Kamis, 29 Desember 2011

Sule : Demi PKS Saya Membatalkan Undangan di tempat lain

Jakarta (17/4) : Kedatangan Sule "Prikitiw" langsung disambut heboh massa di GBK. Massa yang membludak langsung berdiri semangat menyambut Sule.
" Selamat Ulang Tahun yang ke 13 PKS," ucapnya.
Sule membuka perjumpaan dengan massa PKS dengan mengucapkan selamat milad ke-13. Kontan para kader dan simpatisan yang langsung menyambutnya dengan penuh kegembiraan.
Pelawak Opera Van Java ini selanjutnya mengajak massa untuk yang melaut ini untuk mebuat gelombang keadilan. Tanpa dikomando lagi massa langsung bersemangat menyambut seruan Sule.
" Demi PKS, saya membatlakan acara saya ke Semarang, " lanjutnya yang disambut tepuk tangan meriah oleh massa yang hadir.
Loh, memang ada acara di Semarang? " Lagian, ngapain juga saya ke Semarang, gak ada yang ngundang," spontan Sule menjawab pertanyaan MC. Massa menyambut dengan gelak tawa yang membahana.
" Saya datang kemari karena saya ingin mendukung upaya PKS dalam memajukan bangsa," lagi-lagi massa menyambut dengan tepuk tangan yang lebih meriah.
Terakhir Sule menyapa semua duta besar yang hadir dengan logat Inggris dan Arab yang dimain-mainkan. Sambutan heboh kembali terjadi saat Sule membacakan nama Dubes Palestina.
Awas ada Sule!!!! Prikitiwww!!!

Rabu, 28 Desember 2011

Jakarta Butuh Politisi Yang Berjiwa Da’i

PKS Jakarta - silaturahimPemerintah wajib menyediakan prasyarat yang menjamin warga masyarakat untuk bebas beribadah. Prasyarat tersebut menurut Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Triwisaksana, ialah rasa aman, keadilan dan kenyamanan atau kesejahteraan. Namun demikian tiga hal tadi juga harus didukung oleh sebuah semangat lain, yakni amar ma’ruf nahi munkar. Hal tersebut disampaikan Triwisaksana dalam acara Silaturahim Alim Ulama se-Jakarta di Grand Cempaka, Ahad lalu.
Menurut pria yang disapa Bang Sani ini, Jakarta memerlukan kehadiran ulama untuk menyeimbangkan gerak laju pembangunan fisik dengan pembangunan moral di ibukota. Pada prinsipnya, sebagai kota besar yang berpenduduk lebih dari 10 juta jiwa, Jakarta harus menghadapi kenyataan dengan menjadi sekuler yang berarti semakin bebas nilai. Selain itu lanjut Bang Sani, indikator pertumbuhan warga yang hanya dinilai lewat materi dan kebendaan, akan menjadikan kota-kota besar menjadi semakin materialitis. Disamping tentu saja munculnya ancaman demoralisasi terhadap jutaan warganya.
Untuk itu, Ketua Balegda DPRD DKI Jakarta ini sangat mengharapkan sekali kontribusi alim ulama di Jakarta dalam memperbaiki moral masyarakat. Koreksi dan nasehat ulama pada pemerintah sejatinya memang harus menjadi hal yang rutin dilakukan. Dirinya pun berharap fungsi control ulama terhadap pemerintah (umaro’) jangan sampai hilang.
Dalam kesempatan silaturahim yang digagas oleh Dewan Syariah Wilayah PKS DKI Jakarta, hadir pula Sekjen Dewan Da’wah Islamiyah KH Amlir Syaifa Yasin yang memberikan nasehat kepada sekitar 120-an ulama se-Jakarta yang hadir. Amlir menekankan pentingnya orang-orang yang mengambil jalan untuk menekuni agama (tafaqu fiddiin) untuk berperan sebagai pengingat para pengambil kebijakan seandainya ada aturan yang diterapkan melanggar nilai-nilai agama. “Ulama lah yang harus mengambil peran sebagai pengingat, agar jalan yang ditempuh umaro atau pemerintah tidak melenceng dari tujuan menyejahterakan ummat”, ujar Amlir. Dirinya pun menegaskan pentingnya sinergi yang baik antara umaro dan ulama demi harmoni kehidupan di masyarakat.
Sementara itu, KH Hamdan Rasyid MA dari Majelis Ulama Indonesia DKI Jakarta mengingatkan hadirin tentang bahaya laten yang disebarkan oleh musuh Islam. “Diantaranya memunculkan keragu-raguan di tengah ummat”, ujar Hamdan. Keragu-raguan tersebut adalah terhadap ulama, terhadap hadits dan juga keragu-raguan terhadap Al Qur’an. Hamdan mengakui saat ini, mudah sekali memunculkan keragu-raguan tersebut ditengah masyarakat yang sangat majemuk seperti Jakarta. Untuk itu, justru Hamdan memandang pentingnya ulama ikut ambil bagian di pemerintahan, asalkan untuk Izzul Islam Wal Muslimin. Hal tersebut juga diaminkan oleh Amlir Syaifa Yasin yang menyatakan, “tak mengapa seorang da’I terjun menjadi politisi. Asalkan keda’ian-nya yang menuntun langkah kepolitisiannya!”

Presiden PKS : Tidak Ada Kemenangan Kecuali Dari Allah


PKS Jakarta - Bagi Presiden PKS, Luthfi Hasan Iskaq, kemenangan bukanlah berasal dari manusia tetapi kemenangan berasal dari Allah SWT.

Presiden PKS, Luthfi Hasan Ishaq memberikan sedikit taujihnya kepada para kader yang hadir di acara Open House PKS di Markas Dakwah wilayah Pasar Minggu. Memberikan sambutan usai Bang Sani, Presiden PKS itu membuat suasana yang awalnya hiruk pikuk menjadi hening.

Dalam taujihnya, Luthfi Hasan mengatakan program silaturahmi seperti ini harus dilaksanakan mulai dari personal, halaqoh, keluarga dan para tokoh masyarakat. “Kalau bisa setiap datang ke rumah tokoh masyarakat atau ulama, maka mintalah nasehat kepada mereka,” ujarnya.

Luthfi juga mengatakan selama Ramadhan kita mempunyai lifestyle ibadah tersendiri maka untuk itu usai Ramadhan lifestyle itu harus dipertahankan. “ Ritme hidup harus dijaga, ibadah sehari-hari harus dijaga, jagalah suasana Ramadhan hingga bertemu Ramadhan yang akan datang,” tambahnya.

Lebih lanjut, ayah 11 orang anak ini mengatakan tentang kiprah PKS di pemilu yang akan datang, “ Masalah kemenangan tidak ada kemenangan kecuali murni karunia pemberian dari Allah. Jika mau menang maka harus mendekat pada yang memberi kemanangan,” lanjutnya yang disambut takbir oleh para Kader.

Terakhir dia berpesan agar para kader senantiasa menjauhi rasa bangga diri dan memarjinalkan Allah. Dia juga berkata bahwa seorang ikhwah harus akrab dengan ulama dan meminta para kader untuk memastikan bahwa setiap hari masih ada suasana Ramadhan. (yas)

Presiden PKS : Tidak Ada Kemenangan Kecuali Dari Allah


PKS Jakarta - Bagi Presiden PKS, Luthfi Hasan Iskaq, kemenangan bukanlah berasal dari manusia tetapi kemenangan berasal dari Allah SWT.

Presiden PKS, Luthfi Hasan Ishaq memberikan sedikit taujihnya kepada para kader yang hadir di acara Open House PKS di Markas Dakwah wilayah Pasar Minggu. Memberikan sambutan usai Bang Sani, Presiden PKS itu membuat suasana yang awalnya hiruk pikuk menjadi hening.

Dalam taujihnya, Luthfi Hasan mengatakan program silaturahmi seperti ini harus dilaksanakan mulai dari personal, halaqoh, keluarga dan para tokoh masyarakat. “Kalau bisa setiap datang ke rumah tokoh masyarakat atau ulama, maka mintalah nasehat kepada mereka,” ujarnya.

Luthfi juga mengatakan selama Ramadhan kita mempunyai lifestyle ibadah tersendiri maka untuk itu usai Ramadhan lifestyle itu harus dipertahankan. “ Ritme hidup harus dijaga, ibadah sehari-hari harus dijaga, jagalah suasana Ramadhan hingga bertemu Ramadhan yang akan datang,” tambahnya.

Lebih lanjut, ayah 11 orang anak ini mengatakan tentang kiprah PKS di pemilu yang akan datang, “ Masalah kemenangan tidak ada kemenangan kecuali murni karunia pemberian dari Allah. Jika mau menang maka harus mendekat pada yang memberi kemanangan,” lanjutnya yang disambut takbir oleh para Kader.

Terakhir dia berpesan agar para kader senantiasa menjauhi rasa bangga diri dan memarjinalkan Allah. Dia juga berkata bahwa seorang ikhwah harus akrab dengan ulama dan meminta para kader untuk memastikan bahwa setiap hari masih ada suasana Ramadhan. (yas)

Media Sosial dan Blog Jadi Rujukan Utama


TANGERANG, KOMPAS.com - Media sosial dan blog menjadi rujukan utama pengguna internet dalam mencari informasi saat ini. Hal itu merupakan pergeseran dalam mencari informasi dari media konvensional ke media baru.

Lee Tien Rien, President Association of Private Universities and Collages Taiwan menyatakan jejaring sosial media menjadi sebuah fenomena baru yang mendunia. Di dalamnya, pengguna bisa melakukan diskusi, berbagi aktivitas, berbagi foto, video bahkan mencari informasi apapun baik terkait merk tertentu hingga artis.

"Jejaring sosial dan blog menjadi tujuan paling utama masyarakat dalam mencari informasi di setiap negara," ungkap Lee dalam Seminar "New Media for the New Modern Knowledge-based Indonesia" di Universitas Multimedia Nusantara, Tangerang, Banten, Jumat (25/11/2011).

Di Amerika Serikat, jejaring sosial dan blog dipakai oleh hingga 80 persen pengguna internet aktif. Jumlah tersebut menggambarkan aktivitas online mayoritas penduduk Amerika Serikat.

Di masing-masing negara di dunia juga memiliki situs jejaring sosial ataupun blog yang diminati. Misalnya untuk penduduk dunia masih meminati Facebook dan Twitter. Sedangkan di Amerika Serikat sendiri, situs Tumblr dan Blogger menjadi favorit.

Beda lagi dengan Kanada yang memfavoritkan Nexopia, Amerika Tengah dan Selatan lebih menyukai Orkut dan Hi5, India lebih suka Facebook dan Twitter serta Asia Pacific didominasi oleh Mixi, Multiply, Wretch, Renren, dan Cyworld.

"Orang zaman sekarang lebih menyukai visualisasi daripada hanya sekadar teks. Situs jejaring sosial tersebut sudah mewakili keinginan masyarakat sekarang. Hanya dengan sekali klik, maka kita sudah bisa menjelajah dunia," tambahnya.

Profesor dari Chinese Culture University tersebut juga menjelaskan kecenderungan masyarakat untuk selalu terkoneksi dengan situs jejaring sosial adalah masyarakat ingin menjadi bagian di dalam situs sosial tersebut. Dengan memasukinya, masyarakat mendapatkan pengalaman baru untuk saling berbagi, berdiskusi dan terlibat aktif menyebarkan dan mendapatkan informasi secara cepat.

Tak hanya bagi individu, Lee menyarankan agar perusahaan mau menggunakan fasilitas jejaring sosial media untuk mendekatkan dengan penggunanya. Selain itu, perusahaan juga dapat mendapatkan informasi terkait karakteristik penggunanya sekaligus dapat melihat kekuatan pesaing.

CEO Kompas Gramedia Agung Adiprasetyo menambahkan keberadaan media baru tersebut telah menggeser kedudukan media lama. Kehadirannya telah membawa banyak perubahan pada pola kehidupan masyarakat, budaya dan cara berpikir masyarakatnya. Termasuk juga perubahan lansekap dalam industri media sehingga penyajian konten media dapat lebih mudah, murah dan cepat.

"Perubahan lansekap industri media baru tidak dipungkiri memiliki peran dalam membangun masyarakat yang berbasis pengetahuan. Penguasaan teknologi informasi dan komunikasi menjadi pemicu pertumbuhan penggunaan internet," jelas Agung.

Hingga saat ini, pertumbuhan penggunaan internet di Indonesia per Januari 2011 sudah menjadi 50 juta orang, naik 10 persen dari tahun sebelumnya. Uniknya, mereka kebanyakan mengakses dari perangkat ponsel pintar (smartphone).

Sumber:http://tekno.kompas.com/read/2011/11/25/21104845/Media.Sosial.dan.Blog.Jadi.Rujukan.Utama

Hilmi Aminuddin : Bang Sani Memimpin, Jakarta Kembali Fitrah


PKS Jakarta : Jakarta akan sejahtera bila Jakarta kembali kepada fitrahnya, dan Jakarta akan kembali kepada fitrahnya, bila Triwisaksana memimpin Jakarta.

Demikian disampaikan Ketua Majelis Syuro PKS Hilmi Aminuddin padaacara Family Expo PKS di Kota Tua, Ahad (24/12). Oleh karena itu, Hilmi meminta warga Jakarta untuk mendukung Triwisaksana pada pilkada 2012 mendatang, agar Jakarta kembali kepada fitrahnya.

Pada kesempatan itu, Hilmi juga menyatakan bahwa kunci kunci kesejahteraan dan keberhasilan hidup manusia adalah bila tiap-tiap anggota keluarga kembali pada fitrahnya.

“Pangkal kerusakan sebuah rumah tangga karena suami dan isteri lupa akan fitrahnya. Bila ingin keluarga hidup normal, kembalikan seluruh peran hidup kepada fitrahnya,” tegas Hilmi.

Pada kesempatan yang sama, Triwisaksana atau yang biasa dengan sebutan Bang Sani ini, mengatakan bahwa PKS akan memikirkan kepentingan para ibu dan kaum perempuan melalui pemberian anggaran pemberdayaan perempuan dengan porsi lebih besar. “Bila PKS masuk dalam pemerintahan, Insya Allah anggaran bagi pemberdayaan perempuan akan tiga kali lipat lebih besar,” tegas Sani. (adine)

Bertemu Karena Allah, dan Berpisah Karena Allah


Sebelum Rasulullah Shallahu Alaihi Wassalam wafat, beliau sempat menyiapkan pasukan di bawah panglima muda, Usamah bin Zaid, yang ditugaskan mengamakan perbatasan dari serangan Romawi. Inilah peninggalan Rasulullah Shallahu Alaihi Wassalam, sebelum wafat. Betapa beliau sangat memperhatikan keselamatan umatnya dari ancaman orang-orang Romawi.

Ketika Abu Bakar As-Shiddiq menjadi khalifah , para shahabat utama mengusulkan agar pasukan yang belum sempat diberangkatkan oleh Rasulullah Shallahu Alaihi Wassalam itu, tidak diberangkatkan, tetapi digunakan untuk menjaga kota Madinah yang terancam musuh. Madinah menghadapi ancaman dari orang-orang yang murtad.

Abu Bakar ra menolak usulan shahabat utama itu. Khalifah pertama itu menjawab dengan kata-kata yang mencerminkan limpahan kekuatan, keteguhan iman, tekad dan komitmentnya yang tidak dapat ditawar-tawar mengikuti jejak Rasulullah Shallahu Alaihi Wassalam.

"Wallahi. Aku tidak akan membatalkan apa yang telah diputuskan oleh Rasulullah Shallahu Alaihi Wassalam, sekalipun burung-burung menyambar kita, binatang buas mengepung Madinah, dan anjing-anjing menyeret Ummul Mukminin. Aku akan tetap memberangkatkan pasukan Usamah! Dan seandainya di negeri ini tidak ada yang tersisa kecuali aku, pasti aku akan tetap melaksanakana itu", tegas Abu Bakar as-Shiddiq.

Usamah ketika itu usianya baru 20 tahun, sedangkan di dalam pasukan itu, banyak para sahabat utama dari Anshar dan Muhajirin yang lebih senior, dan para shahabat meminta kepada Umar ibn Khattab mengusulkan kepada Abu Bakar agar mengganti Usamah. Tetapi, Abu Bakar malah marah. Sambil memegang janggut Umar, kemudian Abu Bakar berkata : "Engkau meminta aku untuk mengganti orang yang telah ditunjuk oleh Rasulullah?", tegasnya.

Akhirnya, Abu Bakar melepaskan pasukan yang dipimpin Usamah. Khalifah yang menggantikan Rasulullah Shallahu Alaihi Wassalam, mengantarkan pasukan yang dipimpin Usamah, hingga keluar kota Madinah, dan Abu Bakar berjalan kaki, sedangkan Usamah menaiki kuda.

Usamah berkata : "Wahai Khalifah Rasulullah. Kita naik kuda ber sama-sama atau berjalan kaki bersama-sama". Kemudian Abu Bakar menukasnya : "Tidak. Naiklah. Aku ingin mengotori kakiku dengan debu fi sabilillah beberapa jam lamanya", ucapnya.

Abu Bakar memberikan tausiah saat melepas pasukan, sebagai bukti pemahamannya yang mendalam terhadap ruh al-Qur'an.

"Janganlah kalian berkhianat, janganlah kalian menipu dan berbuat dusta. Janganlah kalian mencabik-cabik jenazah musuh. Janganlah membunuh anak-anak, orang tua yang lemah, dan kaum wanita. Janganlah kalian menebang pohon yang berbuah. Janganlah kalian menyembelih kambing, sapi, unta, kecuali untuk dimakan. Kalian juga akan menemui kaum yang tetap beribadah di tempat-tempat ibadah, biarkanlah mereka dengan pekerjaannya. Berangkatlah kalian dengan menyebut nama Allah .."

Usamah bin Zaid ra berangkat, maka pemberontakan di Yaman semakin merajalela. Musalaimah danThulaihah mulai menyeru orang-orang untuk mengakui kenabian mereka. Tidak sedikit diantara mereka menyambutnya. Sebagian penduduk di jazirah Arab menolak membayar zakat. Bahkan Abu Bakar menerima informasi para pemberontak telah mengepung Madinah dan memerangi orang-orang Islam. Timbul kegoncangan dikalangan kaum Muslimin.

Abu Bakar ra bermusyawarah dengan para shahabat utama untuk memerangi orang-orang yang ingkar. Tetapi, sebagian besar para shahabat menolak. Maka, Abu Bakar berkata : "Wallahi. Seandainya mereka menolak menyerahkan zakat unta dan kambing yang pernah serahkan kepada Rasulullah, pasti aku perangi mereka", tegasnya.

Mendengar ucapan Abu Bakar itu, Umar berkata : "Mengapa kita harus membunuh mereka, bukanlah Rasulullah telah bersabda : "Aku telah diperintah untuk memerangi manusia sampai mereka mengucapkan "laa ilaaha illallaah wa anna Muhammadan Rasulullah", barangsiapa yang telah mengucapkannya, maka terpelihara harta dan darahnya dariku, kecuali karena haknya, sedang penghisaban mereka ada pada Allah".

Abu Bakar menjawab : "Wallahi. Aku akan memerangi orang yang memisahkan zakat dan shalat. Sesungguhnya zakat adalah hak pada harta. Sedang Nabi bersabda pada hadist itu : " .. Keculai karena haknya". Mendengar jawaban Abu Bakar itu, kemudian Umar menukasnya : "Wahai Khalifah Rasulullah! Lemah lembutlah kepada manusia!", ucap Umar.

Abu Bakar menanggapi dengan marah sanggahan Umar : "Hai Umar. Tadinya aku berharap engkau membantuku, ternyata engkau lemah. Apakah engkau pemberani saat jahiliyah dan pengecut setelah Islam? Agama telah sempurna, dan wahyu telah habis".

Dan ketika ditanya dengan siapa engkau memerangi mereka, maka Abu Bakar menjawabnya : "Sendirian".

Pendirian Abu Bakar mencerminkan dalamnya pandangannya terhadap fikrah Islam dan keteguhannya. Sekiranya Abu Bakar menerima keislaman mereka yang kurang karena tidak membayar zakat, berarti Abu Bakar membuat cacat terhadap prinsip (mabda') ajaran Islam dan menjadikannya sebagai sesuatu yang bisa ditawar-tawar. Jika Abu Bakar lemah menghadapi orang-orang yang murtad dan tidak membayar zakat, di masa depan akan meninggalkan tradisi berbahaya yang merusak rukun dan mabda' Islam bagi generasi yang akan datang.

Abu Bakar tahu sikapnya itu akan mengundang bahaya bagi umat Islam dan Daulah Islam yang baru berdiri. Namun Khalifah yang masyhur itu, tetap berpegang pada pendiriannya. Berpegang teguh kepada yang haq dan memelihara keutuhan Islam secara sempurna bagi generasi Muslim sesudahnya. Ketimbang memelihara keutuhan kaum Muslimin dan negaranya. Namun, tanpa memiliki fikrah yang benar dan ajaran yang utuh. Karena, daulah itu bukan tujuan. Sehingga fikrah Daulah didirikan untuk dakwah, untuk memelihara dan membela dakwah. Abu Bakar memilih menyelamatkan umat Islam dari fitnah dan melindungi Islam dari cacat dan kebinasaan.

Orang-orang yang murtad dan tidak mau membayar zakat itu, tahu kekuatan umat Islam di Madinah yang dipimpin Abu Bakar. Jumlahnya masih sangat sedikit dan tidak ada pasukan disitu. Maka Abu Bakar as-Shiddiq mengumpulkan kaum Muslimin. Seraya mengucapkan :

"Di negeri ini telah muncul kekafiran. Utusan mereka telah melihat jumlah kalian sedikit. Dan kalian tidak tahu. Entah siang atau malam, kalian akan diserang oleh mereka. Yang paling dekat dengan kalian adalah kurang dari 12 mil. Mereka menginginkan kita mengikuti kemauan mereka, tetapi kita menolaknya, maka bersiap-siaplah kalian", tegas Abu Bakar.

Akhirnya pecah pertempuran. Abu Bakar memimpin kaum Muslimin memerangi orang-orang kafir dan murtad. Ketika kabilah-kabilah melihat orang-orang yang murtad dan kafir itu kalah, kemudian mereka membayar zakat kepada Abu Bakar.

Kemudian, kaum Muslimin mereka menyaksikan pula pasukan yang dipimpi Usamah bin Zaid itu pulang dengan membawa kemenangan. Pertempuran itu mengingatkan para shahabat pada peristiwa Badr, di mana jumlah kaum Muslimin yang masih sedikit, ketika menghadapi orang-orang kafir, dan memperoleh kemenangan.

Dalam harbur riddah (peperang melawan orang murtad) mendapat ujian, dan kaum Muslimin dapat mengalahkan orang-orang yang murtad, dan jazirah Arab kembali ke pangkuan Islam, kembali kepada dienul haq dan berwala' (memberikan loyalitasnya) kepada Daulah Islam.

Abu Bakar menjadi Khalifah tidak terlalu lama. Hanya 2,5 tahun. Kemudina wafat. Ketika kondisinya semakin payah, dan keinginannya mengangkat Umar ibn Khattab untuk menggantikannya, kemudian mendapatkan persetujuan kaum Muslimin dan para Shahabat, maka ia memanggil Utsman bin Affan menuliskan sebuah wasiat.

Bismillaahirrahmanirrahim.

"Sesungguhnya aku jadikan Umar bin Khattab sebagai khalifah atas kalian sepeninggalku, maka dengar dan patuhilah kepadanya. Sesungguhnya aku tidak mengabaikan kebaikan bagi Allah, Rasul, din-Nya, diriku dan kalian. Bila Umar berlaku adil, maka itulah dugaanku dan pengetahuanku tentangnya. Bila ia berbuat berbeda, maka setiap orang akan menanggung kesalahan yang diperbuatnya. Yang aku inginkan hanyalah kebaikan dan aku tidak mengetahui yang ghaib. Orang-orang yang berbuat zalim akan mengetahui ke mana mereka akan kembali".

Wassalamu'alaikum warahmatullah.

Kemudian Abu Bakar bertanya : "Relakah kalian dengan yang aku angkat?" Demi Allah. Sesungguhnya aku telah bersungguh-sungguh dengan pendapatku. Aku tidak mengangkat kerabatku, tetapi aku mengangkat Umar ibn Khattab. Maka dengarkanlah dan patuhilah ia". Mereka menjawab : "Kami mendengar dan patuh!". Mereka pun membai'at Umar.

Setela itu Abu Bakar menyampaikan pidatonya saat-saat terakhir hidupnya.

"Seungguhnya aku mengangkatmu sebagai khalifah sepeninggalku. Aku berwasiat kepada engkau, hendaklah bertaqwa kepada Allah. Sesungguhnya Allah mempunyai amal di malam hari yang tidak Dia terima di siang hari, dan amal di siang hari yang Dia tidak terima di malam hari. Dia tidak menerima ibadah nafilah (sunnah) sampai ibadah fardhu dijalankan. Bila engkau telah memelihara wasiatku ini, maka tidak ada kegaiban yang lebih engkau cintai selain kematian. Sedang ia akan menimpamu. Jika engkau mengabaikan pesanku , maka tidak ada kegaiban yang lebih engkau benci selain kematian".

Setelah Umar beranjak, Abu Bakar berdoa :

"Ya Allah. Aku tidak menginginkan kecuali kebaikan pada mereka. Aku takut mereka terkena fitnah, maka aku berbuat untuk mereka dengan sesuatu yang Engkau Lebih Tahu dan untuknya aku berjihad".

Sebelum meninggal Abu Bakar berucap kepada keluarganya. Diantarnya :

"Sejak diangkat menjadi pemimpin kaum Muslimin, kami sungguh tidak pernah makan dinar maupun dirham mereka. Kami hanya makan tepung kasar untuk perut kami. kami juga hanya memakai pakaian kasar untuk tubuh kami. Maka perhatikanlah, jika ada yang lebih pada hartaku, sejak aku menjadi khalifah. Maka ambillah ia dan serahkanlah kepada khalifah sesudahku", ujar Abu Bakar as-Shiddiq.

Aisyah ra bertutur : "Ketika Abu Bakar meninggal kami periksa warisan yang ia tinggalkan. Ternyata kami hanya mendapatkan seorang budak(hamba sahaya) Habsyi (hitam), seekor unta pengangkut air, dan baju usang yang harganya hanya lima dirham.

Kemudian kami menyerahkan kepada Umar ibn Khattab. Melihat barang-barang itu, Umar meneteskan air matanya, seraya berkata : "Wahai Abu Bakar. Engkau telah menjadikan khalifah sesudah engkau susah untuk menirumu", ucapnya. Lalu, Umar menyerahkan barang-barang itu ke baitul mal.

Bertemu karena Allah, dan berpisah karena Allah. Itulah diantara sikap orang-orang mukmin, yang senantiasa ingat akan Rabbnya. Wallahu'alam.

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons | Re-Design by PKS Piyungan