Tampilkan postingan dengan label tahun baru. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tahun baru. Tampilkan semua postingan

Selasa, 03 Januari 2012

download


1. Video Selamat Tahun Baru Muharam 1433H





unduh klik disini atau http://www.embedupload.com/?d=1LV3VVQHRU

Sabtu, 31 Desember 2011

Bayan IM Terkait Tahun Baru dan Kelahiran Al-Masih

Bayan IM Terkait Tahun Baru dan Kelahiran Al-Masih

al-ikhwan.net – Cairo, Dengan senang hati kami haturkan ucapan selamat yang paling tinggi kepada saudara-saudara kami penganut Nashrani atau masihiyyin, bahkan kepada umat Islam, bertepatan dengan lahirnya yang mulia Almasih alaihissalam, Nabi pembawa kasih sayang, berakhlak mulia dan contoh teladan utama, yang disebutkan secara jelas oleh Al-Qur’an Al-Karim. Dan menjadikan iman kepadanya sebagai inti aqidah Islam, bahkan Al-Qur’an memuliakan ibunya, Maryam yang mulia, alaihassalam.

Bunda Maryam mendapat kemulian yang tiada bandingnya, ketika Al-Qur’an mengkhususkannya dalam satu surat lengkap, umat Islam beribadah dengan membacanya dalam setiap kesempatan.

Bertepatan dengan peristiwa ini, kami mengajak Lembaga Tinggi Militer dan kepolisian untuk menjaga gereja-gereja tempat ibadah, sebagaimana TPS-TPS pemilu mendapat penjagaan dari mereka.

Begitu juga kami telah mengeluarkan qarar berupa pembentukan panitia yang terdiri dari lapisan masyarakat yang tergabung sebagai anggota Ikhwanul Muslimin guna bersama-sama menjaga tempat-tempat ibadah umat Nashrani, sebagai bentuk pengamalan firman Allah swt.

وَلَوْلا دَفْعُ اللَّهِ النَّاسَ بَعْضَهُمْ بِبَعْضٍ لَهُدِّمَتْ صَوَامِعُ وَبِيَعٌ وَصَلَوَاتٌ وَمَسَاجِدُ يُذْكَرُ فِيهَا اسْمُ اللَّهِ كَثِيرًا وَلَيَنْصُرَنَّ اللَّهُ مَنْ يَنْصُرُهُ إِنَّ اللَّهَ لَقَوِيٌّ عَزِيزٌ (٤٠)

“Dan Sekiranya Allah tiada menolak (keganasan) sebagian manusia dengan sebagian yang lain, tentulah telah dirobohkan biara-biara, gereja-gereja, rumah-rumah ibadat orang Yahudi dan masjid- masjid, yang di dalamnya banyak disebut nama Allah. Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha kuat lagi Maha perkasa.” QS. Al-Hajj:40.

Dengan demikian, tidak akan ada lagi tangan-tangan jahil dan jari-jari berdosa yang merusak perayaan-perayaan ini, sebagaimana yang selalu dilakukan oleh rezim korup yang telah tumbang.

Sikap kami ini bukanlah berlebihan, bukan juga memaksakan. Akan tetapi inilah hakikat dari syiar dan prinsip kami, sekaligus sikap kami terhadap saudara-saudara kami sebangsa dan setanah air, begitu juga karena ikatan kemanusiaan, sepanjang sejarah berdirinya kebangkitan Mesir yang sangat panjang. Semangat ini telah nampak sekali pada saat revolusi 25 Januari yang diberkahi, pada saat itu semua lapisan masyarakat dipadukan dalam persaudaraan, cinta dan kerja sama, inilah yang menjadikan kami bekerja dengan usngguh-sungguh merawat dan menyuburkan semangat ini dan kami mengharapkan semua komponen bangsa ini untuk membantu kami dalam mewujudkan itu, jangan sampai mereka dipalingkan oleh seruan pihak-pihak yang mencoba menebar permusuhan dan menginginkan adu domba di antara masyarakat Mesir yang satu.

Demikianlah, Ikhwanul Muslimin telah membuat qarar berupa rekomendasi yang sangat tinggi dengan langsung dipimpin oleh Fadhilatut Duktur Mahmud Izzet, Wakil Fadhilatul Mursyid Am, guna menjalankan kewajiban memberikan ucapan selamat dalam momentum ini.

Dan Tuhan yang Maha Tinggi telah memerintahkan kepada kami untuk berbuat baik dan berbuat adil kepada mereka. Allah swt. berfirman:

وَلَتَجِدَنَّ أَقْرَبَهُمْ مَوَدَّةً لِلَّذِينَ آمَنُوا الَّذِينَ قَالُوا إِنَّا نَصَارَى ذَلِكَ بِأَنَّ مِنْهُمْ قِسِّيسِينَ وَرُهْبَانًا وَأَنَّهُمْ لا يَسْتَكْبِرُونَ (٨٢)

“Dan Sesungguhnya kamu dapati yang paling dekat persahabatannya dengan orang-orang yang beriman ialah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya Kami ini orang Nasrani”, yang demikian itu disebabkan karena di antara mereka itu (orang-orang Nasrani) terdapat pendeta-pendeta dan rahib-rahib, (juga) karena Sesungguhnya mereka tidak menyombongkan diri.” QS. Al-Maidah:82.

Al-Ikhwan Al-Muslimun
Cairo, 3 Shafar 1433 H / 28 Desember 2011

Kamis, 22 Desember 2011

Selamat Tahun Baru Islam 1433H dari Bang Sani

Islamedia - Kalender Hijriyah 1432 akan segera berakhir. Berdasarakan Taqwim Standard Indonesia tangal 29 Zulhijjah 1432 H akan jatuh pada Jumat, 25 November 2011. Hari itulah saat pelaksanaan rukyatul hilal untuk menentukan awal Muharram 1433 H. Penentuan awal bulan Muharram sangat penting aretinya karena terkait dengan awal tahun baru 1433 H yang dikenal sebagai Tahun Baru Hijriyah. Di beberapa kalender umum dicantumkan bahwa 1 Muharram 1433 H jatuh pada Minggu, 27 November 2011. Sementara di Kalender yang diterbitkan Muhammadiyah Tahun Baru Hijriyah 1433 jatuh pada Sabtu, 26 November 2011. Seperti biasanya, perbedaan ini sangat terkait dengan posisi Bulan di akhir bulan sebelumnya serta perbedaan kriteria kalender yang digunakan.

Data astronomis untuk wilayah Yogyakarta, Matahari terbenam pada pukul 17:41 WIB pada azimuth 248° 57' di Selatan titik Barat. Tinggi Hilal (Bulan) saat Matahari terbenam 1°17' di atas horizon nyata dan di Selatan-Atas Matahari. Bulan terbenam pada 17:48 WIB pada azimuth 247°48'. Pada kondisi seperti ini mustahil hilal dapat dirukyat baik menggunakan mata telanjang maupun teleskop. RHI Yogyakarta tidak akan melakukan rukyatul hilal pada hari ijtimak, tapi pada hari berikutnya di Pantai Parangkusumo pada Sabtu, 26 November 2011 saat ketinggian hilal 15°05'.

Secara Khusus Ir. Triwisaksana, MSc atau yang dikenal dengan panggilan Bang Sani menyampaikan pesan khusus : "Tahun Baru selalu memberi harapan namun lebih penting mempersiapkan amal terbaik kita di tahun depan. Selamat Tahun Baru, Hadirkan karya nyata".

Rabu, 21 Desember 2011

Inspirasi 1432 H: Selamat Datang 1433 H, Songsong Masa Depan Lebih Cerah

Kini kita telah berada di hari kedua 1433 H. 1432 H memang telah kita tinggalkan, tetapi inspirasi selama kurun satu tahun itu tak boleh hilang. Bagi umat Islam, 1432 H bisa disebut sebagai tahun perubahan. Sedangkan media internasional menyebut tahun itu sebagai musim semi bagi kawasan.

Kawasan timur tengah, yang selama ini banyak dikuasai rezim diktator dan status quo, mengajarkan kepada seluruh umat Islam bahwa ketika umat bergerak untuk melakukan perubahan, Allah pun tidak diam membiarkan. Ada pertolongan. Bahkan ada keajaiban.

Sejak 13 Muharam 1432 H, rakyat Tunisia bangkit untuk menggelar unjuk rasa. People power itu berhasil menggulingkan rezim lama yang belepotan kezaliman dan korupsi. Ben Ali melarikan diri ke Arab Saudi pada 9 Shafar 1432 H. Mata dunia Islam, seketika mengarah ke Tunisia. Ke sana pula mata internasional memandang. Revolusi telah dimulai!

Rakyat Mesir yang sudah jengah dengan rezim Mubarak segera mengkonsolidasikan diri. Dalam waktu yang tidak lama setelah aksi massa Tunisia dimulai, jalan-jalan Mesir dipenuhi kaki-kaki massa. Dan lapangan tahrir menjadi muara; ratusan ribu pemuda berkumpul di sana. Meneriakkan satu kata: perubahan!

7 Rabiul Awal 1432 H, Mubarak mengundurkan diri. Rezim diktator yang selama 30 tahun menindas gerakan Islam pun tumbang.

Obsesi perubahan terus bergerak. Angin revolusi demikian kencang menyulut darah muda mengobarkan perlawanan. Libya, Bahrain, Suriah, Aljazair, Irak, Yordania, Maroko, hingga Yaman. Protes terjadi di mana-mana. Penindasan yang selama ini dirasakan menyumbat kesabaran tak lagi mampu membendung arus besar perlawanan. Sayangnya, masih ada pihak di luar Islam yang mengambil keuntungan dari agenda perubahan itu. Misalnya di Libya yang kemudian timbul korban dalam jumlah yang lebih besar. Untungnya, rezim Khadafi bisa diakhiri dan kehidupan baru bisa dimulai.

Inspirasi yang mengesankan datang dari Turki. Gerakan Islam yang telah bermetamorfosis menjadi pemegang kendali pemerintahan untuk ketiga kalinya memenangi Pemilu dengan kemenangan mayoritas; 49,9 persen. 10 Rajab 1432 H itu bukan hanya menjadi hari kemenangan bagi AKP tetapi juga menjadi hari yang menginspirasi gerakan-gerakan Islam di seluruh dunia untuk melayani masyarakat dengan menghamparkan keadilan dan kesejahteraan bagi mereka.

Tunisia yang telah menumbangkan rezim Ben Ali kemudian menyepakati penyelenggaraan pemilu untuk melahirkan pemerintahan baru. Harakah An-Nahdhah, yang sebelumnya dilarang memperjuangkan Islam dan ditengarai sebagai jaringan Ikhwanul Muslimin, keluar sebagai pemenang pada pemilu 26 Dzulhijjah 1432 H itu. An-Nahdhah meraih 90 kursi dari 217 kursi yang tersedia.

Menutup tahun 1432 H, inspirasi datang dari Maroko. Seruan perubahan di negeri itu memang tidak sampai pada level revolusi. Sebagai upaya menghentikan protes anti-pemerintah, referendum digelar pada Sya'ban 1432 H dengan hasil memutuskan percepatan pemilu. Rakyat setuju, dan mereka menentukan pilihan pada 29 Dzulhijjah 1432 H. Tepat pada hari terakhir 1432 H, partai Islam yang memiliki nama yang sama dengan gerakan di Turki, Partai Keadilan dan Pembangunan, memenangkan pemilu itu.

Fa'tabiru...
ambillah i'tibar! Ambillah pelajaran! Banyak inspirasi selama 1432 H yang semestinya membuat kita sadar bahwa proyek kebajikan akan berhasil ketika kita serius memperjuangkannya, serta terus berdoa kepada Allah Azza wa Jalla. Ingatlah, sekuat apapun kezaliman, ia bisa ditumbangkan. Sehebat apapun kejahiliyahan ia bisa dilawan. Apalagi ketika kita memahami bahwa kezaliman yang dalam bahasa Arab berarti dhulmun memiliki akar kata yang sama dengan kegelapan. Dan kegelapan, ia akan sirna begitu kita datang membawa cahaya.

Maka, daripada mengutuk kegelapan, adalah lebih baik kita menyalakan sebatang lilin. Daripada mengeluhkan problematika yang ada, lebih baik kita bekerja. Terus bekerja menghadirkan solusi. Terus bekerja untuk negeri.

Selamat datang 1433 H. Selamat menyongsong masa depan yang lebih cerah. [Muchlisin]

http://www.bersamadakwah.com/2011/11/inspirasi-1432-h-selamat-datang-1433-h.html

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons | Re-Design by PKS Piyungan