Tampilkan postingan dengan label keluarga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label keluarga. Tampilkan semua postingan

Selasa, 03 Januari 2012

Manager waktu


Sahabat seiman..,
semoga Allah Swt membantu urusan kita, Tak ada keuntungan sebesar waktu yang dapat kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya.. , tak ada kerugian melebihi waktu yang tersia-siakan tanpa manfaat dunia dan akhirat.. tak ada kehebatan melebihi waktu yang termenej dengan baik..

Sahabat seiman..,
manager waktu yang baik tak ingin waktu yang dilalui tanpa kebaikan. Setiap pandangan matanya akan membuahkan ibroh dan hikmah.. ia tak ingin akalnya lalai untuk menyingkap hikmah.. tampilah ia sebagai orang yang cerdas, yang mampu melihat hakikat kejadian bukan dari sisi lahiriyahnya saja, tapi juga di baliknya..

Sahabat seiman..,
manager waktu yang baik tidak ingin waktu diamnya sekalipun tak membuahkan apa-apa. Sebab bagi dia diam adalah upaya berfikir merenung dan menemukan kebaikan. Diam baginya adalah menahan diri dari perbuatan yang merugikan diri dan orang lain. Diam seharusnya menghindari kemubadziran perbuatan dan kata-kata yang tak memiliki makna..

Sahabat seiman..,
manager waktu yang baik akan memastikan bahwa setiap ucapan perkataannya adalah alunan dzikir, bahkan setiap hembusan nafasnya adalah sarana mengenal nikmat tuhannya, dan menambah syukurnya.. jika demikian apa sisi dari kehidupannya yang tidak berarti..?

Sahabat seiman..,
memenej waktu tidaklah sama dengan memenej manusia.. kuasailah waktu, niscaya segala sesuatu akan mudah kita kelola, meski hasil tak sesuai keinginan kita.. Maha benarlah Allah Swt yang mengisyaratkan bahwa kerugian manusia adalah kelalaiannya dalam memenej waktu untuk amal sholeh yang akan menyelamatkannya.., mari kita menej kembali waktu kita hari ini! (SaiBah) (disarikan dari Q.S. Al ‘Ashr)

Kamis, 29 Desember 2011

Kunjungan DPP Muslimah HTI ke DPP PKS


HTI Press. Dalam rangka mengokohkan ukhuwah Islamiyah, DPP Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia mengunjungi  DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Bidang Perempuan di Jakarta (6 Oktober 2011). Ustadzah  Iffah Ainur Rochmah (Juru Bicara Muslimah HTI), bersama ketua DPP Muslimah HTI Ustadzah Ratu Erma Rahmayanti , Ustadzah Ishmah Cholil dan Ustadzah Zidny Sa’adah diterima dengan hangat dalam semangat ukhuwah Islamiyah oleh Pengurus DPP PKS Bidang Perempuan. Delegasi diterima langsung oleh Ketua DPP PKS Bidang Perempuan Anis Byarwati.  Turut mendampingi  K. Mufidayati, Dewi (Sekretaris DPP PKS Bidang Perempuan) serta 3 orang Ketua Bidang.

Selain bersillah ukhuwah, dibicarakan juga persoalan-persoalan krusial umat terutama yang menimpa perempuan dan keluarga muslim. DPP Muslimah HTI menyampaikan keprihatinan sekaligus perhatiannya terhadap program-program yang dijalankan secara massif untuk merusak tatanan keluarga muslim melalui perempuan. Ide kebebasan dan kesetaraan gender yang semakin luas dikampanyekan. Meski sudah memunculkan banyak pengaruh negatif di tengah masyarakat, seperti tingginya angka gugat cerai oleh perempuan yang diakui oleh pegiat gender sebagai salah satu wujud keberhasilan kampanye kesetaraan. Dan pemerintah semakin menunjukkan keseriusannya mengadopsi aturan sekuler ini dengan segera akan disahkannya RUU Kesetaraan Gender (RUU KG).

Muslimah HTI juga membagi awareness bahwa semua terjadi akibat umat Islam tidak lagi hidup di bawah naungan rumah sejatinya yakni Khilafah Islamiyah. Buktinya, sekalipun di negara-negara barat sedang serius memperbaiki tatanan berkeluarga dan mengabaikan ide gender guna mengatasi dampak krisis sosial, negeri muslim semisal Indonesia tetap menjadi obyek pelaksana agenda-agenda internasional kesetaraan gender dan liberal yang secara pasti akan merusak tatanan keluarga muslim. Ajakan Muslimah HTI untuk mewujudkan keluarga muslim sebagai role model dunia dalam bingkai negara Islam mendapat sambutan positif dari DPP PKS. Anis Byarwati juga menegaskan bahwa Khilafah Islamiyah adalah cita-cita luhur umat Islam yang patut diperjuangkan. Dengannya semua masalah umat bisa diselesaikan tuntas dan  peradaban Islam yang mulia mampu diwujudkan. Karenanya, kedua belah pihak sepakat untuk sama-sama memperjuangkan Syariah Islam untuk kepentingan umat , meskipun ada berbedaan dalam masalah metode namun bisa saling memahami.




Rabu, 28 Desember 2011

Bertemu Karena Allah, dan Berpisah Karena Allah


Sebelum Rasulullah Shallahu Alaihi Wassalam wafat, beliau sempat menyiapkan pasukan di bawah panglima muda, Usamah bin Zaid, yang ditugaskan mengamakan perbatasan dari serangan Romawi. Inilah peninggalan Rasulullah Shallahu Alaihi Wassalam, sebelum wafat. Betapa beliau sangat memperhatikan keselamatan umatnya dari ancaman orang-orang Romawi.

Ketika Abu Bakar As-Shiddiq menjadi khalifah , para shahabat utama mengusulkan agar pasukan yang belum sempat diberangkatkan oleh Rasulullah Shallahu Alaihi Wassalam itu, tidak diberangkatkan, tetapi digunakan untuk menjaga kota Madinah yang terancam musuh. Madinah menghadapi ancaman dari orang-orang yang murtad.

Abu Bakar ra menolak usulan shahabat utama itu. Khalifah pertama itu menjawab dengan kata-kata yang mencerminkan limpahan kekuatan, keteguhan iman, tekad dan komitmentnya yang tidak dapat ditawar-tawar mengikuti jejak Rasulullah Shallahu Alaihi Wassalam.

"Wallahi. Aku tidak akan membatalkan apa yang telah diputuskan oleh Rasulullah Shallahu Alaihi Wassalam, sekalipun burung-burung menyambar kita, binatang buas mengepung Madinah, dan anjing-anjing menyeret Ummul Mukminin. Aku akan tetap memberangkatkan pasukan Usamah! Dan seandainya di negeri ini tidak ada yang tersisa kecuali aku, pasti aku akan tetap melaksanakana itu", tegas Abu Bakar as-Shiddiq.

Usamah ketika itu usianya baru 20 tahun, sedangkan di dalam pasukan itu, banyak para sahabat utama dari Anshar dan Muhajirin yang lebih senior, dan para shahabat meminta kepada Umar ibn Khattab mengusulkan kepada Abu Bakar agar mengganti Usamah. Tetapi, Abu Bakar malah marah. Sambil memegang janggut Umar, kemudian Abu Bakar berkata : "Engkau meminta aku untuk mengganti orang yang telah ditunjuk oleh Rasulullah?", tegasnya.

Akhirnya, Abu Bakar melepaskan pasukan yang dipimpin Usamah. Khalifah yang menggantikan Rasulullah Shallahu Alaihi Wassalam, mengantarkan pasukan yang dipimpin Usamah, hingga keluar kota Madinah, dan Abu Bakar berjalan kaki, sedangkan Usamah menaiki kuda.

Usamah berkata : "Wahai Khalifah Rasulullah. Kita naik kuda ber sama-sama atau berjalan kaki bersama-sama". Kemudian Abu Bakar menukasnya : "Tidak. Naiklah. Aku ingin mengotori kakiku dengan debu fi sabilillah beberapa jam lamanya", ucapnya.

Abu Bakar memberikan tausiah saat melepas pasukan, sebagai bukti pemahamannya yang mendalam terhadap ruh al-Qur'an.

"Janganlah kalian berkhianat, janganlah kalian menipu dan berbuat dusta. Janganlah kalian mencabik-cabik jenazah musuh. Janganlah membunuh anak-anak, orang tua yang lemah, dan kaum wanita. Janganlah kalian menebang pohon yang berbuah. Janganlah kalian menyembelih kambing, sapi, unta, kecuali untuk dimakan. Kalian juga akan menemui kaum yang tetap beribadah di tempat-tempat ibadah, biarkanlah mereka dengan pekerjaannya. Berangkatlah kalian dengan menyebut nama Allah .."

Usamah bin Zaid ra berangkat, maka pemberontakan di Yaman semakin merajalela. Musalaimah danThulaihah mulai menyeru orang-orang untuk mengakui kenabian mereka. Tidak sedikit diantara mereka menyambutnya. Sebagian penduduk di jazirah Arab menolak membayar zakat. Bahkan Abu Bakar menerima informasi para pemberontak telah mengepung Madinah dan memerangi orang-orang Islam. Timbul kegoncangan dikalangan kaum Muslimin.

Abu Bakar ra bermusyawarah dengan para shahabat utama untuk memerangi orang-orang yang ingkar. Tetapi, sebagian besar para shahabat menolak. Maka, Abu Bakar berkata : "Wallahi. Seandainya mereka menolak menyerahkan zakat unta dan kambing yang pernah serahkan kepada Rasulullah, pasti aku perangi mereka", tegasnya.

Mendengar ucapan Abu Bakar itu, Umar berkata : "Mengapa kita harus membunuh mereka, bukanlah Rasulullah telah bersabda : "Aku telah diperintah untuk memerangi manusia sampai mereka mengucapkan "laa ilaaha illallaah wa anna Muhammadan Rasulullah", barangsiapa yang telah mengucapkannya, maka terpelihara harta dan darahnya dariku, kecuali karena haknya, sedang penghisaban mereka ada pada Allah".

Abu Bakar menjawab : "Wallahi. Aku akan memerangi orang yang memisahkan zakat dan shalat. Sesungguhnya zakat adalah hak pada harta. Sedang Nabi bersabda pada hadist itu : " .. Keculai karena haknya". Mendengar jawaban Abu Bakar itu, kemudian Umar menukasnya : "Wahai Khalifah Rasulullah! Lemah lembutlah kepada manusia!", ucap Umar.

Abu Bakar menanggapi dengan marah sanggahan Umar : "Hai Umar. Tadinya aku berharap engkau membantuku, ternyata engkau lemah. Apakah engkau pemberani saat jahiliyah dan pengecut setelah Islam? Agama telah sempurna, dan wahyu telah habis".

Dan ketika ditanya dengan siapa engkau memerangi mereka, maka Abu Bakar menjawabnya : "Sendirian".

Pendirian Abu Bakar mencerminkan dalamnya pandangannya terhadap fikrah Islam dan keteguhannya. Sekiranya Abu Bakar menerima keislaman mereka yang kurang karena tidak membayar zakat, berarti Abu Bakar membuat cacat terhadap prinsip (mabda') ajaran Islam dan menjadikannya sebagai sesuatu yang bisa ditawar-tawar. Jika Abu Bakar lemah menghadapi orang-orang yang murtad dan tidak membayar zakat, di masa depan akan meninggalkan tradisi berbahaya yang merusak rukun dan mabda' Islam bagi generasi yang akan datang.

Abu Bakar tahu sikapnya itu akan mengundang bahaya bagi umat Islam dan Daulah Islam yang baru berdiri. Namun Khalifah yang masyhur itu, tetap berpegang pada pendiriannya. Berpegang teguh kepada yang haq dan memelihara keutuhan Islam secara sempurna bagi generasi Muslim sesudahnya. Ketimbang memelihara keutuhan kaum Muslimin dan negaranya. Namun, tanpa memiliki fikrah yang benar dan ajaran yang utuh. Karena, daulah itu bukan tujuan. Sehingga fikrah Daulah didirikan untuk dakwah, untuk memelihara dan membela dakwah. Abu Bakar memilih menyelamatkan umat Islam dari fitnah dan melindungi Islam dari cacat dan kebinasaan.

Orang-orang yang murtad dan tidak mau membayar zakat itu, tahu kekuatan umat Islam di Madinah yang dipimpin Abu Bakar. Jumlahnya masih sangat sedikit dan tidak ada pasukan disitu. Maka Abu Bakar as-Shiddiq mengumpulkan kaum Muslimin. Seraya mengucapkan :

"Di negeri ini telah muncul kekafiran. Utusan mereka telah melihat jumlah kalian sedikit. Dan kalian tidak tahu. Entah siang atau malam, kalian akan diserang oleh mereka. Yang paling dekat dengan kalian adalah kurang dari 12 mil. Mereka menginginkan kita mengikuti kemauan mereka, tetapi kita menolaknya, maka bersiap-siaplah kalian", tegas Abu Bakar.

Akhirnya pecah pertempuran. Abu Bakar memimpin kaum Muslimin memerangi orang-orang kafir dan murtad. Ketika kabilah-kabilah melihat orang-orang yang murtad dan kafir itu kalah, kemudian mereka membayar zakat kepada Abu Bakar.

Kemudian, kaum Muslimin mereka menyaksikan pula pasukan yang dipimpi Usamah bin Zaid itu pulang dengan membawa kemenangan. Pertempuran itu mengingatkan para shahabat pada peristiwa Badr, di mana jumlah kaum Muslimin yang masih sedikit, ketika menghadapi orang-orang kafir, dan memperoleh kemenangan.

Dalam harbur riddah (peperang melawan orang murtad) mendapat ujian, dan kaum Muslimin dapat mengalahkan orang-orang yang murtad, dan jazirah Arab kembali ke pangkuan Islam, kembali kepada dienul haq dan berwala' (memberikan loyalitasnya) kepada Daulah Islam.

Abu Bakar menjadi Khalifah tidak terlalu lama. Hanya 2,5 tahun. Kemudina wafat. Ketika kondisinya semakin payah, dan keinginannya mengangkat Umar ibn Khattab untuk menggantikannya, kemudian mendapatkan persetujuan kaum Muslimin dan para Shahabat, maka ia memanggil Utsman bin Affan menuliskan sebuah wasiat.

Bismillaahirrahmanirrahim.

"Sesungguhnya aku jadikan Umar bin Khattab sebagai khalifah atas kalian sepeninggalku, maka dengar dan patuhilah kepadanya. Sesungguhnya aku tidak mengabaikan kebaikan bagi Allah, Rasul, din-Nya, diriku dan kalian. Bila Umar berlaku adil, maka itulah dugaanku dan pengetahuanku tentangnya. Bila ia berbuat berbeda, maka setiap orang akan menanggung kesalahan yang diperbuatnya. Yang aku inginkan hanyalah kebaikan dan aku tidak mengetahui yang ghaib. Orang-orang yang berbuat zalim akan mengetahui ke mana mereka akan kembali".

Wassalamu'alaikum warahmatullah.

Kemudian Abu Bakar bertanya : "Relakah kalian dengan yang aku angkat?" Demi Allah. Sesungguhnya aku telah bersungguh-sungguh dengan pendapatku. Aku tidak mengangkat kerabatku, tetapi aku mengangkat Umar ibn Khattab. Maka dengarkanlah dan patuhilah ia". Mereka menjawab : "Kami mendengar dan patuh!". Mereka pun membai'at Umar.

Setela itu Abu Bakar menyampaikan pidatonya saat-saat terakhir hidupnya.

"Seungguhnya aku mengangkatmu sebagai khalifah sepeninggalku. Aku berwasiat kepada engkau, hendaklah bertaqwa kepada Allah. Sesungguhnya Allah mempunyai amal di malam hari yang tidak Dia terima di siang hari, dan amal di siang hari yang Dia tidak terima di malam hari. Dia tidak menerima ibadah nafilah (sunnah) sampai ibadah fardhu dijalankan. Bila engkau telah memelihara wasiatku ini, maka tidak ada kegaiban yang lebih engkau cintai selain kematian. Sedang ia akan menimpamu. Jika engkau mengabaikan pesanku , maka tidak ada kegaiban yang lebih engkau benci selain kematian".

Setelah Umar beranjak, Abu Bakar berdoa :

"Ya Allah. Aku tidak menginginkan kecuali kebaikan pada mereka. Aku takut mereka terkena fitnah, maka aku berbuat untuk mereka dengan sesuatu yang Engkau Lebih Tahu dan untuknya aku berjihad".

Sebelum meninggal Abu Bakar berucap kepada keluarganya. Diantarnya :

"Sejak diangkat menjadi pemimpin kaum Muslimin, kami sungguh tidak pernah makan dinar maupun dirham mereka. Kami hanya makan tepung kasar untuk perut kami. kami juga hanya memakai pakaian kasar untuk tubuh kami. Maka perhatikanlah, jika ada yang lebih pada hartaku, sejak aku menjadi khalifah. Maka ambillah ia dan serahkanlah kepada khalifah sesudahku", ujar Abu Bakar as-Shiddiq.

Aisyah ra bertutur : "Ketika Abu Bakar meninggal kami periksa warisan yang ia tinggalkan. Ternyata kami hanya mendapatkan seorang budak(hamba sahaya) Habsyi (hitam), seekor unta pengangkut air, dan baju usang yang harganya hanya lima dirham.

Kemudian kami menyerahkan kepada Umar ibn Khattab. Melihat barang-barang itu, Umar meneteskan air matanya, seraya berkata : "Wahai Abu Bakar. Engkau telah menjadikan khalifah sesudah engkau susah untuk menirumu", ucapnya. Lalu, Umar menyerahkan barang-barang itu ke baitul mal.

Bertemu karena Allah, dan berpisah karena Allah. Itulah diantara sikap orang-orang mukmin, yang senantiasa ingat akan Rabbnya. Wallahu'alam.

Selasa, 27 Desember 2011

Ungkapkan Cinta untuk Ibu Indonesia, Perempuan PKS Gelar Family Expo 2011


Jakarta. Sebagai upaya untuk menularkan semangat meningkatkan kualitas perempuan dan keluarga Indonesia pada masyarakat, Bidang Perempuan DPP PKS bersamaan dengan momentum Hari Ibu menggulirkan kegiatan nasional Hari Ibu dengan Tema “Cinta untuk Ibu Indonesia”.

Ketua DPP PKS Bidang Perempuan, Anis Byarwati mengatakan, untuk ungkapkan cinta bagi ibu, PKS menyelenggarakan Family Expo agar berbagai elemen masyarakat tergugah untuk mencintai ibu Indonesia dan bergerak dengan kearifannya masing-masing melakukan perbaikan sehingga kondisi perempuan dan ibu yang tidak menguntungkan dapat diminimalisir.

“Meningkatkan kualitas perempuan dan ibu Indonesia adalah tugas bersama antara pemerintah dan semua elemen masyarakat. Dengan demikian langkah bersama untuk menguraikan benang-benang persoalan perempuan dan ibu Indonesia menjadi hal penting,” ujar Anis di Jakarta, Rabu (21/12/2011).

Anis mengutip data sensus penduduk tahun 2010, lebih dari 118 juta atau 49 persen dari total penduduk Indonesia adalah perempuan. Jumlah yang tidak sedikit. Tapi sayangnya, menurut dia, potensi yang besar itu tidak dibarengi dengan kualitas yang mumpuni.

Dia mengungkapkan, tiga hal terkait indikator kesejahteraan perempuan, yaitu pendidikan, kesehatan, dan tingkat ekonomi masih rendah. Dari sisi pendidikan, masih ada sekitar 5 persen atau lebih dari 5 juta perempuan Indonesia yang buta aksara. Sedangkan dari sisi kesehatan, berbagai persoalan terkait kesehatan perempuan masih mengemuka, di antaranya ditunjukkan dengan masih tingginya Angka kematian ibu melahirkan di Indonesia, yaitu 228 per 100 ribu kelahiran hidup. Angka ini tertinggi di Asia.

Sementara dari sisi ekonomi, rumah tangga miskin yang dikepalai oleh perempuan jumlahnya semakin bertambah dari tahun ke tahun. Susenas tahun 2004 memperkirakan lebih dari 3 juta rumah tangga miskin dikepalai oleh perempuan. Bahkan Anis menambahkan, organisasi Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA) juga menyebutkan bahwa 79 persen anggotanya hidup di bawah garis kemiskinan, dengan pengahasilan kurang dari USD 2 per hari.

“Oleh karena itu, perempuan PKS selama lebih dari 10 tahun telah bergerak di akar rumput melakukan upaya peningkatan kapasitas perempuan di bidang ekonomi, pendidikan, agama, dan kesehatan melalui Pos Wanita Keadilan atau Pos WK,” pungkasnya.

Lebih dari 5.800 titik Pos WK saat ini telah didirikan di 33 provinsi di Indonesia. Untuk memfokuskan fungsi Pos WK, sejak awal 2011 Pos WK mengerucutkan perannya pada dua bidang utama, yaitu pendidikan dan ekonomi melalui Pos WK Berbasis Pendidikan dan Pemberdayaan Ekonomi (Pos WK PPE).

Adapun kegiatan Pos WK PPE diantaranya adalah pengembangan taman bacaan, pelatihan baca tulis al-qur’an dan latin, pelatihan keterampilan yang layak jual, dan bantuan pemasaran produk. Dengan berpartisipasi dalam kegiatan Pos WK PPE, perempuan, ibu, dan keluarga Indonesia dapat lebih percaya diri karena potensi dalam dirinya dapat dikembangkan dan memberikan bekal untuk meningkatkan ekonomi keluarga.

Selain Pos WK PPE, Bidang Perempuan PKS juga menjawab persoalan perempuan dan keluarga Indonesia melalui program Rumah Keluarga Indonesia (RKI) yang merupakan upaya perempuan PKS mengokohkan dan meningkatkan kualitas keluarga Indonesia. Kegiatan RKI di antaranya adalah pelatihan pasca nikah untuk pasangan suami istri, konsultasi keluarga, pelatihan pra nikah, seminar ayah hebat, day care, on air Radio, dan pelatihan konselor keluarga. Saat ini, telah terbentuk 105 RKI di 33 provinsi. Dengan terlibat dalam kegiatan RKI, masyarakat mendapatkan dorongan baik moril, spiritual, maupun langkah-langkah aplikatif untuk mengokohkan keluarganya.

Sedangkan Family Expo 2011 akan diselenggarakan serentak di 33 Provinsi pada rentang 22 – 30 Desember 2011. Dalam kegiatan Family Expo ini akan dilakukan pameran produk Pos WK yang memiliki daya ungkit secara ekonomi, bazar produk muslimah, pemberian penghargaan kepada tokoh perempuan Indonesia, dan sarasehan ‘Cinta untuk Ibu Indonesia’. Pada Family Expo tersebut, masyarakat juga akan mengenal lebih jauh tentang RKI.

Sebagai titik utama penyelenggaraan Family Expo akan dipusatkan di Kota Tua Jakarta Barat, DKI Jakarta pada Sabtu, 24 Desember 2011. Pada titik utama tersebut akan hadir Pembina RKI Nasional, Luthfi Hasan Ishaq dan Pembina RKI DKI Jakarta, Triwisaksana. Selian itu jajaran pengurus DPP PKS dan DPW DKI Jakarta serta tokoh-tokoh lokal dan nasional rencananya akan hadir di acara tersebut. Selain pameran, acara juga diisi dengan hiburan untuk memaknai Hari Ibu dengan artis seperti Opick dengan tembang-tembangnya yang menyentuh dan Fadil, vokalis Grup Band Padi.

Triwisaksana menyatakan gelaran acara di Kota Tua hanyalah sebagian kecil dari aktivitas PKS untuk memberikan yang terbaik bagi kaum ibu. “PKS selalu berusaha menghadirkan Jakarta yang lebih nyaman untuk ditinggali masyarakatnya, terutama kaum perempuan karena mereka adalah sekolah yang utama untuk anak-anak. Dan merekalah yang paling berhak mendapatkan rasa nyaman yang pertama kali,” ujar pria yang akrab dipanggil Bang Sani ini.


Mengenang Yoyoh Yusroh, Membaca Jejak Cinta Politisi Perempuan PKS untuk Indonesia

Tidak banyak perempuan Indonesia yang paham dan sadar bahwa dunia politik adalah dunia milik laki-laki dan perempuan, bukan sekedar monopoli laki-laki.

Politik memang dianggap sebagai dunia keras, dan penuh intrik. Politik juga dinilai sebagai bagian dari perebutan kekuasaan, yang menjadi domain kaum pria. Padahal perempuan juga memiliki kepentingan-kepentingan tertentu yang belum tentu dapat diwakili oleh laki-laki.

Persepsi negatif tentang politik itu telah ditepis oleh almarhumah Yoyoh Yusroh, politisi perempuan dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang wafat karena kecelakaan pada 27 April lalu. Kiprah Yoyoh di parlemen, menunjukkan kepada publik bahwa perempuan juga mampu menjalankan amanah politik dengan baik. Menurut Yoyoh, memisahkan perempuan dari politik sama dengan memisahkan masyarakat dari lingkungannya.

Langkah politik Umi Umar, begitu Yoyoh biasa disapa di kalangan kader PKS, mendapat apresiasi banyak pihak, baik rekan maupun lawan politik.Yoyoh termasuk legislator yang gigih memperjuangkan RUU Pornografi hingga disahkan.

Hari ini (Rabu, 13/7), bertempat di gedung Nusantara IV DPR, Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) me-launching buku Yoyoh yang berjudul Langkah Cinta Untuk Indonesia.

Dalam pengantar buku tersebut, Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq memberikan kesaksian. Kata Luthfi, banyak orang yang terkagum-kagum dengan sosok Umi Umar, padahal baru mendengar profilnya dan tidak pernah bertemu.

“Saya tidak tahu apakah ke depan PKS akan dikaruniai lagi oleh Allah SWT seorang kader seperti beliau?Apakah PKS mampu mencetak kembali kader baru yang kapasitas dan kualitasnya sekaliber Yoyoh Yusroh?” tanya Luthfi.

Selain di bidang politik, Yoyoh juga aktif dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan dan dakwah. Kiprahnya di dunia dakwah diapresiasi oleh Departemen Agama dengan memberinya penghargaan sebagai Mubaligh Nasional pada tahun 2001. Tidak hanya di tingkat nasional, Yoyoh juga turut menjadi anggota Internasional Muslim Women Union (IMWU) sebagai salah satu wadah perjuangan bagi muslimah se-dunia.

“Semua peran itu (rumah tangga dan politisi) bisa dilakukan dengan baik oleh beliau Apalagi, Ibu Yoyoh juga sangat aktif dalam peran-peran pemberdayaan perempuan di masyarakat,” demikian testimoni Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Linda Gumelar, dalam Buku Langkah Cinta Untuk Indonesia.

Minggu, 25 Desember 2011

Semarak Hari Ibu, PKS DKI Jakarta Gelar Family Expo


PKS Jakarta - Dalam rangka menyemarakan peringatan Hari Ibu pada 22 Desember nanti, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jakarta menggelar acara Family Expo tingkat DPD se DKI Jakarta, Minggu (18/12).

Untuk DPD PKS Jakarta Selatan akan menggelar Festival Perempuan se-DPD dengan rangkaian acara seperti Qosidah, Bazaar, dan lima perlombaan lainnya. Setiap DPC PKS yang ada di Jakarta Selatan harus menampilkan produk Pos Wanita Keadilan (Pos WK). Adapun tempat pelaksanaannya terletak di Kampung Kandang Jagakarsa. Peresmian untuk Family Expo akan dibuka langsung oleh Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Triwisaksana pada pukul 7.30. Acara ini akan berlangsung hingga pukul 12.00 WIB.

Usai pembukaan di DPD PKS Jakarta Selatan, Bang Sani sapaan akrab wakil DPRD DKI Jakarta tersebut giliran membuka acara berikutnya di DPD PKS Jakarta Barat pada pukul 9.00 WIB. Usai pembukaan, pelbagai jenis perlombaan pun telah menanti semangat warga Jakarta barat.

Berbagai acara telah disiapkan dalam Family Expo Jakarta Barat seperti lomba menulis surat cinta dari suami kepada isterinya. Hal ini bertujuan untuk menambah keharmonisan dalam sebuah keluarga. Pasalnya, pasca menikah seorang suami kini tak lagi membuat surat cinta untuk sang isteri. Dengan demikian, surat cinta ini menjadi momen nostalgia sang suami kepada isteri.

Berikutnya adalah lomba memasak nasi goreng yang diikuti oleh seluruh Badan Pengurus Harian DPD dan DPC Jakarta Barat. Memasak memang sudah biasa, tapi akan lebih menarik jika para pengurus PKS dan masyarakat akan beradu kreatifitas dalam mengolah rasa untuk sebuah nasi goreng.

Sebuah acara keluarga belum lengkap jika tidak melibatkan seorang anak. Dalam acara ini telah disiapkan lomba mewarnai untuk anak. Alhasil, anak para kader dan simpatisan ini akan beradu kreatifitas dalam mewarnai sebuah gambar.

Tak kalah menarik, untuk membangkitkan semangat perempuan acara Family Expo yang digelar oleh DPD PKS Jakarta Barat ini menyediakan lomba produk Pos Wanita Keadilan (Pos WK), lomba antar Rumah Keluarga Indonesia (RKI).

Kemudian DPD PKS Jakarta Timur dan Jakarta Pusat menyusul dengan agenda yang sama di daerah masing-masing.

DPD PKS Jakarta Utara menyelenggarakan acara Family Expo ini pada Sabtu (24/12) di Taman Fatahilah, Kota. Dengan tema yang sama dan akan di buka secara resmi pula oleh Bang Sani. (pks.or.id)

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons | Re-Design by PKS Piyungan