta amanah yang tinggi.
 
Tapi permasalahannya, Hidayat melanjutkan, PKS berkali-kali mengusulkan dalam rapat di DPR terkait hal itu, namun selalu kalah di DPR, sehingga sampai hari ini memang belum ada aturan perundangan yang secara definitif melarang rangkap jabatan itu, jadi inilah permasalahannya.
 
Hidayat menjelaskan sesungguhnya yang paling utama adalah presiden itu harus menjadi contoh terbaiknya. SBY sendiri juga pernah mengimbau kepada para menterinya kalau tidak bisa sepenuh waktu mengurusi kementerian dan masih rebut di partainya, silakan untuk memilih untuk tidak merangkap jabatan. Karenanya memang sangat baik jika beliau menjadi contoh terbaik terhadap apa yang selama ini beliau sampaikan sendiri.
 
“Kata kuncinya ialah biar rakyatlah yang memberikan apakah punishment atau reward terhadap kondisi ini, itu akan dilihat nanti pada pemilu 2014,” tukas mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera periode 2000-2004.
 
Lebih jauh, Hidayat menjelaskan bahwa PKS tidak mewacanakan pemakzulan, karena pemakzulan presiden itu diatur dalam UUD. Ia juga menyatakan isu ini tidak bisa dipakai menjadi pintu untuk pemakzulan presiden, karena memang tidak ada yang dilanggar dari sisi UUD. Jadi PKS tidak akan mewacanakan itu.
 
“Tetapi PKS menjadi bagian dari yang mengusulkan dalam perubahan UUD pilpres itu agar presiden ke depan tidak melakukan rangkap jabatan sebagai ketua umum partai,” pungkasnya.
 
http://www.pks-jakarta.or.id/index.php/berita/liputan-media/item/10432-hidayat-pks-sudah-praktikkan-untuk-tak-rangkap-jabatan-tak-sekadar-wacana

Ada Google, PKS Pastikan Tak Ikut Kunker Komisi III ke Eropa


Jakarta - Komisi III DPR berencana melakukan kunjungan kerja ke 4 negara Eropa untuk pendalaman Rancangan Undang-undang (RUU) KUHP dan KUHAP. Ketua Fraksi PKS Hidayat Nur Wahid, memastikan anggotanya tak akan ikut serta dalam kunker tersebut.

"Kami sudah putuskan sejak akhir 2012 lalu bahwa PKS tidak ikut kunker atau studi banding ke luar negeri sampai selesai masa jabatan (tahun 2014)," kata Hidayat Nur Wahid di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (2/4/2013).

Hidayat menerangkan Fraksi PKS akan lebih fokus pada tugas-tugas di DPR dengan tidak turut pembahasan RUU ke luar negeri. Namun, hal itu bukan berarti PKS tidak melakukan pembahasan.

"Kami juga akan studi banding, kami punya perwakilan di luar negeri. Kami bisa searching ke profesor Google, tapi kami hormati kawan-kawan yang akan berangkat," tuturnya.

"Tapi kami ingatkan betul kunker harus berkualitas, transparan, jangan menambah kesalahan bagi DPR. Tapi itu KUHP dan KUHAP ya bukan santet," lanjut Hidayat.

Soal optimisme pengesahan RUU KUHP dan KUHAP itu, menurut Hidayat memang hal itu jadi tantangan khususnya bagi Komisi III karena sudah puluhan tahun Indonesia menggunakan KUHP warisan kolonial.

"Itu tantangan berat di Komisi III dan pemerintahan, kalaupun belum selesai ya ini sudah bagus sudah dimulai pemerintah (menyerahkan kepada DPR)," ungkapnya.

"Kalau tidak selesai maka itu berarti kita akan langgengkan UU warisan Belanda," imbuh Hidayat.

http://news.detik.com/read/2013/04/02/122718/2209219/10/ada-google-pks-pastikan-tak-ikut-kunker-komisi-iii-ke-eropa?9911012

Minggu, 29 Januari 2012

PKS Tolak Kenaikan Harga BBM


REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Komisi VII DPR secara tegas tak menyetujui pembatasan BBM subsidi juga opsi kenaikan harganya. Anggota Komisi VII Mardani Ali Sera beralasan pemerintah belum menyelesaikan tiga pekerjaan rumah yang diamanatkan DPR terhadapnya.

Pertama, pemerintah harus mengurangi subsidi untuk PLN sebab perusahaan plat merah itu kebanyakan mengonsumsi bahan bakar diesel. Sebanyak 1 KWh listrik berbahan bakar diesel menghabiskan Rp 3.000, sedangkan jika dikonversi ke gas akan lebih murah menjadi Rp 700 per KWh.

“Subsidi PLN pada 2010 saja sekitar Rp 50 triliun, jika pemerintah potong separuhnya, maka bisa kita berikan untuk subsidi BBM,” kata Mardani saat dihubungi Republika, Rabu (25/1). Menurut Mardani, yang menyebabkan biaya pokok penyediaan (BPP) listrik adalah penggunaan BBM untuk pembangkit. Seharusnya untuk menekan anggaran subsidi, PLN mengggunakan bahan bakar gas dan batubara.

Kedua, pemerintah belum mengoptimalisasikan sistem transportasi umum. Menurutnya, perbaikan-perbaikan yang dilakukan dapat berbagai cara. Misalnya, menaikkan tarif parkir kendaraan, dan menganjurkan masyarakat beralih ke transportasi umum.

Ketiga, pemerintah mengaudit kinerja Pertamina terakit catatan efisiensinya. Terkait hal ini, sebelumnya, anggota komisi VII Dito Gunandito mengapresiasi penghematan Pertamina terhadap impor BBM. Dalam laporannya, Pertamina menghemat pengadaan impor BBM premium dan solar mencapai Rp 2,6 triliun atau 283 juta dolar AS selama 2011.

Mardani menambahkan keputusan DPR terhadap opsi-opsi pemerintah akan diputuskan besok (Kamis, 26 Januari 2012) dalam rapat DPR bersama pejabat Kementerian ESDM. “Kalo DPR, keputusannya besok (Kamis), kalo PKS tetap menolak,” tegasnya.

Jumat, 06 Januari 2012

PKS Minta Oknum Polisi Penganiaya AAL Dipidana

Jakarta - Anggota Komisi III dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Aboe Bakar Al Habsyi meminta aparat kepolisian menindak oknum petugas yang memukul AAL dalam kasus pencurian sandal yang dilakukannya. Pasalnya jika AAL bisa dikenakan pidanan lima tahun, maka oknum polisi tersebut juga harus dikenakan pidana.

"AAL yang dituduh mencuri sandal seorang polisi harus diancam dengan pidana 5 tahun, lebay banget. Memang kita tidak bisa membenarkan tindakan AAL yang mencuri sandal polisi, namun pemukulan atas AAL oleh oknum polisi kepada AAL agar mengakui telah mencuri juga tidak dapat dibenarkan," ujar Aboe Bakar kepada INILAH.COM, Kamis (5/1/2012).

Menurutnya, atas aksi pemukulan itu seharusnya oknum polisi tersebut dikenakan sanksi pidana tentang perlindungan anak karena telah melakukan kekerasan terhadap AAL.

"Kenapa oknum ini hanya dikenai sanksi disiplin, bukankah seharusnya dia bisa dikenai tindak pidana dan juga perlindungan anak, paling tidak kan diancam 15 tahun penjara," jelasnya.

Aboe Bakar menilai dengan kasus AAL kembali membuktikan penegakan hukum di Indonesia masih belum memenuhi rasa keadilan publik. Sebab dari kasus itu yang diproses secara hukum hanya AAL saja. Hal ini berbanding terbalik dengan kasus-kasus kekerasan yang dilakukan oknum polisi.

"Coba bandingkan saja dengan oknum polisi yang sudah menghilangkan nyawa orang, hanya dikenai sanksi disiplin," ungkapnya.

Untuk itu, Kapolri diminta peka atas serangkaian aksi pengumpulan sendal dibeberapa tempat, karena itu merupakan kritikan pedas untuk institusi Polri. "Saya berharap para penegak hukum bisa melihat kasus ini dengan hati nurani," katanya.

Hakim Pengadilan Negeri Palu, Rabu (4/1/2012) malam, memvonis terdakwa AAL (15) bersalah dalam kasus kasus pencurian sandal jepit milik seorang anggota polisi.

Namun, hakim sidang Romel Tambubolan tidak menjatuhkan hukuman kurungan penjara melainkan dikembalikan ke orang tua untuk mendapatkan pembinaan.

Dalam persidangan, hakim Pengadilan Negeri Palu, Rabu (4/1/2012) malam, memutuskan sandal jepit yang diperkarakan oleh anggota polisi di Polda Sulawesi Tengah ternyata bukan milik yang bersangkutan.

Namun demikian pengadilan tetap memutuskan terdakwa AAL (15) bersalah dan terbukti bahwa siswa salah satu SMK di Kota Palu tersebut mengambil barang yang bukan miliknya.

"Terlepas siapa pemilik sandal tersebut, tetapi terdakwa terbukti mengambil sandal yang bukan miliknya," kata hakim Romel Tampubolon pada sidang pembacaan putusan kasus sandal jepit itu.

Romel mengatakan, meski sandal jepit merek Ando yang diperkarakan Briptu Ahmad Rusdi Harahap, seorang anggota polisi di Polda Sulawesi Tengah tersebut bukan miliknya, tetapi terdakwa mengambil barang bukan miliknya sehingga terdapat unsur melawan hukum. [bar]

Sumber : http://nasional.inilah.com/read/detail/1815445/pks-minta-oknum-polisi-penganiaya-aal-dipidana

Syaikh Muhammad Badi’: Ikhwanul Muslimin Semakin Mendekati Khilafah Islamiyah

Ikhwanul Muslimin semakin dekat untuk mencapai “tujuan akhir” yang ditetapkan oleh pendiri Ikhwanul Muslimin  Hasan Al Banna pada tahun 1928. Proyek ini dimulai dengan pembentukan pemerintahan dan berakhir dengan pembentukan sebuah khilafah Islamiyah, kata Syaikh Muhammad Badi’, Mursyid ‘Amm Ikhwanul Muslimin di Mesir pada hari Kamis kemarin (29/12), dalam pesan mingguannya di situs resmi kelompok tersebut.
Ketika Ikhwanul Muslimin pertama memulai misinya, mereka bertujuan untuk membimbing dan mendukung kebangkitan bangsa sehingga dapat memperoleh kembali posisinya setelah lama mengalami keterlambatan dan resesi, Badie mengatakan.
Dia melanjutkan dengan menjelaskan dua tujuan yang digariskan oleh Imam Hasan Al Banna di konferensi keenam jamaah Ikhwanul Muslimin. Tujuan pertama adalah untuk meningkatkan jumlah keanggotaan jamaah. Yang kedua adalah pembentukan sebuah rencana jangka panjang untuk melakukan reformasi dari semua aspek kehidupan masyarakat.
Imam Hasan Banna menentukan tahap di mana tujuan akhir dapat dicapai, kata Syaikh Muhammad Badi’. Langkah pertama adalah pembinaan individu, keluarga, lingkungan masyarakat, sistem pemerintahan, dan akhirnya membangun sistem khilafah Islamiyah.
Dalam pesannya Kamis kemarin, pemimpin Ikhwan mengaitkan Arab Spring dengan tujuan akhir dari Ikhwan, mengatakan bahwa pemberontakan bermaksud untuk mencapai target tertentu, di mana mereka menolak untuk berkompromi.
“Dalam musim semi Arab tekad revolusioner rakyat untuk mencapai target tertentu di mana mereka setuju, dan tidak pernah berkompromi, merupakan faktor utama dalam menjatuhkan rezim yang menindas dan setiap organisasi yang korup. Kita sekarang semakin dekat untuk mencapai kebaikan yang lebih besar untuk mendirikan sebuah rezim yang berkuasa yang sesuai dengan yang kita inginkan termasuk semua lembaga dan elemen,” kata Syaikh Muhammad Badi’.
Dia menuduh para penentang Ikhwanul Muslimin berusaha menghalangi jamaah dengan menciptakan konflik-konflik yang tidak perlu, yang pada kenyataannya hanya dalih untuk merobek persatuan bangsa dan membatalkan revolusi.
“Kami, setelah majelis syura, akan bergerak maju, dan kami berkomitmen untuk mencapai tujuan bangsa dan revolusi yang kami inginkan, termasuk mewakili jutaan rakyat Mesir di parlemen dan mulai pembentukan lembaga negara yang adil, ” kata Syaikh Muhammad Badi’ menegaskan.

Sepak Terjang IM di Indonesia

Indonesia adalah negeri Islam terbesar di dunia dalam jumlah penduduknya. Telah merasakan kepedihan penjajahan asing dari negara-negara Barat seperti Portugal, Belanda dan Jepang. Sehingga isu umat Islam di negara ini menjadi ingatan setiap muslim di penjuru dunia dan menyibukkan opini nasional serta dunia Islam.
Oleh karena Al-Ikhwan Al-Muslimun (IM), sejak awal, sangat konsen dengan persoalan umat Islam di Indonesia dan menempati level opini dan praktis.
Di level opini, IM berperan dalam menampilkan isu umat Islam Indonesia dan mengecam tindak kejahatan penjajah yang dilakukan di atas negeri Indonesia. Salah satu upaya itu adalah mengirimkan kawat telex kecaman penindasan Belanda atas Indonesia.
Terkait persoalan kemerdekaan rakyat Indonesia, kantor pusat IM mengirimkan surat protes kepada Sekjen Dewan Majelis Umum PBB dan Menteri Belanda di Mesir. Isi surat tersebut adalah sebagai berikut:
“Serangan Membabi-buta Belanda ke Indonesia adalah tindakan penindasan terhadap dunia Arab dan Islam, serta rasa kemanusiaan secara umum. Oleh karena itu, IM, atas nama bangsa Arab dan Islam, meminta pertanggungjawaban negara Anda atas tumpahnya darah saudara muslim mereka di negeri Indonesia yang independen.”
IM di wilayah Lembah Nil, memprotes penjajahan Belanda atas bangsa Indonesia. Mereka meminta kepada PBB, atas nama dunia Arab dan Islam, untuk intervensi dalam urusan ini, menghentikan penjajahan dan memutuskan keputusan yang benar.
Dalam beberapa konfrensi IM, banyak dipertegas tentang penguatan hubungan antara negara-negara Arab dengan negara-negara tetangganya non Arab, seperti Indonesia.
Sebagai contoh, dalam konfrensi rakyat pertama IM yang diselenggarakan di Kairo pada bulan Oktober 1945 ada tuntutan wajib mengakui kemerdekaan Indonesia dan dijaga dari campur tangan asing manapun.
Al-Imam Al-Banna juga menempatkan isu penjajahan Indonesia ini dalam persoalan yang bisa menghadang kebangkitan Islam. Dalam risalah berjudul “Problematika kita dalam konteks sistem Islam” Al-Banna mengatakan; ”Dan Indonesia yang jumlah penduduknya mencapai 70 juta jiwa, dengan mayoritas muslim, ditekan oleh Belanda yang terus melanjutkan penjajahan Sekutu atas negeri-negeri Islam. Belanda ingin menjauhkan bangsa Indonesia dari hak utamanya untuk bebas dan merdeka.”
Bidang Hubungan Dunia Islam dan Isu Indonesia:
Adapun di level praktis, bidang hubungan Dunia Islam IM, sejak pendiriannya tahun 1944, menjalankan peran aktif untuk memperkuat hubungan antara IM di Mesir dan kaum muslimin Indonesia. Bidang ini sengaja menghubungkan negeri Islam satu dengan negeri-negeri lainnya, menyatukan kebijakan umum dan mendirikan komisi Timur Jauh, mencakup negara-negara timur dan tengah Asia, termasuk didalamnya Indonesia.
IM juga merangkul gerakan Islam pejuang di Indonesia. Salah satu gerakan itu adalah Gerakan Pejuang dibawah pimpinan Ahmad Soekarno, Muhammad Hatta, Sutan Syahrir dan orang-orang yang serius berjuang hingga Indonesia mendapatkan kemerdekaannya. Kemudian mengumumkan deklarasi kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945 yang ditanda-tangani oleh Soekarno dan Hatta.
IM memiliki pengaruh baik dalam gerakan Indonesia, bahkan sebuah partai Islam menyatakan bergabung dengan IM.
Demikianlah IM terus mendukung rakyat Indonesia hingga mencapai kemerdekaan tahun 1945. Beberapa delegasi Indonesia datang ke kantor pusat IM sehingga tali hubungan ini semakin kuat. Mahasiswa-mahasiswa Indonesia yang kuliah di Universitas Al-Azhar memiliki peran dalam membawa ideologi IM saat mereka pulang ke negaranya lalu menyebarkannya.
Gaung Dakwah IM di Indonesia:
Indonesia menyambut baik dakwah IM. Pemuda dan putera-putera terbaik Indonesia bergabung dibawah panji IM. Rumah-rumah IM di Kairo dan negara-negara Arab menyambut para pejuang dan pemimpinnya. Kantor pusat IM, dari belakang, mensupport bangsa Indonesia semuanya, mendukung isu Indonesia. Bahkan membuat kolom khusus tentang isu Indonesia, dalam koran IM.
Secara terus terang, IM mengecam kekejaman Belanda yang memaksakan kehendaknya kepada bangsa Indonesia dengan kekuatan senjata.
Tanggal 20 Agustus 1946, Mursyid ‘Am IM menerima kawat telex dari warga Indonesia yang tinggal di Mekkah. Isinya sebagai berikut:
“Kami menyampaikan aspirasi atas upaya Anda dalam membela isu Indonesia dan sekaligus mengucapkan selamat atas setahun dari kemerdekaan Indonesia.”
Malam tanggal 6 Mei 1946, delegasi Indonesia dipimpin oleh H. Agus Salim, Deputi Menlu Indonesia berkunjung ke kantor pusat dan koran IM. Beliau mengungkapkan rasa terima kasih Indonesia atas dukungan IM kepada mereka.
Tanggal 10 November 1947, mantan PM Indonesia dan penasehat Presiden Soekarno, Sutan Syahrir, berkunjung ke kantor pusat dan koran IM. Kedatangann mereka disambut dengan gembira dan meriah oleh IM.
Kantor pusat IM mendukung komisi yang pernah dibentuk untuk solidaritas Indonesia dan Mursyid ‘Am dipilih menjadi salah satu anggotanya.
IM juga memberikan ruang besar, khususnya di majalah “Al-Muslimun” kepada pemikir-pemikir dan juru dakwah Indonesia untuk menuangkan ide-idenya di majalah tersebut. Salah satu contohnya, pejuang  Dr. M. Natsir yang banyak dipengaruhi oleh pemikiran Imam Al-Banna dan manhaj IM dalam melakukan perubahan (reformasi). Ust. Abdullah al-Aqil, semoga Allah merahmatinya, mengomentari Dr. M. Natsir. Saat itu M. Natsir ditanya tentang ulama dan tokoh yang berpengaruh. Dalam jawabannya, M. Natsir menyebutkan, salah satu tokoh berpengaruh itu adalah Imam Hasan Al-Banna.
Imam Al-Banna dalam Pandangan Orang Indonesia:
Salah satu bentuk interaksi kuat antara IM dan bangsa Indonesia adalah catatan-catatan dari sejumlah rakyat Indonesia yang menyanjung ketokohan Imam Al-Banna. Catatan-catatan ini sudah dimuat dalam majalah “Al-Dakwah” edisi 104 tahun ketiga tanggal 25 Jumadil Awal 1372 H atau bertepatan 10 Februari 1953.
Ulama Indonesia, Ust. Muhammad Hasyim, mengomentari peran asy-Syahid Al-Banna dalam isu Indonesia:
“Memperingati kesyahidan Ust. Hasan Al-Banna, rakyat Indonesia mengingat upaya besar dan pengaruh dukungan beliau kepada isu Indonesia di Mesir dan timur Arab. Mereka mengenang dalam peringatan kesyahidan Al-Banna, apa yang mereka dapatkan dari dampak dakwah IM, yang diwakili oleh Imam asy-Syahid. Gaung dakwah IM dirasakan oleh seluruh kaum muslimin di Indonesia. Dakwah yang menyerukan untuk mengambil ajaran-ajaran Islam dan menerapkan risalah agungnya.
Almarhum Hasan Al-Banna, memiliki kenangan dakwah tersendiri di mata pemuda Indonesia karena konsen beliau membela isu Indonesia di negaranya, Mesir. Koran, majalah dan percetakan IM menjadi ruangan luas bagi aktualisasi kegiatan dan mengkampanyekan isu negaranya.
Saya berharap dalam peringatan ini, agar tali hubungan antara negara Indonesia dengan Mesir terus menguat. Saya mengharap IM bisa berjalan sesuai dengan konsep yang dirintis oleh Imam Syahid dalam berdakwah dan bekerjasama antar umat Islam. Semoga Allah ta’ala merahmati Imam Syahid dan meridhoinya.”
Ust. Ahmad Hasyim, perwakilan warga Indonesia di Mesir, di majalah yang sama (edisi 52) tanggal 16 Jumadil Awal 1371/ 13 Februari 1952, mengomentari dengan mengatakan:”Orang Indonesia menilai bahwa gerakan IM adalah gerakan Islam yang berupaya membebaskan bangsa-bangsa muslim dari penjajahan. Mereka menemukan prinsip-prinsip ini ada dalam IM dan upaya asy-Syahid Imam Al-Banna dalam membela isu Indonesia bersama perjuangannya. Sehingga buku dan majalah IM menjadi pusat perjuangan membela Indonesia untuk meraih kemerdekaannya.
Oleh karena itu, para pemimpin Indonesia yang sedang berkunjung ke Mesir, dari berakhirnya perang hingga kesyahidan Imam Syahid Al-Banna, selalu kunjungan dan ketemu dengan Al-Banna selalu menjadi agenda utama kunjungan mereka itu.
Dari sejumlah pertemuan dengan Almarhum Hasan Al-Banna, penulis menemukan kekuatan Islam dalam dirinya. Beliau sangat konsen dengan isu-isu pembebasan negeri-negeri Islam dari penjajahan. Kita berhutang budi kepada asy-Syahid Al-Banna.
Sumber rujukan:
-          Majmu’atur rasail Imam asy-Syahid Hasan Al-Banna, dar tauzi wan nasr Islamiyah.
-          Qolu ‘anil Imam Al-Banna, Jum’ah Amin Abdul Aziz, Syarikah Basair wal buhus wad dirasat.
-          Silsilah min turotsil Imam Al-Banna; Qodhoya Alam Islami, Syarikah Basair wal buhus wad dirasat.
-          Silsilah min turotsil Imam Al-Banna; ilal ummah nahidhoh, Syarikah Basair wal buhus wad dirasat.
-          Min A’lami dakwah wal harokah islamiyah al-muaseroh: Ust. Abdullah al-Aqil, jilid pertama, cet. Darul Bashir.
-          ikhwan wikipidea.

Kamis, 05 Januari 2012

Robithoh : Doa Cinta Sang Imam

Ya Allah Engkau tahu
Hati-hati ini telah
Berkumpul dalam cinta-Mu
Bertemu dalam taat-Mu
Menyatu menolong dakwah-Mu
Berjanji perjuangkan syariat-Mu
Maka eratkan ikatannya
Dan abadikan cintanya
Tidak ada penjelasan historis tentang suasana yang melatari Imam Syahid Hasan Al Banna saat menulis potongan doa itu. Ia menyebutnya Wirid Pengikat. Pengikat hati. Hati yang sedang dibangunkan untuk memikul beban kebangkitan umat. Beban mereka berat. Jumlah mereka sedikit. Musuh mereka banyak. Jadi mereka butuh landasan yang kokoh dan pengikat yang kuat. Landasannya adalah iman. Pengikatnya adalah cinta.
Cinta menjalin jiwa-jiwa mereka dalam kelembutan yang menyamankan: maka setiap mereka adalah pernadani sutera yang empuk, setiap orang dengan tipenya bisa duduk santai di situ. Cinta mereka selalu mampu menampung semua bentuk perbedaan: ada kebebasan berpendapat tapi tidak ada sikap yang melukai, ada keterbukaan tapi objektivitas tetap di atas segalanya. Cinta melahirkan pertanggungjawaban: setiap mereka selalu bertanya tentang sejauh mana mereka mampu mempertanggungjawabkan sikap mereka di depan Allah?
Tapi cinta juga melahirkan kelembutan: maka prbedaan-perbedaan mereka terkelola dalam etika yang menyamankan jiwa. Karena setiap pembicaraan mereka selalu berujung amal. Beban. Perbedaan diantara mereka tidak akan mengubah situasi mereka, seperti kata Iqbal, sebagai sapu lidi yang diikat cinta untuk membersihkan kehidupan.
Tapi cinta juga memberi mereka energi. Para pemikul beban kebangkitan itu pastilah akan menempuh jalan perjuangan penuh liku dan pendakian. Pada setiap satu jarak waktu dan tempat beban mereka bertambah. Mereka pasti mengalami penuaan dini, seperti kata Rasulullah saw: “Surat Hud dan saudara-saudaranya telah mengubankan rambutku.” Kalau bukan dengan energi yang dahsyat, siapakah yang sanggup mendaki gunung sembari memikul beban? Dan cintalah sumbernya.
Energi cinta memicu mereka untuk bergerak dan bertumbuh dalam tempo yang cepat. Tapi ikatan cinta mengatur irama mereka dalam keserasian yang indah. Itu sebabnya mereka kuat. Nyaman. Dan abadi. Jadi biarkan Sang Imam mengumumkan kembali dia cintanya:
Maka eratkan ikatnnya. Dan abadikan cintanya?
~ Anis Matta ~







Gratisan Musik

Pendidikan Karakter Bangsa

Di masa pergerakan nasional, Soekarno muda pernah membuat sebuah konsepsi perjuangan berlabel “self-help” yang dimaknai sebagai sebuah sikap kemandirian bangsa yang tidak mudah tergantung dari bangsa-bangsa asing. Konsepsi sebagai bangsa yang mandiri ini ia ulangi lagi di tahun 1960-an ketika ia mengumandangkan sebuah jargon berlabel “berdikari”, berdiri di atas kaki sendiri, yang juga memiliki makna yang sama dengan konsepsi sebelumnya. Lantas, Soekarno membandingkannya dengan gerakan Swadesi Gandhi yang mengkampanyekan penggunaan produk dalam negeri untuk melawan penindasan kolonial Inggris. Gerakan Swadesi India inilah yang menginspirasi Soekarno bahwa kemandirian bangsa harus dibangun melalui kerja keras, sebagaimana ia lukiskan sebagai kerja kerasnya bangsa Jepang yang bisa bangkit dari hancur leburnya negara mereka pasca Perang Dunia Kedua. Kemandirian dan kerja keras inilah yang nantinya menjelma menjadi sebuah martabat, yang bisa menumbuhkan kebanggan kita sebagai sebuah bangsa, terhormat berdiri di hadapan bangsa-bangsa lain.
Masih menurut Soekarno, dalam bukunya Di bawah Bendera Revolusi, karakter bangsa yang nantinya terbentuk adalah bangsa yang tidak ngak ngik ngok, yang tidak memiliki jati diri, terombang-ambing oleh sebuah kultur dunia yang menghegemoni, tidak menjadi bangsa tempe yang lemah tak berdaya dihadapan negara-negara besar.
Inilah sekelumit gagasan seorang Soekarno tentang model karakter bangsa Indonesia. Sayangnya, gagasan cerdas tersebut tidak memiliki fondasi dan konstruksi yang kokoh secara sosio-kultural. Problem kultur negara pasca kolonial yang cenderung bersifat xenophobia, gandrung terhadap budaya luar, mungkin saja menjadi variabel penghambat terwujudnya mimpi Soekarno.
Meskipun ada sisi positif dari karakter bangsa kita yang kita banggakan, semisal keramahan dan kegotongroyongan yang dianut oleh sebagian masyarakat kita, kita juga tidak bisa menafikan,  ada sisi kelam karakter bangsa yang menyeruak ke permukaan. Akhir-akhir ini, gejala disorientasi nilai-nilai, semisal pragmatisme, kepentingan individualistik yang dominan, dan perilaku korup segelintir elit menjadi menu sehari-hari ditayangkan oleh media. Pergeseran nilai-nilai etika pun kian telanjang dipertontonkan melalui media massa dalam bentuk yang lebih massiv. Beredarnya video porno dan produk-produk perfilman yang lebih banyak menjual sensualitas dan kekerasan justru menjadi komoditas industri yang  oleh segelintir pihak dianggap menguntungkan. Tayangan sinetron yang menembus sekat-sekat kelas yang mempertontonkan keculasan, kecurangan, kelicikan yang seringkali ditampilkan secara dominan dan terus menerus berimplikasi pada terkooptasinya pemikiran khalayak. Belum lagi, ada sisi kemewahan yang dipertontonkan  dan mempertunjukkan kepongahan dan kesombongan terhadap pihak yang lemah, miskin, dan tak berdaya dalam sinetron tersebut. Sehingga, tampilan dari tayangan sinetron itu pun seakan mengusik sensitivitas publik terhadap potret segregasi sosial yang semakin kentara. Bukan tidak mungkin, realitas media ini berimplikasi pada perilaku deviasi masyarakat.
Belum lagi, memudarnya jati diri bangsa karena serbuan budaya kapitalistik hedonistis yang semakin membuat kita menjadi bangsa yang tak percaya diri. Konsekuensinya, ketidakpercayaan diri inilah yang membuat kita menjadi bangsa yang lebih banyak tergantung dari bangsa lain, gandrung akan produk yang berlabel asing, konsumeristik, dan akhirnya menjadi bangsa yang menurut Soekarno disebut sebagai ngak ngik ngok tadi.
Keterusikan publik pun semakin terakumulasi ketika nilai-nilai kerukunan yang senantiasa dideklarasikan sebagai salah satu nilai luhur bangsa Indonesia, justru mengalami degradasi ketika konflik horizontal berbasis politik atau pun yang cenderung berbau SARA menjadi menu informasi di media.
Seakan tersadar akan potret buram wajah karakter bangsa akhir-akhir ini, pembuat kebijakan negeri ini pun melakukan selebrasi pencitraan dengan menggaungkan kembali perlunya membangun karakter bangsa. Tak kurang, Presiden SBY pun menempatkan pendidikan karakter untuk membangun peradaban bangsa sebagai tema dalam peringatan hari pendidikan nasional tahun 2010 lalu. Kementerian terkait, semisal Kementerian Agama (Kemenag), Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas), dan Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata (Kemenbudbar) pun ramai-ramai berusaha menterjemahkan konsepsi pendidikan karakter dari SBY tersebut dalam sebuah formula kebijakan bertajuk Pembangunan Karakter Bangsa. Kementerian Pendidikan Nasional sebagai institusi terdepan dalam mendesain pendidikan karakter ini lantas membuat desain induk kebijakan tersebut. Kemdiknas, kemudian mencirikan bangsa yang berkarakter sebagai bangsa yang tangguh, kompetitif, berakhlak mulia, bermoral,, bertoleran, bergotong royong, patriotik, dinamis, dan berorientasi IPTEK yang dijiwai oleh iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Kemenbudpar pun tak ingin disebut ketinggalan dalam membuat formula kebijakan sejenis ini. Sebagai institusi penopang kebudayaan nasional, dan dalam kerangka pembangunan karakter bangsa, Kementerian ini pun mencanangkan 7 pokok pembangunan karakter bangsa yang meliputi sikap-sikap bangga sebagai bangsa Indonesia, bersatu dan bergotong royong, menghargai kemajemukan, mencintai perdamaian, pantang menyerah dan mengejar prestasi, demokratis dan berfikir positif.
Kementerian Agama yang disebut-disebut sebagai institusi pengawal nilai-nilai agamis pun mencoba mempertunjukkan kepeduliannya dengan pula mendesain konsep pendidikan karakter ini. Tak tanggung-tanggung, kementerian ini mencanangkan 34 perilaku berkarakter yang diharapkan terbentuk dari pendidikan karakter bangsa ini, misalnya agamis, jujur, amanah, terpercaya, sabar, tabah, keteladanan, ramah, santun, taat, dan sebagainya.
Tak pelak, desain dan arah kebijakan ini jelas memerlukan keterpaduan yang bersifat interseksi dan konsolidasi. Dalam interseksi kebijakan, berbagai instansi tersebut perlu membuat rumusan arah dan desain kebijakan yang bersinggungan satu sama lain. Perlu dibuat sebuah formula yang mengarah pada satu kata kunci tujuan dari model pembangunan karakter bangsa ini. Jika kita mengenal bangsa Jepang sebagai bangsa yang berdisiplin tinggi dengan kultur samurainya, seharusnya, kita juga perlu mendefinisikan sebuah karakter yang khas bangsa Indonesia.
Oleh karenanya, diperlukan konsolidasi kebijakan yang bersifat vertikal yang bisa menaungi ragam kebijakan tersebut sehingga tidak terjadi tumpang tindih. Misalnya, bagaimana Kemdiknas dan Kemenag menyusun sebuah skenario dalam kurikulum yang terpadu, sehingga tergambar ada interseksi atau cross cutting  arah dan garis kebijakannya. Namun, di sisi lain, peran pengatur lalu lintas kebijakan tetap diperlukan agar tidak terjadi benturan kepentingan.
Membaca kondisi sosio-kultural
Kesemua konsep dan desain kebijakan itu memang masih sangat normatif. Semuanya berorientasi pada pencapaian nilai-nilai yang masih bersifat abstrak dan ideal. Sejatinya, sebuah kebijakan harus didukung pula oleh strategi implementasi dan pembacaan serta analisis terhadap realitas sosio-kultural dan historis yang mengitarinya. Karena, bisa jadi, pembacaan yang tidak tepat terhadap realitas sosio kultural justru akan menjadi faktor penghambat pencapaian tujuan kebijakan. Ada beberapa kondisi sosio-kultural yang perlu dibaca secara cermat.
Pertama, dalam episode perjalanan sejarah bangsa ini, konsekuensi dari negara warisan kolonial tentu saja menimbulkan sisa-sisa perilaku ketidakberdayaan dan ketidakmandirian. Rekam jejak inilah yang perlu dielaborasi untuk mengeliminasi nilai-nilai yang nantinya bisa menghambat pembentukkan karakter yang diharapkan.
Kedua, kultur budaya yang mendominasi juga turut berpengaruh terhadap pencapaian kesukseksan kebijakan ini. Kultur budaya feodal yang lebih mengedepankan pada hubungan patriarki konservatif, senioritas, bapakisme,  masih menggejala dalam banyak strata di masyarakat. Mungkin, di satu sisi, kultur budaya ini akan mempertahankan nilai-nilai harmonis hubungan patron-client dan  penghormatan terhadap orang tua. Akan tetapi, di sisi lain, sikap konservativisme yang berlebihan justru akan berkontribusi terhadap kemandulan daya kritis dan inovasi masyarakat untuk melakukan sebuah perubahan. Konservatisme berlebihan inilah nantinya yang dapat berakibat cultural lag (ketertinggalan budaya) karena tidak bisa beradaptasi secara tepat dalam lingkungan yang berubah.
Ketiga, lingkungan geografis bangsa Indonesia yang beragam harus pula dilihat, apakah sebagai faktor yang menguntungkan atau merugikan. Secara sosiologis, lingkungan fisik suatu masyarakat akan berpengaruh terhadap perilaku dan budaya yang beragam dan majemuk. Keragaman dan kemajemukan budaya masyarakatnya inilah yang berpotensi menimbulkan sikap primordialisme yang bisa berwujud etnosentrisme.
Keempat, struktur sosial masyarakat yang sangat beragam dan komplek, juga harus diperhitungkan sebagai faktor yang dapat mengeliminasi pembentukkan karakter bangsa. Stratifikasi dan diferensiasi sosial masyarakat, baik secara sosial, budaya, ekonomi, pendidikan, dan politik mempengaruhi cara pandang, penerimaan, dan persepsi masyarakat terhadap esensi karakter bangsa. Misalnya, masyarakat di pedesaan yang umumnya tradisional, tentu berbeda dalam memandang sebuah tata nilai yang dianut, jika dibandingkan dengan sikap rasional masyarakat perkotaan.
Di luar empat faktor yang perlu diperhatikan di atas, kebijakan ini tentu harus bersinergi pula dengan media massa sebagai salah satu unsur pembentuk dan pembangun nilai-nilai berkarakter. Karena, kita meyakini bahwa media sangat besar pengaruhnya dalam menyampaikan pesan membentuk perilaku masyarakat. Sepanjang kebijakan penayangan konten atau pesan yang disampaikan tidak bersinergi dan tidak kondusif untuk membentuk karakter bangsa, selama itu pula upaya pembangunan karakter bangsa seperti yang diharapkan tersebut, akan terus menjadi selebrasi semu yang tak berkesudahan. (Widiarto // DPR RI, Komisi X)

PKS Acungkan Jempol untuk Dahlan Iskan

Jakarta - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) acungkan jempol untuk gaya kepemimpinan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan. Dahlan dinilai dapat memenuhi kriteria untuk memimpin Indonesia.

Anggota Majelis Syuro PKS, Hidayat Nur Wahid (HNW) mengatakan, kepemimpinan Dahlan patut dijadikan teladan. Menurutnya, mantan dirut PLN itu pekerja keras yang konkret.

"Beliau memenuhi harapan Indonesia, yang memang cukup teruji. Beliau adalah pekerja yang konkret, tidak hanya ngomong kosong melainkan sedikit bicara banyak bekerja," kata HNW kepada INILAH.COM, Jakarta, Senin (2/1/2012).

Dijelaskannya, dari segi pengalaman Dahlan sudah cukup teruji. Dari mulai pengalaman organisasi, birokrasi, maupun dari segi bidang informasi. Lebih jauh ia mengatakan, pimpinan media Jawa Pos group itu cukup sederhana dan tidak memiliki masalah hukum.

"Dari birokrasi dia baik, dari perjalanan beliau sangat bagus, dari informasi beliau sangat baik. Bahkan beliau tidak memiliki kasus hukum, jadi saya kira beliau cukup diacungkan jempol," lanjutnya.

Namun, yang menjadi pertanyaan, apakah PKS akan mengusung Dahlan untuk maju sebagai Capres 2014? HNW enggan memberikan jawaban. Ia hanya meminta agar Dahlan tetap waspada agar tidak terpengaruh oleh sistem politik di tanah air. Selain itu, ia juga berharap agar Dahlan untuk fokus terhadap kinerjanya sebagai Menteri BUMN.

"Beliau memang harus waspada, karena banyak yang menyebutkan namanya untuk Capres dan juga pasti ada yang mengganjal. Saya harap agar fokus bekerja saja sebagai menteri," demikian HNW.

Ustadzmenjawab.com, Search Engine Syariah

Alhamdulillah, kini telah hadir sebuah website  http://www.ustadzmenjawab.com/ , sebuah search engine yang mengkhususkan berisi kumpulan artikel tanya-jawab syariah yang telah dikirimkan  kepada ustadz/pusat kajian syariah di indonesia.

Bagi yang ingin mencari jawaban pertanyaan-pertanyaan seputar islam dengan jawaban-jawaban ala Indonesia dengan bermacam-macam pendapatnya, silakan bermain-main ke website ini.

Tercatat ada sekitar 7500 tanya jawab dari para ustadz maupun pusat kajian syariah di Indonesia dan juga fatwa-fatwa resmi ormas islam indonesia di database. Cakupannya luas meliputi aqidah, shalat, puasa hingga politik, ekonomi, negara.

Versi mobile nya juga sudah dalat di akses melalui handphone dengan alamat url yang sama http://www.ustadzmenjawab.com/ , dengan sedikit catatan bahwa rowser gedget maupun handphone yang digunakan harus support javascript seperti opera mini

Rabu, 04 Januari 2012

PKS Tegas Dukung Penuntasan Skandal Century


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menyatakan tak akan bergeser sikapnya dalam penuntasan kasus skandal bailout Bank Century Rp 6.7 triliun. Bahkan, PKS akan menjadi partai yang akan ikut mengusung Hak Menyatakan Pendapat (HMP) menuntaskan kasus ini.

"Kita sepakat dari awal, mendukung Century dari awal, termasuk mendukung Hak Menyatakan Pendapat. PKS concern mengawal Century, dan tak akan bergeser sikapnya," kata Ketua DPP PKS Bidang BUMN, Perdagangan, Koperasi Kecil dan Menengah, Refrizal, Selasa (02/01/2011).

Hasil audit investigasi kedua yang dilakukan oleh BPK, kata Refrizal, juga menjadi acuan bagi PKS dalam penuntasan kasus ini. Penuntasan kasus ini, diharapkan terbuka dan terang menderang.

"Dan hasil audit terbaru BPK juga menjadi bahan bagi KPK untuk bekerja. DPR mengawasi semuanya. Kami ingin KPK jilid III ini dapat menuntaskan kasus korupsi yang besar-besar. Meski kasus korupsi yang kecil-kecil juga jangan dibiarkan," tandasnya.

KPK jangan sampai lari dari subtabsi, membersihkan semua praktik korupsi. Bagi kami, koruptor itu adalah terotis. Secara pelan-pelan membunuh. Kita sudah kehilangan KPK yang kemarin, sekarang harapannya ada di KPK sekarang ini, jangan sampai mengecewakan," demikian Refrizal.

Selasa, 03 Januari 2012

FPKS: Ada Disorientasi Pendidikan Nasional


*FPKS: Ada Disorientasi Pendidikan Nasional *
Rifa Nadia Nurfuadah
Jum'at, 16 Desember 2011 18:21 wib


*JAKARTA *- Kelompok Komisi (Poksi) X dari Fraksi Partai Keadilan
Sejahtera (FPKS) menilai, pemerintah telah kehilangan orientasi dalam
penyelenggaraan pendidikan nasional.

Ketua Poksi Komisi X FPKS Raihan Iskandar menyatakan,
disorientasi ini diperlihatkan melalui berbagai data statistik seputar
pendidikan Tanah Air. Misalnya, indeks pembangunan manusia (IPM) atau
human development index (HDI) Indonesia yang menggunakan pendidikan
sebagai salah satu komponen pengukur.

Data United Nation Development Programme (UNDP) menunjukkan kenaikan
nilai IPM dari 0,600 (2010) menjadi 0,617 (2011). Namun, peringkat IPM
Indonesia justru menurun dari peringkat 108 (2010) menjadi peringkat 124
(2011).

"Ini berarti, upaya pemerintah, khususnya di bidang pendidikan, masih
berjalan lambat dibandingkan dengan capaian negara lain," ungkap Raihan
di ruang sidang pleno FPKS di Gedung DPR RI, Jakarta, Jumat (16/12/2011).

Indikator lainnya adalah tingginya angka putus sekolah pelajar
Indonesia. Ada sekira 10,268 juta siswa sekolah dasar (SD) dan sekolah
menengah pertama (SMP) atau kelompok usia wajib belajar yang tidak
menyelesaikan pendidikan sampai tingkat SMP. Selain itu, 3,8 juta siswa
tidak dapat melanjutkan ke tingkat sekolah menengah atas (SMA).

Ketidakmampuan masyarakat memenuhi biaya pendidikan pun didapuk menjadi
penyebab utama makin banyaknya anak putus sekolah. Tingginya angka putus
sekolah, menurut Raihan, juga merupakan bukti bahwa akses pendidikan
yang bermutu dan terjangkau masih sangat terbatas.

Padahal, Raihan memaparkan, tiap tahun, anggaran pendidikan nasional
mengalami kenaikan signifikan. APBN 2010 mengalokasikan Rp225 triliun
untuk pendidikan, sedangkan pada 2011, pos tersebut mendapat jatah Rp249
triliun. Dan tahun depan, pemerintah menganggarkan Rp286 triliun untuk
anggaran pendidikan.

"Kenaikan anggaran pendidikan yang signifikan ternyata tidak berbanding
lurus dengan upaya penghentian siswa putus sekolah," ujarnya.

Tingginya angka putus sekolah ini mempengaruhi penurunan peringkat
Indeks Pembangunan Pendidikan Indonesia yang dilansir UNESCO. Pada 2011,
Indonesia berada di peringkat 69, padahal tahun lalu peringkat Indonesia
adalah 65 dari 127 negara.

Menurut kelompok komisi beranggotakan Rohmani (Wakapoksi), Ahmad
Zainuddin, Sunmandjaya, dan Memed Sosiawan ini, angka statistik capaian
pendidikan nasional itu hanyalah potret sebagian kecil masih buruknya
pengelolaan pendidikan oleh pemerintah. Mereka menilai, berbagai
kebijakan pendidikan juga menunjukkan bahwa pemerintah telah kehilangan
orientasi dalam menyelenggarakan kegiatan pendidikan.

Dengan kata lain, pemerintah seperti tidak mengerti pendidikan nasional
mau diarahkan ke mana. Ini terlihat dengan fakta bahwa sering kali
terjadi tumpang tindih pada berbagai kebijakan yang dikeluarkan pemerintah.

"Pemerintah harus segera mengevaluasi kebijakan nasional pendidikan
secara menyeluruh. Tidak hanya itu, pemerintah juga harus memiliki
orientasi serta prioritas yang jelas dalam menentukan dan melaksanakan
kebijakan pendidikan nasional tersebut," ujar Raihan menegaskan.

FPKS juga meminta pemerintah untuk fokus dalam memberikan kesempatan
seluas-luasnya kepada setiap warga negara agar bisa menikmati pendidikan
secara adil dan tanpa diskriminasi. Selain itu, berbagai kebijakan yang
menghambat dan bertentangan dengan semangat program wajib belajar dan
hak rakyat atas pendidikan bermutu dan terjangkau harus dikikis
habis.*(rfa)*

download


1. Video Selamat Tahun Baru Muharam 1433H





unduh klik disini atau http://www.embedupload.com/?d=1LV3VVQHRU

Kamis, 29 Desember 2011

Keterangan Yusril Sejalan dengan Langkah PKS Memecat Supendi


JAKARTA—Pengacara yang ditunjuk Partai Keadilan Sejahtera (PKS) untuk menangani kasus gugatan Yusuf Supendi, Zainuddin Paru mengemukakan, pernyataan mantan Menteri Hukum dan HAM, Yusril Ihza Mahendra sama sekali tidak memberatkan kliennya. Bahkan Yusril, dalam kapasitasnya sebagai saksi ahli memberikan wawasan tentang  kedudukan partai politik dalam  ketatanegaraan.

Yusril dalam kapasitasnya sebagai ahli hukum Tatanegara diajukan Yusuf Supendi sebagai saksi ahli dalam persidangan gugatan yang bersangkutan terhadap PKS. Yusril memberikan kesaksiannya pada persidangan hari Selasa (6/12) di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Menurut Zainuddin, Yusril berpendapat, dalam hal yang bersifat teknis seperti kegiatan partai politik, termasuk di dalamnya soal pemberian sanksi terhadap anggota partai, semuanya diatur dan tunduk kepada AD/ART, serta peraturan partai.

Sementara itu, langkah PKS memecat Yusuf Supendi  karena yang bersangkutan dianggap telah melanggar AD/ART serta peraturan partai. Karena itu, papar Zainuddin,  keterangan Yusril di hadapan majelis yang memeriksa gugatan perbuatan melawan hukum Yusuf Supendi itu, sejalan dengan apa yang dilakukan oleh Dewan Pengurus Pusat PKS dalam proses pemecatan Yusuf Supendi.

Zainuddin menambahkan, kesalahan ataupun penyimpangan yang dilakukan seseorang sama nilainya, tidak dibedakan apakah yang bersangkutan memiliki kedudukan tinggi di pengurusan partai atau tidak. “Di PKS tidak ada orang yang istimewa atau kebal hukum. Semua berjalan di atas sistem, termasuk terhadap penggugat, Yusuf Supendi,” kata Zainuddin.

“Apakah dia pendiri atau anggota biasa, jika melakukan kesalahan sanksinya sama. Tidak dibeda-bedakan,” papar dia.

Pemecatan terhadap Yusuf Supendi, urai Zainuddin, sudah sesuai dengan mekanisme dan peraturan partai sebagaimana termaktub dalam AD/ART PKS, serta sesuai dengan UU Partai Politik No. 31 Tahun 2002 dan UU No.2 Tahun 2008 tentang partai politik.

Sebelumnya, pengacara PKS menolak kehadiran Yusril sebagai saksi ahli dalam persidangan. Alasannya,  Yusril adalah ahli hukum Tatanegara. Sementara kasus gugatan Yusuf Supendi kepada PKS adalah persoalan hukum Perdata. Sehingga Zainuddin menganggap, Yusril tidak tepat dihadirkan sebagai saksi ahli dalam kasus tersebut.

Majelis Hakim menyatakan mencatat keberatan pengacara PKS, namun meminta agar kesaksian Yusril didengar. Apalagi Yusril menyatakan hanya akan memberikan kesaksian sesuai dengan kapasitasnya sebagai ahli tata negara, dan tidak akan masuk dalam hal-hal yang bersifat teknis, termasuk soal pemberian sanksi. Karena hal tersebut merupakan urusan internal partai yang diatur dalam AD/ART dan aturan-aturan turunannya yang tertuang dalam peraturan partai.

PKS Gelar Jambore Penghafal Quran


JAKARTA - Sebagai partai dakwah berbasis kader, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) terus melakukan  pembinaan terhadap anggotanya. Berbagai bentuk pembinaan untuk peningkatan kapasitas kepribadian (capacity building) anggota terus dilakukan, salah satunya melalui Jambore Al-Qur'an (Mukhayyam Al-Qur'an).

Fungsionaris Departemen Manhaj dan Al-Qur'an, Bidang Kaderisasi DPP PKS, Abdul Aziz Abdul Rouf mengatakan, program Jambore Al-Qur'an ini bertujuan untuk membentuk kader sehingga memiliki kepribadian paripurna (robbani).

"PKS sangat peduli untuk membina kadernya dari segala aspek agar memiliki kepribadian robbani. Salah satunya melalui program ini. Program ini berkelanjutan yang dilaksanakan dua kali dalam setiap," kata Aziz di Jakarta, Kamis (1/12/2011).

Program ini bertempat di Graha Insan Cita, Depok, Jawa Barat, dan berlangsung sejak 25 November 2011 hingga 4 Desember 2011.  Program ini, kata Aziz, diikuti oleh sekitar 140 orang peserta yang terdiri dari 27 perempuan dan 113 laki-laki.





"Setiap peserta wajib menyetorkan hafalan Al Quran paling sedikit 4 juz. Karena itu kami menciptakan iklim dalam jambore ini betul-betul bernuansa qur'ani. Ada kajiian Al-Qur'an, khatam 30 juz dalam sholat malam selama 9 hari jambore, dan mendengarkan bacaan (tasmi')," jelasnya yang juga sebagai ketua pelaksana program.

Para peserta, sambung Aziz, merupakan anggota inti perwakilan dari setiap provinsi dan perwakilan PKS di luar negeri. Dia menjelaskan, setiap 500 anggota inti di setiap provinsi diwakilkan satu orang. "Jadi kalau di DPW tersebut ada 2 ribu anggota inti, diwakili 4 orang," imbuhnya.

Presiden PKS, Luthfi Hasan Ishaaq menyatakan, agenda jambore seyogyanya dilaksanakan di seluruh Indonesia.

“Mukhayam Al Qur’an seperti ini nantinya harus dilaksanakan di seluruh DPW,” ujarnya.

Luthfi juga mengatakan, biaya pelaksanaan program ini sepenuhnya ditanggung DPP.

Jambore Al-Qur'an kali ini merupakan yang kedua kali diselenggarakan. Jambore Al-Qur'an pertama dilakukan pada Maret 2011 lalu bertempat di lokasi yang sama.

Salah seorang peserta dalam Jambore Al-Qur'an pertama adalah Mutammimul Ula, mantan anggota komisi I DPR RI. Seperti diketahui, sepuluh anak Mas Tamim, panggilan akrab politisi PKS itu merupakan penghafal Al-Qur'an (Hafidzul Qur'an). Salah seorang anaknya, Faris Jihady Hanifa memperoleh ijazah tertinggi dalam hafalan Al-Qur'an, yakni Sanad Syathibyah dalam bacaan Hafsh dari Ashim hingga ke Nabi Muhammad. Faris mendapat sanad pada urutan ke 31 dari Nabi Muhammad.




Dengarkan Suara Rakyat Palestina


Gelombang demokratisasi yang saat ini berlangsung di Timur Tengah berdampak baik bagi perkembangan perjuangan rakyat Palestina untuk meraih kemerdekaan. Rakyat Palestina harus menyambut angin reformasi yang sedang berhembus di Timur Tengah dengan semangat persatuan dan menghindari perselisihan  diantara faksi-faksi perjuangan Palestina.

Gelombang demokratisasi di Timur Tengah atau sering disebut Arab Spring mempunyai kesamaan karakter antara negara yang satu dengan lainnya, yaitu kejatuhan rezim oleh gelombang ketidakpuasan rakyatnya.

Demikian dikatakan Wakil Ketua DPP PKS Bidang Kebijakan Publik, Almuzammil Yusuf dalam deklarasi masyarakat Asia Pasifik untuk Kemerdekaan Palestina (Asia Pacific Community for Palestine) di Marocco House, jalan Tasikmalaya Menteng, Jakarta, Selasa (29/11/2011).

Hadir dalam deklarasi tersebut Suripto dari Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP), koordinator AsPac Community for Palestine Bachtiar Nasir, pakar hukum Bambang Widjojanto, Dubes Palestina Fariz Mehdawi, Ketua Harian Komite Nasional UNESCO untuk Indonesia Arif Rahman, perwakilan Walubi, Persatuan Pemuda Katolik, dan sejumlah ormas lainnya.

"Gerakan demokratisasi atau Arab Spring berangkat dari kesamaan, yakni tuntutan agar rezim yang berkuasa harus mendengar suara hati publik. Karena itu faksi-faksi di Palestina, Hamas dan Fatah harus menghilangkan perbedaan. Pemerintah Palestina harus mendengar suara hati rakyatnya, bukan suara Amerika," cetus Almuzammil.

Lebih lanjut Almuzammil mengatakan, Arab Spring menggambarkan suara hari rakyat Arab yang menginginkan keadilan dan kebebasan, serta memberikan kesempatan kepada gerakan-gerakan Islam untuk tampil. Menurutnya, apa yang terjadi di Timur Tengah sangat besar karena ada rekayasa Allah SWT dan memberikan harapan baru bagi perjuangan di Palestina.

"Apa yang terjadi di sana saat ini diluar analisa pakar-pakar politik internasional. Ini sesuatu yang besar karena ada intervensi Allah. Di Mesir, kelompok Islam menang. Di Tunisia, kelompok Islam menang. Di Maroko juga demikian. Kemungkinan di Suriah pun demikian. Karena itu kita harus terus memberikan dukungan perjuangan kepada mereka dan tetap bekerja," jelas anggota komisi I DPR RI ini.

Diluar jazirah Arab, kata Almuzammil, rakyat Palestina bergantung pada dua kekuatan Islam yang besar, yakni di Asia Tengah (Turki) dan Asia Tenggara (Indonesia). Gelombang dukungan dari Turki dan Indonesia akan melengkapi gelombang yang muncul di Timur Tengah untuk menekan Israel. Karena bangkitnya kekuatan Islam di sejumlah negara Arab, lanjutnya, akan memberi tekanan yang semakin kuat terhadap Israel.

"Karena itu kondisi ini harus dimanfaatkan rakyat Palestina untuk memperkokoh persatuan, dan pemerintah Palestina harus mendengarkan suara hati rakyatnya," pungkas Almuzammil.

Pidato Ketua Majlis Syuro pada Milad PKS

Tiga Makna Kelahiran
(KH. Hilmi Aminuddin – Ketua Majelis Syuro PKS)
Assalamu’alaikum Wr. Wb

ust_himiKepada seluruh tamu undangan yang Kami hormati, kepada seluruh jajaran pengurus Partai Keadilan Sejahtera dan kepada segenap kader Partai Keadilan Sejahtera, Ikhwan dan Akhwat fillah saya ucapkan selamat berulang tahun. Semoga Allah terus memberikan kejayaan kepada kita dan semoga Allah SWT senantiasa memberikan perlindungan, memberikan taufik dan hidayah dan inayahNya kepada kita.

Hadirin dan hadirat yang dimuliakan Allah SWT, setiap hari selalu ada yang memperingati hari ulang tahun atau hari kelahiran baik kelahiran sebagai pribadi atau sebagai komunitas, kelahiran organisasi-organisasi dan kelahiran bangsa-bangsa. Hari ini, kita bersama-sama dengan riayah dan inayah dari Allah SWT juga memperingati kelahiran lembaga perjuangan ini: Partai Keadilan Sejahtera.

Hadirin dan hadirat yang dimuliakan Allah SWT, hal yang paling penting dalam memperingati hari kelahiran adalah membangkitkan rasa syukur kepada Allah SWT

{ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ} [إبراهيم: 7]

"Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), Maka Sesungguhnya azab-Ku sangat pedih".(QS Ibrahim 7)

Bila kita pandai bersyukur atas nikmat-nikmat yang telah diberikan oleh Allah SWT, niscaya Allah akan memberikan tambahan berupa limpahan karuniaNya, limpahan rahmatNya kepada kita semua. Oleh karenanya untuk memantapkan rasa syukur kita, kita harus memahami makna kelahiran kita, makna kelahiran setiap insan, makna kelahiran setiap umat dan makna kelahiran setiap bangsa.

Hadirin dan hadirat yang dimuliakan Allah SWT, kita tidak akan lahir ke dunia ini kecuali disebabkan oleh adanya mawaddah warahmah, adanya mahabbah warahmah. Kita lahir karena adanya cinta dan kasih sayang dari ibu dan bapak kita. Kita lahir melalui kasih sayang kedua orang tua kita dan kelahiran kita disambut oleh kasih sayang kerabat, saudara dan handai taulan kita. Oleh karena itu kita lahir untuk membawa misi rahmatan lilalamin. Kita lahir untuk menyebar kasih sayang kepada seluruh lapisan ummat, seluruh lapisan bangsa, bahkan seluruh lapisan kemanusiaan. Kita lahir dengan membawa mahabbah warahmah.

Hadirin dan hadirat yang dimuliakan Allah SWT, kita dilahirkan dengan penuh cinta dan kasih sayang, kita pun lahir dengan kehormatan dan kemuliaan.

{ وَلِلَّهِ الْعِزَّةُ وَلِرَسُولِهِ وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَلَكِنَّ الْمُنَافِقِينَ لَا يَعْلَمُونَ} [المنافقون: 8]

Padahal izzah (kehormatan) itu hanyalah bagi Allah, bagi Rasul-Nya dan bagi orang-orang mukmin, tetapi orang-orang munafik itu tiada mengetahui. (QS Munafiqun 8)

Selain kehormatan Allahpun memberikan kemuliaan kepada kita di atas semua makhluk lainnya yang diciptakanNya.

وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِي آدَمَ وَحَمَلْنَاهُمْ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ وَرَزَقْنَاهُمْ مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَفَضَّلْنَاهُمْ عَلَى كَثِيرٍ مِمَّنْ خَلَقْنَا تَفْضِيلا (الأسراء :٧٠)

Dan Sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan], Kami beri mereka rezki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan. (Al-Isra : 70)

Kita lahir dengan kehormatan dan kemuliaan, oleh karena itu setelah kita diberi kehormatan dan kemuliaan oleh Allah, tidak boleh kita menempatkan diri kita dalam posisi yang lemah dan hina, karena kita telah lahir dengan kehormatan dan kemuliaan setelah sebelumnya kita lahir dengan kecintaan dan kasih sayang.

Hadirin dan hadirat yang dimuliakan Allah SWT, insya Allah kelahiran kita juga adalah untuk membangun kehormatan dan kemuliaan umat, bangsa dan negara serta kemanusiaan. Kitapun lahir kedunia dengan mengemban amanah dan memikul tanggung jawab. Kita lahir dengan membawa misi ibadah dan tugas kekhilafahan di dunia ini.

{وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ} [الذاريات: 56]

Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku. (QS Adz-Dzariyat : 56)

{وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةً } [البقرة: 30]

Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada Para Malaikat: "Sesungguhnya aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi." mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, Padahal Kami Senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui." (Al-Baqarah : 30)

Kita lahir sudah dengan mengemban amanah dan memikul tanggungjawab yang sebelumnya oleh Allah SWT telah ditawarkan kepada makhluk-makhluk lain:

{إِنَّا عَرَضْنَا الْأَمَانَةَ عَلَى السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَالْجِبَالِ فَأَبَيْنَ أَنْ يَحْمِلْنَهَا وَأَشْفَقْنَ مِنْهَا وَحَمَلَهَا الْإِنْسَانُ إِنَّهُ كَانَ ظَلُومًا جَهُولًا} [الأحزاب: 72]

Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, Maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu Amat zalim dan Amat bodoh (QS Al Ahzab 72)

Amanah dan tanggung jawab ini harus kita tunaikan , sebab seluruh gerak, ibadah, tindakan dan ucapan kita akan dituntut pertanggungjawabannya oleh Allah SWT, inna sam’a wal bashoro wal fuadakullun ulaika kana anhu masula:

{إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولًا} [الإسراء: 36]

Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya (QS al-Isra 36)

Oleh karena itu harus kita sadari bahwa tidak bisa kita mengkhianati amanah yang kita emban dan tanggung jawab yang kita pikul tersebut:

{يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَخُونُوا اللَّهَ وَالرَّسُولَ وَتَخُونُوا أَمَانَاتِكُمْ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ} [الأنفال: 27]

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui. (Al-Anfal : 27)

Kader Partai Keadilan Sejahtera, kader Partai Dakwah dan kader Gerakan Dakwah harus senantiasa mengingat tiga nilai atau tiga makna kelahiran ini:

1. Wulidna bilmahabbati warahmah (ولدنا بالمحبة والرحمة), kita lahir dengan membawa misi penyebar kasih sayang

2. Wulidna bil izzati walkaramah (ولدنا بالعزة والكرامة), kita lahir dengan kehormatan dan kita lahir untuk meraih kejayaan

3. Wulidna bilamanati bil masuliyah (ولدنا بالأمانة و المسؤلية), kita lahir untuk terus dan terus memikul tanggungjawab, mengemban amanah yang insya Allah kita bersama-sama akan menghadap Allah untuk dimintai pertanggungjawabannya sejauh mana amanah dan mausliyah itu kita laksanakan.

Hadirin dan hadirat yang dimuliakan Allah, kader PKS yang mengemban misi amanah dan masuliyah ini, insya Allah senantiasa bersyukur sehingga hari ini merupakan hari Syukrun Azhim, syukuran yang agung yang insya Allah berarti kita akan mendapatkan kemenangan-kemenangan besar pula sesuai dengan janjinya bahwa orang yang bersyukur akan mendapatkan tambahan nikmat. Sehingga umat, bangsa, negara dan umat manusia pun akan berada dalam kehormatan dan kemuliaan karena itu adalah pangkal kejayaan di dunia dan akhirat. Allahu Akbar, Allahu Akbar .

Wassalamu’alaikum Wr.Wb
_ust hilmi 2bpiyungan---
Pidato Kebangsaan Ketua Majelis Syuro PKS KH. Hilmi Aminuddin di depan lebih dari 300 ribu kader dan simpatisan. Dalam Acara Milad PKS Ke – 13 di Gelora Bung Karno, Ahad 17 April 2011.


Sule : Demi PKS Saya Membatalkan Undangan di tempat lain

Jakarta (17/4) : Kedatangan Sule "Prikitiw" langsung disambut heboh massa di GBK. Massa yang membludak langsung berdiri semangat menyambut Sule.
" Selamat Ulang Tahun yang ke 13 PKS," ucapnya.
Sule membuka perjumpaan dengan massa PKS dengan mengucapkan selamat milad ke-13. Kontan para kader dan simpatisan yang langsung menyambutnya dengan penuh kegembiraan.
Pelawak Opera Van Java ini selanjutnya mengajak massa untuk yang melaut ini untuk mebuat gelombang keadilan. Tanpa dikomando lagi massa langsung bersemangat menyambut seruan Sule.
" Demi PKS, saya membatlakan acara saya ke Semarang, " lanjutnya yang disambut tepuk tangan meriah oleh massa yang hadir.
Loh, memang ada acara di Semarang? " Lagian, ngapain juga saya ke Semarang, gak ada yang ngundang," spontan Sule menjawab pertanyaan MC. Massa menyambut dengan gelak tawa yang membahana.
" Saya datang kemari karena saya ingin mendukung upaya PKS dalam memajukan bangsa," lagi-lagi massa menyambut dengan tepuk tangan yang lebih meriah.
Terakhir Sule menyapa semua duta besar yang hadir dengan logat Inggris dan Arab yang dimain-mainkan. Sambutan heboh kembali terjadi saat Sule membacakan nama Dubes Palestina.
Awas ada Sule!!!! Prikitiwww!!!

Rabu, 28 Desember 2011

Presiden PKS : Tidak Ada Kemenangan Kecuali Dari Allah


PKS Jakarta - Bagi Presiden PKS, Luthfi Hasan Iskaq, kemenangan bukanlah berasal dari manusia tetapi kemenangan berasal dari Allah SWT.

Presiden PKS, Luthfi Hasan Ishaq memberikan sedikit taujihnya kepada para kader yang hadir di acara Open House PKS di Markas Dakwah wilayah Pasar Minggu. Memberikan sambutan usai Bang Sani, Presiden PKS itu membuat suasana yang awalnya hiruk pikuk menjadi hening.

Dalam taujihnya, Luthfi Hasan mengatakan program silaturahmi seperti ini harus dilaksanakan mulai dari personal, halaqoh, keluarga dan para tokoh masyarakat. “Kalau bisa setiap datang ke rumah tokoh masyarakat atau ulama, maka mintalah nasehat kepada mereka,” ujarnya.

Luthfi juga mengatakan selama Ramadhan kita mempunyai lifestyle ibadah tersendiri maka untuk itu usai Ramadhan lifestyle itu harus dipertahankan. “ Ritme hidup harus dijaga, ibadah sehari-hari harus dijaga, jagalah suasana Ramadhan hingga bertemu Ramadhan yang akan datang,” tambahnya.

Lebih lanjut, ayah 11 orang anak ini mengatakan tentang kiprah PKS di pemilu yang akan datang, “ Masalah kemenangan tidak ada kemenangan kecuali murni karunia pemberian dari Allah. Jika mau menang maka harus mendekat pada yang memberi kemanangan,” lanjutnya yang disambut takbir oleh para Kader.

Terakhir dia berpesan agar para kader senantiasa menjauhi rasa bangga diri dan memarjinalkan Allah. Dia juga berkata bahwa seorang ikhwah harus akrab dengan ulama dan meminta para kader untuk memastikan bahwa setiap hari masih ada suasana Ramadhan. (yas)

Selasa, 27 Desember 2011

Diskusi Hangat bersama DPC dan DPRa se-Jakarta Pusat


Bekerja Untuk Indonesia...

Jakarta (13/11). Diakhir masa reses, Anggota DPR RI Sohibul Iman, terus menjambangi konstituennya. Hari minggu malam (13/11), setelah nonton bareng Sepakbola SEA GAMES Indonesia vs Thailand di Gedung DPW PKS DKI Jakarta, Kang Iman (begitu dia disapa) menyempatkan diskusi bersama Ketua-ketua DPC dan DPRa PKS se-Jakarta Pusat.

Meskipun berlangsung dimalam hari, namun diskusi tersebut berlangsung hangat. Tak kurang 12 pertanyaan terlontar, termasuk komentar berupa saran dan gagasan. “Memang kalau kita bicara tentang masalah kesejahteraan rakyat tidak ada habis-habisnya,” ujarnya.

Acara yang berlangsung lebih dari dua jam itu, juga menyentil masalah seputar anggota DPR yang sulit dijumpai/ditemui dan hidup bermewah-mewahan ditengah penderitaan rakyat.


Kang Iman mengungkapkan, “Sebagai pejabat publik, semakin ia menyembunyikan banyak hal dari pantauan publik, maka akan semakin sulit berbicara lugas, tegas, dan tuntas. Bahkan tidak mustahil dia akan semakin banyak menghina akal sehat manusia.”


 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons | Re-Design by PKS Piyungan