Tampilkan postingan dengan label struktur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label struktur. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 31 Desember 2011

Hukum Muhasabah di Tahun Baru Masehi


Hukum Muhasabah di Tahun Baru Masehi [ Fatwa Dewan Syariah PKS ]

FATWA DEWAN SYARIAH PUSAT PARTAI KEADILAN SEJAHTERA

Pertanyaan :

Assalamu’alaikum wr. wb. Bagaimana menyikapi Tahun Baru Masehi di mana banyak umat Islam yang melakukan acara Muhasabah di malam tahun baru tersebut? Sekian, wassalamualaikum wr. wb.

- Mohammad Arifin-Tanjung Priok. -

Jawaban :

الحمد لله رب العالمين والصلا ة والسلام على سيدنا محمد و على اله و صحبه و من تبعه الى يو م الدين .اما بعد

Mengingat kebiasaan yang terjadi di masyarakat pada malam tahun baru (ikut-ikutan tradisi Nasrani atau Barat setelah Natalan sebagaimana tradisi pesta dan maaf-maafan/pengakuan kesalahan) dari berbagai praktik hura-hura, kemaksiatan, beraneka kegiatan dan acara-acara jahiliyah, yang kemudian timbul kebiasaan paradoks lazimnya beberapa tahun terakhir ini yaitu semacam kegiatan rutin “Muhasabah Islamiyyah” yang diisi berbagai macam kegiatan dakwah di antaranya shalat berjamaah Qiyamulail, tasmi tilawah, ceramah, seminar, dan tabligh, yang diadakan dengan pertimbangan mencari alternatif kegiatan yang lebih “Islami” sebagai pengganti atau pengalihan positif dan memanfaatkan momentum tradisi untuk acara dakwah. Maka dengan ini Dewan Syari’ah memandang perlu untuk memberikan penjelasan fatwa syar’i tentang masalah tersebut sebagai berikut:

1. Penyelenggarakan acara “Muhasabah” pada malam tahun baru tersebut semula adalah sekedar desakan suatu kebutuhan (hajah/hajat) da’awi yang kemudian dikategorikan dalam kaidah “darurat” (Dhorurat). الحاجة تنزل منزلة الضرورة Yang mungkin dapat mentolerir hal-hal yang semula diharamkan dan hal ini harus dibatasi seperlunya (sekadarnya), berpegang pada kaidah syar’i yang menetapkan ”

الضرورات تقدر بقدرها (Darurat itu dibatasi sekedarnya saja).

2. Menimbang bahwa keterlanjuran dan kelangsungan dari acara rutin ”Muhasabah” tersebut dapat menjurus kepada Pengadaan Bid’ah Baru dengan adanya semacam ”kelaziman keagamaaan” yang terikat pada waktu dan tata cara tertentu dari kegiatan keagamaan dan Bid’ah semacam ini bila tidak dalam darurat maka hukumnya adalah terlarang. Dalam hal ini kita perlu mempertimbangkan kaidah syariah yaitu: ”Saddudzdzariy ’ah” (Suatu langkah prventif untuk mengantisipasi/menanggulangi adanya kemungkinan menjurus kepada penyelewengan atau pelanggaran) sebagai pemandu dalam menentukan sikap, di samping kaidah lain yang mengatakan:

درء المفاسد مقدم على جلب المصالح

“Mencegah kerusakan lebih didahulukan dari pada mengambil manfaat”.

Mencegah adanya kerusakan dalam agama dengan adanya bid’ah baru lebih didahulukan daripada mengambil manfaat dari acara tersebut. Sebab kita tidak ingin keluar dari satu kerusakan beralih kepada kerusakan yang lebih besar (dalam akidah dan agama).

3. Berdasarkan pertimbangan tersebut di atas maka Dewan Syariah memutuskan untuk mengeluarkan Fatwa keharusan pemberhentian dan peniadaan acara rutin ”Muhasabah” yang diadakan setiap malam tahun baru.

4. Risalah (pesan misi) ”Muhasabah” tersebut seyogyanya tetap dan harus selalu digencarkan lewat media dan momentum keagamaan yang sudah ’lazim’ di masyarakat Islam seperti khutbah Jum’at, Majlis Ta’lim, dan sebagainya. Yaitu dengan mengarahkan generasi muda dan masyarakat umumnya untuk tidak mengikuti acara-acara jahiliyah pada malam tahun baru dan menyerupai orang-orang kafir (Tasyabbuh bil Kuffar) sebab barangsiapa yang menyerupai sekelompok orang maka ia termasuk ke dalam golongan mereka (man tasyabbaha bi qaumin fahuwa minhum)

5. Perlu adanya diversifikasi kegiatan-kegiatan da’wah menjelang datangnya tahun baru (tidak bertepatan dengan malam tahun baru) seperti tabligh, seminar, dan sebagainya untuk gencar menyampaikan risalah muhasabah tersebut agar masyarakat tidak terjerumus ke dalam jebakan bid’ah dan kemaksiatan di malam tahun baru. Dan perlu diingatkan bahwa pada prinsipnya; muhasabah seharusnya dilakukan setiap hari oleh masing-masing individu muslim tidak perlu menunggu momentum, baik kepada dirinya sendiri maupun kepada orang lain.

6. Perlu adanya langkah evaluasi melalui kegiatan-kegiatan dakwah yang diselenggarakan setelah berlalunya tahun baru. Evaluasi melalui mimbar-mimbar keagamaan untuk menekankan tingkat kemaksiatan atau mengambil pelajaran dari pengalaman agar tidak terulang lagi atau menjadi lebih baik di masa depan.

Demikianlah fatwa kami terkait dengan penyikapan di tahun baru masehi.

والله اعلم با الصواب والموفق و الهدى الى سواء السبيل و الحمد لله رب العا لمين

STRUKTUR PENGURUS DEWAN SYARIAH PUSAT PARTAI KEADILAN/PARTAI KEADIALAN SEJAHTERA 2000 – 2005 M. [lihat halaman. 271]

Ketua : Dr. H. Salim Segaf Al Jufri, M.A.

Wakil Ketua : Dr. H. Ahzami Sami’un Jazuli, M.A.

Sekretaris : H. Mohammad Syauqi, Lc., Imam Santoso, Lc.

Anggota : Dr. H. Muslih Abdul Kariiim, M.A.

KH. Yusuf Supendi, Lc.

Dr. H. Muinuddin, M.A.

H. Abdur Roqib, Lc.

H. Tajuddin Noor, Lc.

H. Bukhori Yusuf, M.A.

H. Aunur Rafiq Shaleh Tahmid, Lc.

H. Bakrun Syafi’i, M.A.



Sumber :

Buku Fatwa-Fatwa Dewan Syariah Pusat Partai Keadilan Sejahtera, hal 43 – 45, Cetakan Kedua, Harakatuna Publishing Bandung, April


http://jihadsabili.wordpress.com/2010/12/09/hukum-muhasabah-di-tahun-baru-masehi-fatwa-dewan-syariah-pks/

Kamis, 29 Desember 2011

Kunjungan DPP Muslimah HTI ke DPP PKS


HTI Press. Dalam rangka mengokohkan ukhuwah Islamiyah, DPP Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia mengunjungi  DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Bidang Perempuan di Jakarta (6 Oktober 2011). Ustadzah  Iffah Ainur Rochmah (Juru Bicara Muslimah HTI), bersama ketua DPP Muslimah HTI Ustadzah Ratu Erma Rahmayanti , Ustadzah Ishmah Cholil dan Ustadzah Zidny Sa’adah diterima dengan hangat dalam semangat ukhuwah Islamiyah oleh Pengurus DPP PKS Bidang Perempuan. Delegasi diterima langsung oleh Ketua DPP PKS Bidang Perempuan Anis Byarwati.  Turut mendampingi  K. Mufidayati, Dewi (Sekretaris DPP PKS Bidang Perempuan) serta 3 orang Ketua Bidang.

Selain bersillah ukhuwah, dibicarakan juga persoalan-persoalan krusial umat terutama yang menimpa perempuan dan keluarga muslim. DPP Muslimah HTI menyampaikan keprihatinan sekaligus perhatiannya terhadap program-program yang dijalankan secara massif untuk merusak tatanan keluarga muslim melalui perempuan. Ide kebebasan dan kesetaraan gender yang semakin luas dikampanyekan. Meski sudah memunculkan banyak pengaruh negatif di tengah masyarakat, seperti tingginya angka gugat cerai oleh perempuan yang diakui oleh pegiat gender sebagai salah satu wujud keberhasilan kampanye kesetaraan. Dan pemerintah semakin menunjukkan keseriusannya mengadopsi aturan sekuler ini dengan segera akan disahkannya RUU Kesetaraan Gender (RUU KG).

Muslimah HTI juga membagi awareness bahwa semua terjadi akibat umat Islam tidak lagi hidup di bawah naungan rumah sejatinya yakni Khilafah Islamiyah. Buktinya, sekalipun di negara-negara barat sedang serius memperbaiki tatanan berkeluarga dan mengabaikan ide gender guna mengatasi dampak krisis sosial, negeri muslim semisal Indonesia tetap menjadi obyek pelaksana agenda-agenda internasional kesetaraan gender dan liberal yang secara pasti akan merusak tatanan keluarga muslim. Ajakan Muslimah HTI untuk mewujudkan keluarga muslim sebagai role model dunia dalam bingkai negara Islam mendapat sambutan positif dari DPP PKS. Anis Byarwati juga menegaskan bahwa Khilafah Islamiyah adalah cita-cita luhur umat Islam yang patut diperjuangkan. Dengannya semua masalah umat bisa diselesaikan tuntas dan  peradaban Islam yang mulia mampu diwujudkan. Karenanya, kedua belah pihak sepakat untuk sama-sama memperjuangkan Syariah Islam untuk kepentingan umat , meskipun ada berbedaan dalam masalah metode namun bisa saling memahami.




Rabu, 28 Desember 2011

Presiden PKS : Tidak Ada Kemenangan Kecuali Dari Allah


PKS Jakarta - Bagi Presiden PKS, Luthfi Hasan Iskaq, kemenangan bukanlah berasal dari manusia tetapi kemenangan berasal dari Allah SWT.

Presiden PKS, Luthfi Hasan Ishaq memberikan sedikit taujihnya kepada para kader yang hadir di acara Open House PKS di Markas Dakwah wilayah Pasar Minggu. Memberikan sambutan usai Bang Sani, Presiden PKS itu membuat suasana yang awalnya hiruk pikuk menjadi hening.

Dalam taujihnya, Luthfi Hasan mengatakan program silaturahmi seperti ini harus dilaksanakan mulai dari personal, halaqoh, keluarga dan para tokoh masyarakat. “Kalau bisa setiap datang ke rumah tokoh masyarakat atau ulama, maka mintalah nasehat kepada mereka,” ujarnya.

Luthfi juga mengatakan selama Ramadhan kita mempunyai lifestyle ibadah tersendiri maka untuk itu usai Ramadhan lifestyle itu harus dipertahankan. “ Ritme hidup harus dijaga, ibadah sehari-hari harus dijaga, jagalah suasana Ramadhan hingga bertemu Ramadhan yang akan datang,” tambahnya.

Lebih lanjut, ayah 11 orang anak ini mengatakan tentang kiprah PKS di pemilu yang akan datang, “ Masalah kemenangan tidak ada kemenangan kecuali murni karunia pemberian dari Allah. Jika mau menang maka harus mendekat pada yang memberi kemanangan,” lanjutnya yang disambut takbir oleh para Kader.

Terakhir dia berpesan agar para kader senantiasa menjauhi rasa bangga diri dan memarjinalkan Allah. Dia juga berkata bahwa seorang ikhwah harus akrab dengan ulama dan meminta para kader untuk memastikan bahwa setiap hari masih ada suasana Ramadhan. (yas)

Hilmi Aminuddin : Bang Sani Memimpin, Jakarta Kembali Fitrah


PKS Jakarta : Jakarta akan sejahtera bila Jakarta kembali kepada fitrahnya, dan Jakarta akan kembali kepada fitrahnya, bila Triwisaksana memimpin Jakarta.

Demikian disampaikan Ketua Majelis Syuro PKS Hilmi Aminuddin padaacara Family Expo PKS di Kota Tua, Ahad (24/12). Oleh karena itu, Hilmi meminta warga Jakarta untuk mendukung Triwisaksana pada pilkada 2012 mendatang, agar Jakarta kembali kepada fitrahnya.

Pada kesempatan itu, Hilmi juga menyatakan bahwa kunci kunci kesejahteraan dan keberhasilan hidup manusia adalah bila tiap-tiap anggota keluarga kembali pada fitrahnya.

“Pangkal kerusakan sebuah rumah tangga karena suami dan isteri lupa akan fitrahnya. Bila ingin keluarga hidup normal, kembalikan seluruh peran hidup kepada fitrahnya,” tegas Hilmi.

Pada kesempatan yang sama, Triwisaksana atau yang biasa dengan sebutan Bang Sani ini, mengatakan bahwa PKS akan memikirkan kepentingan para ibu dan kaum perempuan melalui pemberian anggaran pemberdayaan perempuan dengan porsi lebih besar. “Bila PKS masuk dalam pemerintahan, Insya Allah anggaran bagi pemberdayaan perempuan akan tiga kali lipat lebih besar,” tegas Sani. (adine)

PKS : Popularitas Bang Sani Tembus Angka 50%


Popularitas Triwisaksana atau yang kerap kali dipanggil dengan Bang Sani terus mengalami kenaikan, hasil terakhir tembus ke angka 50%. Berbekal inilah membuat Optimisme Partai Keadilan Sejahtera (PKS) makin tinggi untuk mengusung kadernya Triwisaksana sebagai bakal calon Gubernur DKI Jakarta. PKS menyebut Triwisaksana atau Bang Sani sudah populer di Jakarta.

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Pusat (DPW) PKS DKI Jakarta, Slamet Nurdin mengatakan, partainya saat ini terus memperkenalkan sosok Bang Sani ke warga Jakarta. Selain itu, PKS juga sudah menyiapkan rencana kerja untuk memenangkan Pemilukada bulan Juli 2012.

Sebagaimana yang disampaikan langsung ke media online okezone Senin (26/12) Selamat Nurdin mengatakan “Daripada menunggu koalisi parpol, kita bergerak lebih dulu dengan mempopulerkan Bang Sani. Tingkat pengenalan Bang Sani sudah mencapai 50 persen di Jakarta, artinya sudah cukup populer,” .

Menurutnya, figur Bang Sani akan diterima publik Jakarta yang memiliki latar belakang beragam. Dia memastikan Bang Sani adalah tokoh plural yang mengayomi semua kalangan. “Kita ingin pastikan ke warga Jakarta, Bang Sani tokoh plural, menggarap basis segala lapisan dan tidak akan bekerja demi kelompok tertentu,” ujarnya.

Hingga saat ini, PKS sambung dia terus melakukan komunikasi dengan sejumlah parpol termasuk kandidat calon gubernur yang ada seperti Fauzi Bowo, Nachrowi Ramli dan Tantowi Yahya. Namun, PKS akan memutuskan berkoalisi bila tercapai kesepakatan.

“Harus ada kesamaan tentang konsep pembenahan Jakarta, karena kota sebesar ini harus dikelola secara bersama-sama. Bila hasil musyawarah ditemukan kesepakatan, PKS bersedia menaruh Bang Sani di posisi Wakil Gubernur,” sebut Nurdin.

Dia juga membantah kabar miring yang menyebut PKS mematok harga tertentu sebagai syarat untuk mencalonkan seseorang yang meminta dukungan PKS.

“PKS tidak pernah meminta uang ke calon, kita bekerja bersahaja, uang bukan alat utama perjuangan. Kita enggak prioritaskan pinangan uang, itu terlalu pragmatis karena PKS berorientasi kinerja bukan uang,” pungkasnya.

Selasa, 27 Desember 2011

Diskusi Hangat bersama DPC dan DPRa se-Jakarta Pusat


Bekerja Untuk Indonesia...

Jakarta (13/11). Diakhir masa reses, Anggota DPR RI Sohibul Iman, terus menjambangi konstituennya. Hari minggu malam (13/11), setelah nonton bareng Sepakbola SEA GAMES Indonesia vs Thailand di Gedung DPW PKS DKI Jakarta, Kang Iman (begitu dia disapa) menyempatkan diskusi bersama Ketua-ketua DPC dan DPRa PKS se-Jakarta Pusat.

Meskipun berlangsung dimalam hari, namun diskusi tersebut berlangsung hangat. Tak kurang 12 pertanyaan terlontar, termasuk komentar berupa saran dan gagasan. “Memang kalau kita bicara tentang masalah kesejahteraan rakyat tidak ada habis-habisnya,” ujarnya.

Acara yang berlangsung lebih dari dua jam itu, juga menyentil masalah seputar anggota DPR yang sulit dijumpai/ditemui dan hidup bermewah-mewahan ditengah penderitaan rakyat.


Kang Iman mengungkapkan, “Sebagai pejabat publik, semakin ia menyembunyikan banyak hal dari pantauan publik, maka akan semakin sulit berbicara lugas, tegas, dan tuntas. Bahkan tidak mustahil dia akan semakin banyak menghina akal sehat manusia.”


PKS Kutuk Pola Penanganan Represif Aparat

JAKARTA - Partai Keadilan Sejahtera (PKS), prihatin atas korban meninggal dan banyaknya yang mengalami luka terkena tembakan di kerusuhan di Pelabuhan Sape, Bima, Nusa Tenggara Barat, Sabtu (24/12).

"PKS mengutuk segala bentuk tindakan kekerasan, termasuk pola penanganan represif yang dilakukan oleh aparat keamanan," tegas Ketua DPP PKS, Aboebakar Alhabsy, Senin (26/12).

Seperti diketahui, tiga pengunjuk rasa dari Front Rakyat Anti Tambang (FRAT) yang tewas di Sape, Bima, Nusa Tenggara Barat, Sabtu (24/12). Mereka adalah Arief Rahman (19), Syaiful (17), dan Ansyari (20) yang tewas akibat tembakan peluru yang diduga dari aparat keamanan. Informasi yang dihimpun,

Ketiga korban bersama para pengunjuk rasa lainnya, menutup jalur lalu lintas ke Pelabuhan Sape sejak 20 Desember 2011. Mereka menuntut pencabutan SK Bupati Bima Nomor 188 Tahun 2010 tentang izin pertambangan PT Sumber Mineral Nusantara (SMN) dan pembebasan seseorang berinisial AS, tersangka pembakaran kantor Camat Lumbu yang terjadi pada 10 Maret 2011 dan telah diserahkan ke kejaksaan.

PKS menghormati proses hukum yang sedang dilakukan oleh Polri dengan menetapkan 47 orang demonstran sebagai tersangka dalam kasus ini. "Namun kami juga mengingatkan agar pihak kepolisian bertindak secara profesional," tegasnya.
Anggota Komisi III DPR, itu mengingatkan semua ada procces of law yang harus dijalankan sesuai dengan ketentuan. Dan, harus dilakukan dengan imparsial dan jangan sampai berat sebelah.

Oleh karenanya, lanjut Aboe, pengenaan pemidanaan tidak sepatutnya hanya dialamatkan kepada para demonstran. Tapi, tegasny, para oknum yang melakukan penembakan seharusnya juga mendapatkan perlakuan serupa. "Karena mereka telah menghilangkan nyawa orang lain," ujar Aboe.

Ia menambahkan, jangan sampai ada upaya perlindungan dengan hanya sekedar memberikan sanksi disiplin tanpa mengenal persoalan pidana. "Tentunya kita semua harus menjunjung tinggi prinsip equality before the law," katanya.

Di sisi lain, Aboe meminta institusi polri sebagai sebuah lembaga harus segera berbenah. Menurut dia, perlu benar-benar dilakukan intropeksi dan reformasi internal. "Utamanya berkaitan dengan persoalan penanganan massa dan huru hara," katanya.

Lebih jauh dia mengatakan, tewasnya tiga orang serta banyaknya pengunjuk rasa yang terkena luka tembak pada insiden Bima menunjukkan kegagalan polisi dalam mengelola keamanan aksi unjuk rasa.

Kegagalan ini menambah daftar hitam penanganan masa oleh Polri. "Sebagaimana kita ketahui pengamanan yang dilakukan polri di Sumsel, Lampung maupun Papua juga memakan korban," ujarnya.

Minggu, 25 Desember 2011

Korwe Ujung Tombak Pemenangan Pemilukada


DPC PKS Setia Budi mengadakan Pelatihan Korwe November 2011 di Masjid Taufik Jakarta Selatan, Ahad (18/12). 23 Korwe dari 45 Korwe tampak hadir pada acara ini.

Ketua DPC PKS Setia Budi Panca Hariawan, ST dalam sambutannya mengatakan bahwa tidak ada pembelaan dari Allah jika manusia jauh dari-Nya. Maka, ketika berada dalam barisan PKS, amalan harian harus diperhatikan. “Sholat harus berjama’ah di masjid, baca Al Qur’an dan kita harus senantiasa ikut ta’lim,” jelas Panca.

Fasilisator Pemenangan Pemilukada (FPP) Setia Budi, Sugeng Sukarni mengingatkan, bahwa Korwe adalah ujung tombak kemenangan Bang Sani di Pemilukada 2012, yang nantinya akan bekerjasama dengan Korte dalam mensosialisasikan Bang Sani. [oman]

PKS Siap Terjunkan Relawan Perempuan


PKS Jakarta-Partai Keadilan sejahtera melatih 350 relawan perempuan yang akan terjun langsung ke masyarakat guna menyerap aspirasi. Relawan yang dipilih dari seluruh kelurahan dan kecamatan di DKI Jakarta ini, dibekali teknik berkomunikasi, public speaking dan materi kepartaian. Diharapkan dari pelatihan ini, para relawan perempuan akan menjadi juru bicara partai yang mampu menjyampaikan prestasi-prestasi PKS selama ini. Hal itu disampaikan oleh Ketua DPW PKS DKI Jakarta, Selamat Nurdin, di hadapan 350 relawan perempuan yang sedang menerima pelatihan sehari penuh (27/11).
Menurut Selamat, PKS merasa perlu untuk kembali terjun ke masyarakat. Selain memarketingkan partai dengan data berupa prestasi PKS selama ini, para relawan juga menjadi telinga partai guna menerima aspirasi masyarakat. Selamat juga memberi arahan pada relawan untuk tetap bersikap dinamis di masyarakat. "Relawan harus mampu menjadi perekat antara partai dan masyarakat", ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, hadir pula Ketua MPW PKS DKI Jakarta, Ir Triwisaksana Msc. Pria yang diakrabi dengan sebutan Bang Sani ini menyatakan pentingnya peran relawan perempuan dalam menyerap aspirasi masyarakat. “Perempuan adalah salah satu segmen masyarakat yang besar, dan memiliki peran signifikan dalam membangun bangsa”, ujarnya. Dengan menghadirkan relawan perempuan ke tengah masyarakat, diyakini juga akan merangsang munculnya kreativitas kaum perempuan untuk menyelesaikan permasalahan di tengah masyarakat.
Untuk itu, Bang Sani yang juga Wakil Ketua DPRD ini sangat mengapresiasi keberadaan Relawan Perempuan PKS. “Harus diakui, banyak sekali agenda partai ini yang sukses karena dikawal oleh kader dan simpatisan perempuan PKS”, tuturnya. Saatnya, tambah Sani, PKS memberikan kontribusi lebih besar bagi masyarakat dengan kehadiran relawan perempuan. (Ir@)

PKS DKI Jakarta Gelar Rakorwil


PKS Jakarta - Dewan Pimpinan Tingkat Wilayah (DPTW) PKS DKI Jakarta menggelar rapat kerja wilayah (Rakerwil) di Lembang Bandung Jawa Barat, Sabtu-Ahad (10-11).

Rakerwil di ikuti para pengsionaris Majelis Pertimbangan Wilayah (MPW), Dewan Syariah Wilayah (DSW) dan Dewan Pengurus Wilayah (DPW) beserta bidang-bidang di dalamnya. Acara juga diikuti oleh para pengurus dari Lima DPD di Jakarta, yaitu DPD Jakarta Pusat, Selatan, Utara, Timur dan Barat.

Acara dimulai dengan sambutan para Ketua DPTW, yaitu Ketua DPW Selamat Nurdin, Ketua DSW Abdulrahman Suhaimi dan Ketua MPW Triwisaksana. Acara kemudian dilanjutkan dengan pemaparan tiap-tiap bidang di DPW berupa laporan evaluasi kerja tahun 2011 dan program kerja tahun 2012.

Dalam sambutannya, Triwisaksana mengatakan bahwa konsolidasi struktur di PKS DKI Jakarta telah selesai lengkap dengan susunan poengurusnya dan berlanjut ke fase koordinasi. "Partai lain masih hiruk pikuk melakukan konsolidasi dan melengkapi kepengurusan, PKS lebih siap masuk ke dalam ranah pilkada, hal ini pertanda kemenangan kita," terang pria yang akrab disapa dengan Bang Sani ini penuh semangat. (adine)

Selamat Nurdin : Sistem Kerja Struktur Jangan Tumpang Tindih


PKS Jakarta - PKS harus memiliki sistem kerja yang efektif dari tingkat wilayah hingga tingkat ranting, sehingga tidak terjadi dualisme kerja di dalam setiap level kepengurusan. Demikian disampaikan Ketua DPW PKS DKI Jakarta Selamat Nurdin dihadapan para peserta Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) DPW PKS DKI Jakarta yang digelar di Lembang Jawa Barat, Sabtu-Ahad (10-11/12).

“Pastikan sistem kerja manajemen harus efektif dari tingkat DPW sampai DPRa, sehingga tidak terjadi tumpang tindih. DPW bertugas melakukan hal-hal yang strategis dan pilot project, DPD memastikan sistem delivery kegiatan berjalan dengan bagus, DPC-DPRa memastikan bahwa implementasi kegiatan berjalan dengan sistematis,” ungkap pria yang akrab disapa Didin ini.

Dalam kesempatan tersebut, Didin juga mengatakan bahwa setiap kegiatan yang dilakukan oleh stuktur PKS harus memiliki nilai jual yang tinggi, sehingga layak untuk dikonsumsi oleh masyarakat.

“Setiap kegiatan harus memiliki media impact, oleh karena itu, menjadi tantangan setiap bidang agar berfikir kreatif, untuk menelurkan program-program yang menarik dan layak dijual ke masyarakat,” tegas pria yang berlatar pendidikan ilmu sosial dan politik ini. (adine)

Semarak Hari Ibu, PKS DKI Jakarta Gelar Family Expo


PKS Jakarta - Dalam rangka menyemarakan peringatan Hari Ibu pada 22 Desember nanti, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jakarta menggelar acara Family Expo tingkat DPD se DKI Jakarta, Minggu (18/12).

Untuk DPD PKS Jakarta Selatan akan menggelar Festival Perempuan se-DPD dengan rangkaian acara seperti Qosidah, Bazaar, dan lima perlombaan lainnya. Setiap DPC PKS yang ada di Jakarta Selatan harus menampilkan produk Pos Wanita Keadilan (Pos WK). Adapun tempat pelaksanaannya terletak di Kampung Kandang Jagakarsa. Peresmian untuk Family Expo akan dibuka langsung oleh Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Triwisaksana pada pukul 7.30. Acara ini akan berlangsung hingga pukul 12.00 WIB.

Usai pembukaan di DPD PKS Jakarta Selatan, Bang Sani sapaan akrab wakil DPRD DKI Jakarta tersebut giliran membuka acara berikutnya di DPD PKS Jakarta Barat pada pukul 9.00 WIB. Usai pembukaan, pelbagai jenis perlombaan pun telah menanti semangat warga Jakarta barat.

Berbagai acara telah disiapkan dalam Family Expo Jakarta Barat seperti lomba menulis surat cinta dari suami kepada isterinya. Hal ini bertujuan untuk menambah keharmonisan dalam sebuah keluarga. Pasalnya, pasca menikah seorang suami kini tak lagi membuat surat cinta untuk sang isteri. Dengan demikian, surat cinta ini menjadi momen nostalgia sang suami kepada isteri.

Berikutnya adalah lomba memasak nasi goreng yang diikuti oleh seluruh Badan Pengurus Harian DPD dan DPC Jakarta Barat. Memasak memang sudah biasa, tapi akan lebih menarik jika para pengurus PKS dan masyarakat akan beradu kreatifitas dalam mengolah rasa untuk sebuah nasi goreng.

Sebuah acara keluarga belum lengkap jika tidak melibatkan seorang anak. Dalam acara ini telah disiapkan lomba mewarnai untuk anak. Alhasil, anak para kader dan simpatisan ini akan beradu kreatifitas dalam mewarnai sebuah gambar.

Tak kalah menarik, untuk membangkitkan semangat perempuan acara Family Expo yang digelar oleh DPD PKS Jakarta Barat ini menyediakan lomba produk Pos Wanita Keadilan (Pos WK), lomba antar Rumah Keluarga Indonesia (RKI).

Kemudian DPD PKS Jakarta Timur dan Jakarta Pusat menyusul dengan agenda yang sama di daerah masing-masing.

DPD PKS Jakarta Utara menyelenggarakan acara Family Expo ini pada Sabtu (24/12) di Taman Fatahilah, Kota. Dengan tema yang sama dan akan di buka secara resmi pula oleh Bang Sani. (pks.or.id)

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons | Re-Design by PKS Piyungan