Tampilkan postingan dengan label korban. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label korban. Tampilkan semua postingan

Minggu, 29 Januari 2012

Tragedi Tugu Tani







JAKARTA - Pemberitaan kecelakaan mobil Daihatsu Xenia yang dikemudikan Apriani Susanti (29) kala menabrak sejumlah pejalan kaki di kisaran Tugu Tani, Menteng, Jakpus, Minggu (23/1/2012) dan mengakibatkan 9 orang meninggal dunia, mendapat sorotan dan perhatian secara luas dari masyarakat.

Usaha konfirmasi Tribunnews.com ke keluarga tersangka pada Minggu malam mendapatkan penjelasan dari Nurdin, sepupu Apriani. Wanita yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam musibah maut itu disebutkan mahir dalam mengemudi. Nurdin menyebut, sejatinya Apriani memiliki SIM hanya saja izin mengemudi roda empat yang bersangkutan hilang dan kini dalam proses pengurusan.

Nurdin juga menyebut malam sebelum peristiwa maut itu, Apriani memang menginap di Hotel Borobudur. Pun, ia menyebut keperluan Apriani untuk membantu dan menjadi panitia pesta pernikahan kawan.

"Bukan pesta hura-hura ya," katanya.

Paginya Ani berniat untuk pulang ke rumah mengganti pakaian.

"Dia sudah tidak ingin memakai mobil untuk pulang, tapi temannya mendesak dan meminjamkan Ani membawa mobil, sekalian mengantarkan teman-teman yang lain," katanya.

Namun, pemberitaan Tribunnews.com akan hal ini mendapat respon dari Tribunners (pembaca Tribunnews.com) atas nama akun Facebook Ade Rahardian. Respon berupa foto yang menunjukkan seorang wanita yang diduga mirip Apriani tengah berada dalam suasana santai.

Dalam foto diberi penjelasan berupa lingkaran pada wanita yang diduga sebagai Apriani. Foto juga diberi penjelasan berupa tulisan yang bertuliskan, 'pelaku abis pesta miras di upload 23 jam yang lalu'.

Selain foto tersebut, foto lain yang ada menunjukkan wanita yang diduga sebagai wanita yang sama pada foto pertama, namun kali ini berada di belakang kemudi Daihatsu Xenia di TKP kecelakaan maut. Diduga, foto-foto ini juga telah beredar luas di warga lewat media BlackBerry Messanger serta jejaring sosial lainnya.

Tribunners juga mengirim link untuk foto-foto tersebut di laman:

http://img11.imageshack.us/img11/3160/66503868.jpg

https://lh5.googleusercontent.com/-HU1cCcs2QnA/Txv25cxAQMI/AAAAAAAABxs/d7TFs3RVYBI/s450/tersangka penabrak2.jpg



Tribunnews.com pun membuka laman tersebut dan mendapatkan foto-foto di atas. Belakangan link dari laman tersebut diblok.

Adapun Apriani dan tiga orang di dalam Xenia tersebut telah menjalani pemeriksaan urin kemarin siang. Belakangan keempat orang itu kembali menjalani pemeriksaan lanjutan termasuk di dalamnya cek darah. Hasilnya akan diumumkan hari ini pukul 08.00 WIB di Unit Laka Lantas Polda Metro Jaya Pancoran.

Untuk sementara, pihak kepolisian menduga kecelakaan maut diduga karena kelalaian pengemudi Xenia. Tersangka diduga mengantuk saat mengemudikan kendaraan dalam kecepatan tinggi.

Belum ada keterangan dari keluarga dan kerabat tersangka terkait beredarnya foto-foto tersebut. (tim)

[sumber]
http://www.tribunnews.com/2012/01/23/foto-diduga-apriani-dikabarkan-pesta-miras-beredar
http://www.islamedia.web.id/2012/01/korban-kecelakaan-maut-tugu-tani.html
http://www.detiknews.com/read/2012/01/23/120054/1822446/10/beri-simpati-warga-letakkan-karangan-bunga-di-lokasi-tabrakan-xenia?nd992203605
http://pk-sejahtera.org/content/pks-tindak-tegas-pengemudi-kecelakaan-maut
http://news.okezone.com/read/2012/01/23/338/561782/bunga-duka-cita-di-halte-kecelakaan-maut

http://berita.liputan6.com/read/373677/tugu-tani-jadi-tontonan

http://www.detiknews.com/read/2012/01/23/120054/1822446/10/beri-simpati-warga-letakkan-karangan-bunga-di-lokasi-tabrakan-xenia

http://news.okezone.com/read/2012/01/23/338/561861/pks-jakarta-memang-belum-aman

http://www.tribunnews.com/2012/01/23/lokasi-tabrakan-maut-ramai-dikunjungi-warga

http://megapolitan.kompas.com/read/2012/01/23/18200111/Besok.Dilarang.Tonton.Lokasi.Tabrakan.Xenia

http://www.tempo.co/read/news/2012/01/23/064379011/Korban-Xenia-Maut-Dapat-Santunan-Rp-25-Juta

Selasa, 03 Januari 2012

Tanggul Jebol, Warga Kwitang Cemas

dpra pks kwitang bersama warga dari rt.5 dan rt.3 rw.03, membangun posko bantuan keadilan, berupa makan siang, pada tahun 2007. dimana banjir pada tahun 2002 bisa sampai 2 meter, karena kwitang di kelilingi oleh kali ciliwung yang menuju mesjid istiqlal dan istana negara di monas. semoga 2012 tidak banjir karena sudah terdapat bkt dan bkb.


JAKARTA, BK

Puncak musim hujan yang kian dekat membuat ribuan warga yang bermukim di pinggiran kali Jl Inspeksi Kali Ciliwung, Kwitang. Senen, Jakarta Pusat semakin waswas. Mereka mengkhawatirkan banjir bakal merendam kawasan itu, karena beberapa bagian tanggul kali yang jebol hingga kini belum diperbaiki.

"Bagaimana tidak cemas, empat bagian tanggul di sekitar rumah kita yang jebol tak kunjung diperbaiki. Kalau hujan deras kami khawatir air langsung masuk ke pemukiman warga, karena tak ada yang menahan," ujar Junaedi, warga RW 06 Kwitang.Kecemasan serupa menghantui Usup, warga RW 03. "Pemukiman kami termasuk kawasan rawan banjir, tahun lalu tanggul dalam keadaan bagus pun kebanjiran semeter. Gimana dengan tanggul yang jebol saat ini?" ungkapnya. Sekadar diketahui, pada banjir siklus lima tahunan pada 2002 dan 2007 kawasan kebanjiran mencapai 2-3 meter.

Pantauan Berita Kota, dua titik tanggul yang jebol selebar 3-4 meter di RT 11/03. Jarak juga berdekatan, tepatnya di belakang Kantor Kelurahan Kwitang. Di RT 13/06 satu titik dan RT 04/02 satu titik.Lurah Kwitang Muchlis mengakui bahwa warganya sedang dilanda kecemasan belakangan ini. Mereka bahkan sudah berulangkali bertanya seputar perbaikan tanggul dimaksud. Kalau tak secepatnya, warga khawatir lingkungan mereka bakal terendam banjir pada puncak musim penghujan yang diperkirakan terjadi Januari hingga Februari 2010. "Kami telah melaporkan kondisi ini ketingkat kota agar segera mendapat penanganan," ucapnya.

Dikatakan, ada dua masalah yang membuat tanggul tersebut jebol. Yaitu, dimakan usia dan karena ditinggal pemborong yang melakukan pengerukan Kali Ciliwung beberapa waktu lalu. Satu titik yang jebol tahun ini karena termakan usia, dua titik ditinggal pemborong, dan satu titik lagi masih dikerjakan.
Dijelaskan, pada Oktober lalu pemborong melakukan pengerukan Kali Ciliwung di kawasan itu. Untuk memasukkan alat berat ke dalam kali pemborong terpaksa menjebol tanggul. Toto, pemborong dimaksud sebenarnya berjanji akan memperbaikinya setelah pekerjaan rampung. Tapi janji itu tak ditepati. "Kita telah telepon dia, tapi teleponnya tak aktif lagi," katanya.Sedangkan satu tanggul lagi dijebol untuk pembangunan jembatan. Hingga kini proyek tersebut masih berlangsung dan kemungkinan pembangunan masih dilanjutkan tahun depan.

Jago Merah Lalap 50-an Rumah di Kwitang

Warga mulai membersihkan dan berbenah pasca kebakaran yang melanda kawasan Kramat Kwitang RT 09 RW 09, Jakarta Pusat.

Jakarta - Jago merah mengamuk lagi. Tak kurang dari 50 rumah dan kios hangus akibat lalapan api. Warga Jl Kramat Kwitang III RT 9/ RW IX, Jakarta pun panik. Api mulai membumbung sekitar pukul 02.00 WIB, Kamis (24/8/2006). Penyebab kebakaran masih simpang siur. Diduga api berasal dari pembakaran dupa sesaji salah seorang warga. Lokasi kebakaran adalah di pemukiman padat penduduk yang terletak di dekat Pasar Dalam Kwitang. Sekitar 20 unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk menjinakkan api. Pukul 05.30 WIB, api sudah bisa dikuasai. Warga setempat masih berkerumun di lokasi kejadian. Petugas pemadam kebakaran juga mengambil air dari Sungai Ciliwung untuk memadamkan api. Sementara itu, situasi lalu lintas masih lancar, mengingat peristiwa terjadi pada dini hari. (nvt/)

Usai Kebakaran Kwitang, Pedagang Masih Semangat Gelar Dagangan
Ari Saputra - detikcom Jakarta - Bau hangus masih kuat tercium. Bahkan asap sisa kebakaran di Jl Kramat Kwitang III, Jakarta Pusat, masih mengepul. Namun para pedagang Pasar Dalam Kwitang masih bersemangat menggelar dagangannya.

Akibat kebakaran, banyak los pasar yang tidak bisa digunakan. Jalan sekitar pasar pun digunakan untuk tempat berdagang. Namun pedagang yang tidak kebagian tempat terpaksa masuk ke dalam pasar yang gelap.

Jumat, 30 Desember 2011

Gedung Pemasaran Pertamina Terbakar


Liputan6.com, Jakarta: Kepulan asap hitam terus menyembur dari lantai tiga Gedung Divisi Pemasaran Pertamina di Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Kamis (29/12) malam. Kobaran api di dalam ruangan teknologi informasi tersebut langsung menghabiskan hampir seluruh ruangan. Diduga, kebakaran ini dipicu hubungan pendek arus listrik di ruangan itu.

Ada 23 mobil Dinas Pemadam Kebakaran Jakarta Pusat diterjunkan ke lokasi untuk menjinakkan api. Petugas baru berhasil memadamkan api satu jam kemudian. Meski tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa ini, kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.(ANS)

Kamis, 29 Desember 2011

Keterangan Yusril Sejalan dengan Langkah PKS Memecat Supendi


JAKARTA—Pengacara yang ditunjuk Partai Keadilan Sejahtera (PKS) untuk menangani kasus gugatan Yusuf Supendi, Zainuddin Paru mengemukakan, pernyataan mantan Menteri Hukum dan HAM, Yusril Ihza Mahendra sama sekali tidak memberatkan kliennya. Bahkan Yusril, dalam kapasitasnya sebagai saksi ahli memberikan wawasan tentang  kedudukan partai politik dalam  ketatanegaraan.

Yusril dalam kapasitasnya sebagai ahli hukum Tatanegara diajukan Yusuf Supendi sebagai saksi ahli dalam persidangan gugatan yang bersangkutan terhadap PKS. Yusril memberikan kesaksiannya pada persidangan hari Selasa (6/12) di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Menurut Zainuddin, Yusril berpendapat, dalam hal yang bersifat teknis seperti kegiatan partai politik, termasuk di dalamnya soal pemberian sanksi terhadap anggota partai, semuanya diatur dan tunduk kepada AD/ART, serta peraturan partai.

Sementara itu, langkah PKS memecat Yusuf Supendi  karena yang bersangkutan dianggap telah melanggar AD/ART serta peraturan partai. Karena itu, papar Zainuddin,  keterangan Yusril di hadapan majelis yang memeriksa gugatan perbuatan melawan hukum Yusuf Supendi itu, sejalan dengan apa yang dilakukan oleh Dewan Pengurus Pusat PKS dalam proses pemecatan Yusuf Supendi.

Zainuddin menambahkan, kesalahan ataupun penyimpangan yang dilakukan seseorang sama nilainya, tidak dibedakan apakah yang bersangkutan memiliki kedudukan tinggi di pengurusan partai atau tidak. “Di PKS tidak ada orang yang istimewa atau kebal hukum. Semua berjalan di atas sistem, termasuk terhadap penggugat, Yusuf Supendi,” kata Zainuddin.

“Apakah dia pendiri atau anggota biasa, jika melakukan kesalahan sanksinya sama. Tidak dibeda-bedakan,” papar dia.

Pemecatan terhadap Yusuf Supendi, urai Zainuddin, sudah sesuai dengan mekanisme dan peraturan partai sebagaimana termaktub dalam AD/ART PKS, serta sesuai dengan UU Partai Politik No. 31 Tahun 2002 dan UU No.2 Tahun 2008 tentang partai politik.

Sebelumnya, pengacara PKS menolak kehadiran Yusril sebagai saksi ahli dalam persidangan. Alasannya,  Yusril adalah ahli hukum Tatanegara. Sementara kasus gugatan Yusuf Supendi kepada PKS adalah persoalan hukum Perdata. Sehingga Zainuddin menganggap, Yusril tidak tepat dihadirkan sebagai saksi ahli dalam kasus tersebut.

Majelis Hakim menyatakan mencatat keberatan pengacara PKS, namun meminta agar kesaksian Yusril didengar. Apalagi Yusril menyatakan hanya akan memberikan kesaksian sesuai dengan kapasitasnya sebagai ahli tata negara, dan tidak akan masuk dalam hal-hal yang bersifat teknis, termasuk soal pemberian sanksi. Karena hal tersebut merupakan urusan internal partai yang diatur dalam AD/ART dan aturan-aturan turunannya yang tertuang dalam peraturan partai.

Selasa, 27 Desember 2011

Surat Cinta Ku Untuk mu Ukhti,,,


Assalaamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh,,,


Ba'da tahmid dan shalawat,,,

Syukur pada Allah yang masih mengaruniakan nafas padaku dan padamu untuk segera memperbarui taubat,,,

Ukhti,,,
Rasanya aku telah menemukan Kekasih yang jauh lebih baik darimu.
Yang Tak Pernah Mengantuk dan Tak Pernah Tidur.
Yang siap terus menerus Memperhatikan dan Mengurusku.
Yang selalu bersedia berduaan disepertiga terakhir malam.
Yang siap Memberi apapun yang ku pinta, Ia Yang Bertahta, Berkuasa dan Memiliki Segalanya.

Maaf Ukhti,,,
Tapi menurutku kau bukan apa-apa dibanding Dia.
Kau sangat lemah, kecil dan kerdil di hadapan-Nya.
Ia berbuat apa saja sekehendak-Nya kepadamu.
Dan, Ukhti, aku khawatir apa yang telah kita lakukan selama ini membuat-Nya cemburu.
Aku takut, hubungan kita selama ini membuat-Nya murka.
Padahal Ia, Maha Kuat, Maha Gagah, Maha Perkasa, Maha Keras Siksa-Nya.

Ukhti,,,
Belum terlambat untuk bertaubat.
Apa yang telah kita lakukan selama ini pasti akan ditanyakan oleh-Nya.
Ia bisa marah, Ukhti.
Marah tentang saling pandang yang pernah kita lakukan.
Marah karena setitik sentuhan kulit kita yang belum halal itu.
Marah karena suatu ketika dengan terpaksa aku harus memboncengimu dengan motorku.
Marah karena pernah ketetapan-Nya kuadukan padamu atau tentang lamunanku yang selalu membayangkan wajahmu.
Ia bisa Marah.
Tapi sekali lagi semua belum terlambat.
Kalau kita memutuskan hubungan ini sekarang, semoga Ia mau Memaafkan dan Mengampuni.
Ukhti, Ia Maha Pengampun, Maha Pemberi Maaf, Maha Menerima Taubat, Maha Penyayang, Maha Bijaksana.

Ukhti,,,
Jangan marah ya.
Aku sudah memutuskan untuk menyerahkan cintaku pada-Nya, tidak pada selain-Nya.
Tapi tak Cuma aku, Ukhti.
Kau pun bisa menjadi kekasih-Nya, kekasih yang amat dicintai dan dimuliakan.
Caranya satu, kita harus jauhi semua larangan-larangan-Nya termasuk dalam soal hubungan kita ini.
Insyaallah, Dia punya rencana yang indah untuk masa depan kita masing-masing.
Kalau engkau selalu berusaha menjaga diri dari hal-hal yang dibenci-Nya, kau pasti akan dipertemukan dengan seorang pria shalih.
Ya, pria shalih yang pasti jauh lebih baik dari diriku saat ini.
Ia yang akan membantumu menjaga agamamu, agar hidupmu senantiasa dalam kerangka mencari ridho Allah dalam ikatan pernikahan yang suci.
Inilah do'aku untukmu, semoga kau pun mendo'akanku, Ukhti.

Ukhti,,,
Aku akan segera menghapus namamu dari memori masa lalu yang salah arah ini.
Tapi, aku akan tetap menghormatimu sebagai saudara di jalan Allah.
Ya, saudara di jalan Allah, Ukhti.
Itulah yang terbaik.
Tak hanya antara kita berdua, tapi seluruh orang mukmin di dunia.
Tak mustahil itulah yang akan mempertemukan kita dengan Rasulullah di telaganya, lalu beliaupun memberi minum kita dengan air yang lebih manis dari madu, lebih lembut dari susu, dan lebih sejuk dari krim beku.

Maaf, Ukhti,,,
Tak baik rasanya aku berlama-lama menulis pesan ini.
Aku takut ini merusak hati.
Goresan pena terakhirku di sini adalah doa keselamatan dunia akhirat sekaligus tanda akhir dari hubungan haram kita, Insya Allah.

Wassalaamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.

PKS Kutuk Pola Penanganan Represif Aparat

JAKARTA - Partai Keadilan Sejahtera (PKS), prihatin atas korban meninggal dan banyaknya yang mengalami luka terkena tembakan di kerusuhan di Pelabuhan Sape, Bima, Nusa Tenggara Barat, Sabtu (24/12).

"PKS mengutuk segala bentuk tindakan kekerasan, termasuk pola penanganan represif yang dilakukan oleh aparat keamanan," tegas Ketua DPP PKS, Aboebakar Alhabsy, Senin (26/12).

Seperti diketahui, tiga pengunjuk rasa dari Front Rakyat Anti Tambang (FRAT) yang tewas di Sape, Bima, Nusa Tenggara Barat, Sabtu (24/12). Mereka adalah Arief Rahman (19), Syaiful (17), dan Ansyari (20) yang tewas akibat tembakan peluru yang diduga dari aparat keamanan. Informasi yang dihimpun,

Ketiga korban bersama para pengunjuk rasa lainnya, menutup jalur lalu lintas ke Pelabuhan Sape sejak 20 Desember 2011. Mereka menuntut pencabutan SK Bupati Bima Nomor 188 Tahun 2010 tentang izin pertambangan PT Sumber Mineral Nusantara (SMN) dan pembebasan seseorang berinisial AS, tersangka pembakaran kantor Camat Lumbu yang terjadi pada 10 Maret 2011 dan telah diserahkan ke kejaksaan.

PKS menghormati proses hukum yang sedang dilakukan oleh Polri dengan menetapkan 47 orang demonstran sebagai tersangka dalam kasus ini. "Namun kami juga mengingatkan agar pihak kepolisian bertindak secara profesional," tegasnya.
Anggota Komisi III DPR, itu mengingatkan semua ada procces of law yang harus dijalankan sesuai dengan ketentuan. Dan, harus dilakukan dengan imparsial dan jangan sampai berat sebelah.

Oleh karenanya, lanjut Aboe, pengenaan pemidanaan tidak sepatutnya hanya dialamatkan kepada para demonstran. Tapi, tegasny, para oknum yang melakukan penembakan seharusnya juga mendapatkan perlakuan serupa. "Karena mereka telah menghilangkan nyawa orang lain," ujar Aboe.

Ia menambahkan, jangan sampai ada upaya perlindungan dengan hanya sekedar memberikan sanksi disiplin tanpa mengenal persoalan pidana. "Tentunya kita semua harus menjunjung tinggi prinsip equality before the law," katanya.

Di sisi lain, Aboe meminta institusi polri sebagai sebuah lembaga harus segera berbenah. Menurut dia, perlu benar-benar dilakukan intropeksi dan reformasi internal. "Utamanya berkaitan dengan persoalan penanganan massa dan huru hara," katanya.

Lebih jauh dia mengatakan, tewasnya tiga orang serta banyaknya pengunjuk rasa yang terkena luka tembak pada insiden Bima menunjukkan kegagalan polisi dalam mengelola keamanan aksi unjuk rasa.

Kegagalan ini menambah daftar hitam penanganan masa oleh Polri. "Sebagaimana kita ketahui pengamanan yang dilakukan polri di Sumsel, Lampung maupun Papua juga memakan korban," ujarnya.

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons | Re-Design by PKS Piyungan